YANG LAGI HITS DI BANDUNG, GLAMPING LAKESIDE RANCABALI 2017-07-26 00:00

Tampak Resto Pinisi dan Jembatan Danau di sebelah kiri dan Tent Resort di bagian kanan. Foto diambil dari Teras Bintang

 

Rasanya kita sepakat nggak pernah merasa bosan ke Bandung ya? Apalagi Bandung selalu punya hal baru untuk ditawarkan. Baru Juli 2016 lalu dibuka satu resort yang kini menjadi favorit yakni Glamping Lakeside Rancabali. Lokasinya di tepi Situ Patenggang, di kaki Gunung Patuha, kawasan wisata Ciwidey, Bandung, Jawa Barat.

 

 

ADA APA AJA DI GLAMPING LAKESIDE?

Glamping Lakeside Rancabali adalah sebuah resort yang berada di alam terbuka yang luas dengan dominasi kebun teh, dan terbuka untuk umum. Nggak harus menginap untuk bisa menikmati keindahan alam dan berbagai fasilitas yang ditawarkan di sini. Cukup membayar tiket masuk sebesar Rp 20.000 per orang dan mobil Rp 5.000. Jam bukanya pukul 07.00-19.00 setiap hari.

 

Jembatan Danau

 

Primadona di kawasan glamping ini adalah Pinisi Restonya. Restoran yang berbentuk kapal pinisi dan segede pinisi beneran yang menghadap ke Situ Patenggang dan Pulau Cintanya. Kalau cuma beli tiket masuk Rp 20.000, untuk masuk ke Pinisi Resto kita harus mengisi magnetic card sebesar Rp 10.000. Kalau ada promo seperti waktu kami datang pertengahan Juli 2017 lalu, mending beli tiket Paket A seharga Rp 50.000 (harga nonpromo Rp 130.000). Paket A mencakup tiket masuk, Teras Bintang, Taman Kelinci, Taman Angsa, Jembatan Pinisi, Jembatan Danau, Strawberry Farm, Tea Plantation, Patenggang Lakeside, dan Batu Cinta.

 

 

Masuk ke Pinisi Resto boleh kok cuma foto-foto doang, nggak harus makan atau beli makanan di situ. Kalau datang pas jam makan tentu lebih afdol makan di situ, duduk di teras lantai dua sambil memandang danau dan panorama pegunungan di sekitarnya. Menu yang disajikan ada makanan lokal maupun Barat. Harganya memang sedikit mahal, tapi masih terjangkau dan pantas karena kita juga “membeli pemandangan”.  

 

Makan di Resto Pinisi sambil "membeli pemandangan"

 

O ya,  kalau beli Paket A kita bisa masuk ke Pinisi Resto dengan melewati Jembatan Pinisi. Jangan lupa foto-foto. Dan kalau sudah ada di Resto Pinisi jangan lupa juga antre foto di haluan kapal –serasa jadi bintang Titanic. Kami datang saat hari kerja, jadi enak nggak perlu antre dan puas foto di segala sudut.

 

Masuk Resto Pinisi melalui jembatan gantung

 

Jembatan gantung menuju Resto Pinisi

 

Puas di resto, turunlah ke bawah menuju Jembatan Danau. Dari situ, selain tentunya berfoto-foto, kita bisa melihat panorama dari sisi yang berbeda. Bisa melihat Pinisi Resto yang terlihat berada di ujung daratan. Ada speedboat dan kayak disewakan untuk pengunjung mengelilingi Situ Patenggang.

 

Resto Pinisi berada di ujung daratan di depan danau

 

O ya, kalau Anda pernah ke Situ Patenggang, pintu masuk ke Situ Patenggang berbeda ya dari pintu masuk Glamping. Glamping berada di sisi danau yang berbeda, yakni di dekat Pulau Cinta. Batu Cinta yang kalau dari kawasan wisata Situ Patenggang harus dicapai dengan baik perahu, dari kawasan Glamping cukup jalan kaki. Ikuti saja petunjuk, di mana Batu Cinta. Nggak perlu bayar lagi dengan Paket A. Legenda tentang Batu Cinta silakan baca di sini.

 

 

O ya, selain di Resto Pinisi, kita juga bisa jajan-jajan di food truck (atau bus) yang bertengger di beberapa spot menjelang masuk ke area utama. Sayang waktu kami datang nggak ada yang buka, mungkin karena bukan akhir pekan.

 

Food bus

 

Keluar dari kawasan utama, kami mampir ke Teras Bintang yang juga termasuk dalam Paket A. Kalau beli tiket Teras Bintangnya aja Rp 20.000. Teras yang dibangun dari rangkaian kayu dan bambu ini berbentuk bintang (tapi segiempat, bukan segilima), dan dari atas sini kita bisa memandang ke arah danau dan Resto Pinisi, juga ke hamparan kebun teh. Cakep lah pokoknya berfoto-foto di sini.

 

Teras Bintang

 

Wefie di Teras Bintang

 

Kami sempat bertemu dan menyapa pekerja yang sedang menginspeksi Teras Bintang, sempat kami tanyai kenapa nggak membangun flying fox. Jawabannya, kurang laku... Sekarang ini spot-spot foto seperti Teras Bintanglah yang lebih disukai pengunjung. Maklum, demam Instagram, hehe... Nantinya, di atas hamparan kebun teh di depan Teras Bintang akan dibangun bentuk-bentuk bintang yang lain guna menambah aksesoris buat para selfiewan dan selfiewati. Saat itu kami baru melihat bentuk-bentuk bintang yang dibuat dengan tali.

 

Pemandangan ke arah danau dari Teras Bintang

 

BAGAIMANA PENGINAPAN ALIAS TENT RESORT-NYA DI SINI?

Konsep utama Glamping Lakeside Rancabali ini, sesuai namanya, adalah kemping mewah yang beberapa tahun lalu mulai ngehits. Tampak berjejer tenda-tenda eksklusif yang menghadap ke Situ Patenggang. Fasilitasnya cukup lengkap antara lain dua tempat tidur, TV, electric solar system, peralatan mandi, kamar mandi shower dengan air panas. Tamu yang menginap juga dapat makan di Pinisi Resto. Satu tenda standar dengan kapasitas 4 orang bertarif sekitar Rp 2 juta.

 

Tent Resort menghadap danau

 

Saya dan teman-teman nggak menginap di sini jadi nggak bisa cerita lebih detil. Tapi ngebayanginnya sih asyik ya... Malam-malam bisa duduk bengong di depan tenda sambil mandangin danau di tengah udara dingin yang membelai. Belum lagi makan romantis di Pinisi Resto. Uwoww...

 

 

: Mayawati NH Foto: Mayawati NH, Raiyani Muharramah, Shinta Djojonegoro
Comment
Neneng Lupita S.

selamat siang, saya mau nanya mba/mas untuk trip ke rancabali bisa diliat event nya untuk minggu ini? soalnya saya bersama rombongan berencana untuk ke rancabali tgl 10-11 februari dan berencana untuk menginap disana

2018-02-05