PEMBUKTIAN CINTA HINGGA AMARAH SEORANG ANAK YANG DITOLAK CINTANYA OLEH IBUNDANYA 2016-08-01 00:00

Kisah cinta yang memesona sering kali “menghantar” sebuah tempat menjadi destinasi wisata. Seperti kisah cinta yang melegenda macam Roro Jonggrang–Bandung Bondowoso, Dayang Sumbi–Sangkuriang hingga perjalanan hati Dewi Rengganis dengan Ki Santang yang menyelimuti keindahan lokasi wisata. 

Berikut beberapa destinasi wisata dengan balutan kisah cinta. Mungkin Anda bisa menambahkan lokasi dan kisah lainnya, silakan tuliskan di kolom komen.

 

CANDI PRAMBANAN

 

Kisah cinta nan melegenda Bandung Bondowoso kepada putri cantik nan jelita Roro Jonggrang sering kali dikaitkan dengan keberadaan Candi Prambanan. Candi-candi Hindu tercantik di dunia, konon diciptakan Bandung Bondowoso dalam semalam, untuk membuktikan rasa cintanyayang besar pada Roro Jonggrang. Itu versi legenda. Sejarah mencatat, candi dengan bentuk bulat tinggi nan kokoh ini dibangun pada masa Raja Rakai Pikatan. Secara umum candi ini memiliki 3 candi utama yakni: Candi Wisnu, Brahma dan Siwa.

 

GUNUNG TANGKUBAN PERAHU

 

Alkisah, Sangkuriang meluapkan rasa amarahnya karena gagal melaksanakan permintaan wanita yang sangat dicintainya, Dayang Sumbi, yang tak lain adalah ibu kandungnya untuk membuat danau dengan membendung Sungai Citarum serta sebuah perahu dalam semalam. Perahu yang sudah jadi ditendang melambung tinggi dan jatuh terbalik. Dan konon, lokasi perahu terbalik itulah sekarang yang dikenal sebagai Gunung Tangkuban Perahu.

Benar atau tidak? Namanya juga legenda. Yang jelas, ada beberapa kawah yang menjadi pesona Gunung Tangkuban Perahu ini di antaranya Kawah Upas, Kawah Domas, dan Kawah Ratu. Buka setiap hari pkl.08.00–17.00 dengan tiket masuk per orang Rp 20.000 (hari biasa) atau Rp 30.000 (hari libur). Jasa naik kuda Rp 20.000 plus Rp 5.000 bila berfoto dengan kudanya.

 

PANTAI MENGANTI

 

Berbeda dengan legenda di balik Candi Prambanan atau Gunung Tangkuban Perahu, Pantai Menganti di Kebumen dikaitkan dengan lokasi penantian seorang Panglima Kerajaan Majapahit yang melarikan diri menanti kekasihnya, karena hubungan mereka tak disetujui. Menganti berarti menunggu atau menanti.

Pantai ini mempunyai karakteristik yang unik. Bila dilihat dari atas bukit, pantai ini sangat menawan dengan hamparan pantai pasir putih yang luas yang dihiasi deburan ombak yang tak pernah henti. Butuh keahlian mengendarai mobil atau motor ke area Menganti karena jalanannya  yang kecil mendaki dan berkelok-kelok. Begitu sampai, butuh perjuangan juga untuk turun mencapai bibir pantai. Bila sore menjelang sunset tiba, biasa pengunjung turun ke lokasi pantai tempat bersandarnya kapal-kapal nelayan untuk menikmati indahnya sunset.

 

SITU PATENGGANG

 

Kisah cinta sejati Dewi Rengganis dan Prabu Kian Santang mewarnai lokasi wisata Situ Patenggang. Kisahnya, karena panggilan tugas Kerajaan Siliwangi dalam menumpas pemberontak, Prabu Kian Santang harus rela meninggalkan istri tercintanya, Dewi Rengganis. Bertahun-tahun menunggu tak kunjung datang, tiba-tiba Dewi Rengganis dapat wangsit agar bertapa untuk bisa kembali dengan suaminya. Batu tempat bertapa itulah yang sekarang dikenal dengan Batu Cinta. Sedangkan Prabu Kian Santang begitu  selesai tugas langsung pulang mencari istrinya, tapi tidak ketemu. Begitu juga ketika mencari di tempat Dewi Rengganis bertapa seperti info dari sahabatnya, juga tidak ketemu. Di sisi lain Dewi Rengganis pun mencari suaminya, juga tidak ketemu. Jadilah tempat itu pateang-pateang yang artinya saling mencari. Dan ketika akhirnya mereka bertemu, Dewi Rengganis langsung memeluk erat suaminya sambil menangis, dan air mata tangisannya itu menggenang menjadi danau. Danau Situ Patenggang.

Berlokasi tidak jauh dari Kawah Putih Ciwidey, danau ini ramai dikunjungi karena memiliki pemandangan yang indah. Selain itu, pengunjung bisa naik perahu air ataupun naik perahu mesin menuju Pulau Cinta yang ada di tengah danau. Dinamakan demikian, konon bentuk pulaunya seperti hati kalau dilihat dari atas dan di pulau itu ada sebuah batu yang disebut Batu Cinta. Tiket masuk Rp 18.000 per orang (weekdays) atau Rp 20.500 (weekend). Naik perahu  menuju Pulau Cinta Rp 30.000 per orang (minimal 10 orang) PP.

Teks: Adi Pamungkas, Maulana Alam Foto: Adi Pamungkas, Dok. MyTrip
Comment