YUK JALAN-JALAN KE TANJUNG SELOR, IBU KOTA KALTARA, TEMPAT SUKU TIDUNG BERADA 2020-08-22 00:00

Tugu Cinta Damai, ikon Tanjung Selor

 

Tugu Cinta Damai yang menjulang menjadi penanda kita telah tiba di pusat kota Tanjung Selor, ibu kota Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Suasana kotanya masih terbilang sepi, menjadi sensasi tersendiri saat kita berwisata ke sini. Sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Tanjung Selor lebih cocok disebut sebagai desa raksasa ketimbang sebuah kota. Di wilayah Kabupaten Bulungan inilah sebagian warga Suku Tidung berada. Suku yang baju adatnya ikut ditampilkan di uang baru Rp75.000 edisi khusus dan sempat menjadi viral.

 

CARA KE TANJUNG SELOR

Dari Jakarta ada pesawat menuju Bandara Tanjung Harapan di Tanjung Selor dengan transit di Bandara Sepinggan Balikpapan Kalimantan Timur. Bisa juga melalui jalur laut, tapi terbang dulu dari Jakarta ke Tarakan, kota lainnya di Kalimantan Utara. Lalu naik speedboat dari Pelabuhan Tengkayu di Tarakan menuju Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor atau Dermaga Kulteka, Tanjung Selor.

 

Pelabuhan Kayan di Tanjung Selor

 

DARI BANDARA KE TENGAH KOTANYA 

Jarak dari Bandara Tanjung Harapan ke pusat kota Tanjung Selor tidak jauh, hanya sekitar 10 menit. Transportasinyan pun tidak sulit, kini sudah bisa menggunakan transportasi online atau taksi. Namun taksi di Tanjung Selor bukan seperti di Jakarta. Ini hanya julukan untuk mobil angkutan umum jenis ‘carry’ dengan tampilan yang cukup tua. Tarifnya pun bervariasi disesuaikan dengan jarak.

 

Baca juga: “100+ Destinasi Wisata Domestik yang Bisa Jadi Pilihan di Era Next Normal. Bagian 8: Kalimantan

 

OBJEK WISATANYA:

GUNUNG PUTIH

Gunung Putih adalah gunung kapur yang menyimpan keindahan alam lengkap dengan relief-reliefnya bak pahatan seorang seniman. Berada di Kabupaten Tanjung Palas, untuk ke sini berkendara dari pusat kota kurang lebih 40 menit.

 

Begitu tiba kita akan disambut sebuah tebing kapur dengan puluhan anak tangga di depannya. Dari situ kita harus melanjutkan dengan trekking menuju puncak Gunung Putih. Trekking menuju Gunung Putih bisa dilakukan sendiri, tetapi lebih baik jika ditemani warga lokal sebagai pemandu.

 

Jalurnya terbilang cukup mudah, berupa jalan berbatu yang sudah terbentuk menyerupai tangga-tangga. Namun, kita harus tetap berhati-hati karena banyaknya lumut yang membuat licin. Sebaiknya mengenakan sepatu yang nyaman atau sandal khusus jika tekking ke puncaknya. Setelah kurang lebih 20 menit trekking, kita akan tiba di lahan datar yang tidak begitu luas, dengan batu-batuan besar di sekelilingnya yang dipercaya sebagai titik tertinggi di Gunung Putih.

 

Jalur trekking di Gunung Putih

 

Mendaki Gunung Putih disarankan menjelang sunrise, jadi pukul 04.00 pagi sudah harus berangkat dari pusat kota. Kita akan terhipnotis dengan pemandangan eksotis terbitnya sang mentari dihiasi dengan lautan kabut pagi. Di kejauhan terpampang liukan Sungai Kayan beserta hamparan Kota Tanjung Selor di seberangnya. Suasananya tenang, dengan udara yang sejuk, ditambah riuhnya kicauan burung. Saat matahari semakin tinggi, cahayanya pun semakin terang, pahatan-pahatan di dinding batu semakin terlihat.

 

Pesona pagi dari puncak Gunung Putih

 

Gunung Putih juga bisa menjadi tempat untuk aktivitas panjat tebing, namun harus didampingi ahlinya. Di gunung ini juga terdapat Gua Burung yang konon dipercayai masyarakat sekitar sebagai tempat Sultan Bulungan menenangkan diri. Namun karena akses menuju Gua Burung sulit dijangkau, saya tidak sempat mengunjunginya.

 

MUSEUM KESULTANAN BULUNGAN

Masih di Tanjung Palas, terdapat museum peninggalan Kesultanan Bulungan yang memajang berbagai barang peninggalan kesultanan tempo dulu, mulai dari singgasana sultan, tempat tidur sultan, peralatan sehari-hari, hingga foto-foto silsilah para Sultan Bulungan yang pernah berkuasa. Peninggalan yang lain adalah tiga buah meriam yang terpampang jelas di depan bangunan museum.

 

Tiga buah meriam di halaman depan Museum Kesultanan Bulungan

 

Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, sesungguhnya menyimpan sejarah yang sangat berharga, yaitu kisah perjuangan Kesultanan Bulungan. Namun sayangnya pada tahun 1964 istana kerajaan yang berusia ratusan tahun yang berdiri di lahan seluas 6 hektar ini terbakar tanpa meninggalkan bekas. Karena itulah Pemerintah Daerah Bulungan membangun kembali bangunan yang sekarang, dengan bentuk yang serupa istana kesultanan yang dulu, dan dijadikan museum.

 

Barang peninggalan yang dipajang di Museum Kesultanan Bulungan

 

SUNGAI KAYAN

Datang ke Tanjung Selor, sempatkanlah menyusuri Sungai Kayan yang membelah Kabupaten Bulungan. Dengan menyewa ketinting seharga Rp150.000, kami menyusuri sungai dengan arusnya yang cukup deras sekitar 20 menit.

 

Ketinting di Sungai Kayan

 

Bagi masyarakat sekitar, Sungai Kayan menjadi urat nadi kehidupan. Sebagian besar aktivitas masyarakatnya dilakukan di sungai ini, mulai dari menangkap ikan, kerang hingga udang besar untuk dijual. Sungai Kayan juga menjadi tempat mobilisasi kegiatan tranportasi laut menuju ataupun keluar Tanjung Selor.

 

Menghabiskan sisa hari, kami memilih untuk bersantai sembari menanti senja di tepian Sungai Kayan. Infrastruktur kota yang mulai tertata tergambar dari ramainya suasana di tepian Sungai Kayan. Geliat aktivitas warga kota Tanjung Selor terlihat, mulai dari mereka yang jogging sore, mengabadikan momen dengan bidikan kamera, atau hanya sekadar berjalan-jalan santai sembari menikmati kuliner tepian Sungai Kayan. Sesekali mata dihibur dengan lalu lintas speedboat atau ketinting yang menjadi angkutan masyarakat.

 

Senja di tepian Sungai Kayan

 

PENGINAPANNYA

Penginapan di Tanjung Selor beragam, mulai dari kos-kosan yang bisa disewa per malam dengan tarif Rp100.000–200.000, losmen, hingga hotel berbintang seperti Crown Hotel, Grand Pangeran Khar Hotel, Luminor Hotel, dan masih banyak lagi dengan harga mulai Rp300.000 per malamnya.

 

Baca juga: “Kabupaten Berau Tak Hanya Punya Derawan. Ada Apa Lagi yang Menarik?

 

DURASI IDEAL KUNJUNGAN

Berkeliling ke tempat-tempat di atas cukup dalam waktu 2 hari. Namun selain tempat wisata di atas, masih banyak wisata lainnya di Kabupaten Bulungan, di luar Kota Tanjung Selor, di antaranya Air Terjun KM 18, Pantai Mangkupadi, Pantai Tanah Kuning, Islamic Center Nunukan, dan masih banyak lagi. Jika ingin mengeksplor tempat-tempat wisata di luar Kota Tanjung Selor, sebaiknya sewa kendaraan dengan tarif Rp600.000–800.000 per hari lengkap dengan supirnya.

 

Suasana Kota Tanjung Selor

 

KULINER & OLEH-OLEHNYA

Tanjung Selor memiliki kuliner khas seperti nasi subut, sate ikan pari, olahan kerang tudai, kepiting soka, dan menu masakan ikan air tawar lainnya.

 

Oleh-oleh khas Tanjung Selor mulai dari kerajinan manik-manik seperti gelang, kalung, juga ada mandau, hingga topi bulu enggang, seperti aksesoris khas Dayak pada umumnya. Makanan atau oleh-oleh khas Tanjung Selor sangat mudah didapat di Pasar Induk Bulungan, Tanjung Selor.  

 

Baca juga: "Menyelami Kehidupan Suku Dayak di Pampang, Tak Jauh dari Samarinda"

 

APLIKASI SIMPAR KALTARA

Jika ingin mengeksplor Kota Tanjung Selor bisa download aplikasi SIMPAR KALTARA di Playstore. Di dalamnya terdapat informasi seputar penginapan, tempat makan, hingga destinasi wisata yang akan membuat perjalanan Trippers lebih mudah.

Teks & Foto: Dionesia Ika
Comment