JANGAN KAGET KALAU MELIHAT BANYAK GAMBAR PENIS DI BHUTAN YA... 2019-07-04 00:00

 

Kalau Trippers berkesempatan jalan-jalan ke negara Bhutan, jangan bingung, kaget, apalagi berpikir jorok kalau melihat banyak gambar phallus atau penis di dinding bangunan di Bhutan ya... Bukan cuma gambar, bahkan banyak pula kayu yang dibentuk seperti phallus digantung di atas pintu. Suvenir dengan bentuk phallus pun banyak dijual, baik dalam bentuk ukiran kayu, gantungan kunci, bahkan pesawat terbang model phallus!

 

Pesawat terbang model phallus

 

Nggak usah misuh-misuh apalagi ngegas ya, biasa aja.... Tradisi atau kebiasaan ini pada masyarakat Bhutan tentu ada asal-usulnya. Adalah Lam Drukpa Kuenley (1455-1570), seorang bhiksu Buddhis yang dihormati orang Bhutan, yang mengenalkan dan menganjurkan pemasangan simbol phallus.

 

Simbol phallus di mana-mana

 

Bhiksu nyentrik yang dikenal juga dengan sebutan The Divine Madman ini memang memiliki gaya tersendiri dalam membabarkan ajarannya. Gayanya antimainstream, mendobrak aturan konvensional, lewat lagu, tarian, syair, maupun tingkah lucu. Ia juga dikenal sebagai bhiksu yang hidup berkelana, tidak menghindari minum alkohol dan bersenang-senang dengan para wanita, juga berburu dan berpesta.

 

Baca juga: "Serba-Serbi Bhutan (Bagian 1): Banyak Gambar Porno di Dinding Rumah?"

 

Ia berjasa menaklukkan banyak iblis jahat yang mengganggu kehidupan warga Bhutan. Salah satu yang ditaklukkan adalah iblis wanita Dochula yang sangat ditakuti. Senjata yang dipakai konon adalah phallusnya. Iblis wanita ini kemudian dikuburnya di atas bukit kecil, tempat di mana kemudian dibangunlah Chime Lhakhang atau Divine Madman Monastery.

 

Chime Lhakhang

 

Kuil ini dibangun tahun 1499 oleh Lam Ngawang Choejey, saudara sepupu Lam Drukpa Kuenley untuk menghormati Lam Drukpa Kuenley. Bentuk kuil ini sangat sederhana, hanya segiempat, nggak luas, dengan atap berwarna kuning emas, dan dinding dominan putih. Seperti kuil di Bhutan pada umumnya, ada jejeran roda doa di dinding luar kuil. Di dalam kuil nggak boleh memotret.

 

Chime Lhakhang, kuilnya sederhana

 

Kuil ini banyak didatangi para pasangan suami istri yang ingin memperoleh anak. Bhiksu di kuil ini akan memberi blessing dengan menggunakan alat blessing berbentuk phallus. Makanya kuil ini dikenal juga dengan sebutan Fertililty Temple.

 

DI MANA CHIME LHAKHANG DAN BAGAIMANA CARA KE SANA?

Chime Lhakhang berada di Distrik Punakha, tepatnya dekat Lobesa. Kalau berangkat dari Kota Paro ke sini melewati pinggiran Kota Thimphu, Dochula Pass dan Lobesa, total sekitar 4 jam berkendara kalau nonstop. Kalau dari Kota Thimphu sekitar 3 jam.

 

Untuk mencapai lokasi kuil ini kita harus berjalan kaki melewati pematang sawah yang saat musim kemarau agak berdebu, tapi udaranya cukup sejuk. Jalurnya tentu nggak sulit.

 

Jalan kaki menuju Chime Lhakhang, di antara sawah

 

Setelah melewati pematang sawah, kita masuk ke area di mana bertebaran toko-toko suvenir yang memajang banyak sekali pajangan berbentuk phallus, juga dinding-dinding rumah atau toko yang diberi gambar phallus besar-besar. Setelah itu barulah masuk jalan khusus yang menuju kuil, di beberapa tempat ada warga yang menjual suvenir, digelar di tepi jalan. Total jalan kaki santai selama 30 menit.

 

Aneka suvernir berbentuk phallus

 

Phallus Handicraft

Teks: Mayawati NH Foto: Kinley Wangdi, Kuenzang Dorji Tangbi, Mayawati NH
Comment