JATUH CINTA PADA GASA DZONG BHUTAN PADA PANDANGAN PERTAMA 2025-02-06 20:45

 

Gasa Dzong

 

Awalnya saya no idea seperti apa Distrik Gasa di Bhutan. Seindah apa sampai harus dibela-belain naik mobil berjam-jam ke sana? Nggak sempat cari tahu juga. Pokoknya pergi aja lah ke distrik yang belum pernah saya kunjungi di Bhutan ini. Highlight utamanya tentulah Gasa Dzong. Wajib dikunjungi kalau ke Gasa. Dan dzong inilah yang ‘menyambut’ kita begitu memasuki Kota Gasa.

 

Gasa Dzong ‘menyambut’ kita begitu memasuki Kota Gasa

 

DIBANGUN UNTUK MERAYAKAN KEMENANGAN ATAS TIBET

Gasa Dzong atau nama aslinya Gasa Tashi Tongmon Dzong dibangun tahun 1640 oleh Zhabdrung Ngawang Namgyal untuk merayakan kemenangan atas Tibet. Dan setelah itu dzong atau benteng ini difungsikan untuk menghalau serangan dari suku-suku di bagian utara (Tibet). Dan kini dijadikan pusat pemerintahan daerah dan keagamaan untuk Distrik Gasa.

 

Gasa Dzong kini dijadikan pusat pemerintahan daerah dan keagamaan untuk Distrik Gasa

 

Zhabdrung Ngawang Namgyal adalah seorang pemimpin agama dan politik Bhutan yang terkenal. Dialah pendiri Bhutan dan yang menyatukan Bhutan sebagai sebuah negara. Dia memasuki Bhutan dari Tibet via Gasa.

 

Gerbang masuk Gasa Dzong

 

Teras samping setelah gerbang masuk

 

Pintu masuk Gasa Dzong

 

Lokasi Gasa Dzong berada di ketinggian 2.800 mdpl. Didirikan di atas sebuah tempat meditasi yang telah ada sejak abad ke-13. Tak heran pemandangan dari halaman Gasa Dzong maupun dari balik jendelanya sangat spektakuler, ke arah lembah yang dikelilingi pegunungan.

 

Pemandangan dari Gasa Dzong

 

Memandang dari balik jendela

 

Tahun 2008 Gasa Dzong rusak bahkan habis terbakar. Untunglah diupayakan restorasi termasuk perluasan dengan tetap mempertahankan arsitektur tradisional Bhutan yang khas, sehingga kita bisa melihat Gasa Dzong yang sekarang. Cantik bertengger di atas bukit.

 

Gasa Dzong cantik bertengger di atas bukit

 

BENTUK UNIK DAN BANYAK SUDUT CANTIK

Saya sudah jatuh cinta pada Gasa Dzong pada pandangan pertama saat melintasinya di tengah kegelapan malam. Dan makin jatuh cinta saat sudah masuk ke dalamnya. Tak henti-hentinya saya menjepretkan kamera ke segala penjuru. Bentuknya unik, bundar, bukan persegiempat seperti dzong lain di Bhutan. Ada tiga buah menara pengawas/pengintai di ketiga sisi.

 

Dari luar tampak dindingnya melengkung, bundar

 

Dari dalam juga terlihat melengkung/melingkar

 

Salah satu menaranya

 

Arsitekturnya sama dengan bangunan di Bhutan pada umumnya, tembok dominan putih, dengan aksen garis warna merah di bagian dekat atap, daun jendela dan pintu dengan ukiran khas, serta atap berwarna kuning emas.

 

Arsitektur khas Bhutan

 

Di dalam dzong terdapat beberapa bangunan atau ruang kuil maupun aula yang penuh dengan ornamen yang sangat detail, patung para dewa dan lukisan indah layaknya kuil di Bhutan. Tapi sayang tidak boleh difoto, sebagaimana peraturan di semua dzong di Bhutan.

 

Buat yang suka memotret bangunan khas maupun yang suka dipotret dengan latar sudut-sudut cantik bangunan, Gasa Dzong is a must! Foto-foto berbagai sudut cantik Gasa Dzong bisa dilihat di bawah ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tertarik mengunjungi Gasa Dzong? Mari ikut trip ke Bhutan tanggal 17-26 Oktober 2025 spesial termasuk menghadiri Royal Highland Festival. Jadilah orang Indonesia pertama yang ke sana. Hubungi Hema di 0811858736

 

 

Teks: Mayawati NH (Maya The Dreamer) Foto: Hemawati NH, Mayawati NH
Comment