PANDUAN CERDAS EKSPLOR TAMAN NASIONAL TELUK CENDERAWASIH 2020-06-06 00:00

Hiu paus, primadonanya TN Teluk Cenderawasih

 

Kawasan konservasi yang dibuka untuk wisata ini menyandang gelar sebagai taman nasional laut terluas di Indonesia dan memiliki keanekaragaman biota laut maupun flora dan fauna di darat. Berada di dua provinsi, Papua Barat dan Papua. Beberapa spot perairan lautnya menjadi habitat hiu paus (whale shark) sehingga menjadi incaran banyak penyelam.

 

Total luasnya 1.453.500 ha yang terdiri dari daratan 68.200 ha dan perairan 1.385.300 ha. Di sini terdapat 46 jenis vegetasi daratan pulau. Ekosistemnya mulai hutan tropis daratan Pulau Papua, pantai, mangrove hingga terumbu karang.

 

Tercatat ada 150 jenis karang dari 15 famili yang tersebar di tepian 18 pulau besar dan kecil. Ikannya tak kalah banyak, ada 718 jenis di antaranya butterflyfish, angelfish, damselfish, parrotfish, rabbitfish, anemonefish, dan banyak lagi.

 

Keindahan bawah laut Teluk Cenderawasih

 

TN Teluk Cenderawasih berada di dua kabupaten yaitu Kabupaten Teluk Wondama (Provinsi Papua Barat) dan Kabupaten Nabire (Provinsi Papua). Kota gerbang masuknya Manokwari atau Nabire.

 

CARA KE TN TELUK CENDERAWASIH

Kawasan TNTC dapat dicapai dengan menggunakan transportasi laut dan udara serta sebagian dengan kendaraan darat. Untuk ke Nabire dari Jakarta bisa naik pesawat ke Biak atau Manokwari dulu. Sedangkan ke Wasior dari Jakarta naik pesawat ke Manokwari dulu, begitu juga ke Ransiki.

 

Baca juga: "Panduan Cerdas Eksplor Taman Nasional Komodo"

 

WAKTU KUNJUNGAN TERBAIK

Januari hingga Agustus.

 

IZIN BERKUNJUNG

Semua pengunjung diwajibkan melapor dan membuat Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (Simaksi) di Kantor Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih (BBTNTC) di Manokwari atau Kantor Bidang Pengelolaan Taman Nasional (BPTN) Wilayah I di Nabire, BPTN wilayah II di Wasior dan BPTN wilayah III di Ransiki.

 

PEMBAGIAN WILAYAH

TNTC dibagi menjadi 3 wilayah:

WILAYAH YEMBEKIRI

Wilayah ini terdekat dari Kabupaten Manokwari. Kantor BPTN III Yembekiri terletak di Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan. Menuju ke sini melalui jalur darat +/-2 jam. Di Kantor Bidang BPTN III ini kita dapat mengajukan Simaksi, lalu melanjutkan perjalanan menuju Gunung Botak, pintu masuk ke kawasan TNTC. Lama perjalanan ke Gunung Botak dari Ransiki kurang lebih 1,5 jam melalui jalur darat.

 

Perkampungan di BPTN III Yembekiri

 

Pulau Nusrowi

Kegiatan yang dapat dilakukan: wisata pantai, menyelam, mengamati terumbu karang dan ikan, serta memancing.

 

Purup (terdiri dari banyak pulau kecil)

Kegiatan yang dapat dilakukan: melihat telaga di tengah pulau serta lukisan pada dinding tebing yang merupakan peninggalan seni budaya nenek moyang suku Wandamen, menyelam (ada schooling giant trevally, barakuda dan hiu).

 

Pulau Roswar

Kegiatan yang dapat dilakukan: merasakan kesegaran air terjun, wisata pantai, wisata air panas yang berasal dari belerang di hulu sungai, pengamatan burung dan lumba-lumba, menyelam di timur Pulau Roswar. Di sini juga ada kerangka peti serta piring antik prasejarah peninggalan suku Biak Numfor yang tersimpan di dalam gua.

 

Pulau Rumberpon

Kegiatan yang dapat dilakukan: menyaksikan ritual budaya di antaranya Pelepasan Perahu Baru, kesenian seruling tambur dan upacara adat keagamaan; menyelam di titik penyelaman berupa kerangka pesawat tempur Jepang peninggalan Perang Dunia II; berjemur, berenang dan menikmati sunrise di Pantai Pasir Panjang (Pantai Wondui) yang panjangnya 7 km; trekking ke atas alang-alang Kampung Isenebuay.

 

Pesisir Kampung Isenebuay

 

Pulau Yoop

Kegiatan yang dapat dilakukan: menyelam (termasuk melihat lumba-lumba); mengamati satwa unik seperti kus-kus, rusa liar dan burung gosong; menonton kesenian tradisional berupa tarian Balengan Wesasama, Sasuai, Ikuturunando (upacara gunting rambut), Wisataradio (upacara tindik telinga), dan Jisusarae (upacara lepas gelang). Di pulau ini juga terdapat sebuah batu unik yaitu Batu Anitui yang dipercaya jika mampu mengangkatnya maka keinginan akan terkabul. Di sisi barat pulau terdapat batu-batu karang di mana dalam celah karang terdapat tulang-tulang tengkorak, sisa kuburan orang Yop kuno.   

 

WILAYAH WASIOR

Wasior, ibu kota Kabupaten Teluk Wondama didominasi kawasan konservasi. Hampir 80% wilayah administratif Kabupaten Teluk Wondama adalah kawasan TNTC. Ada juga cagar alam Wondiboy yang membentang dari utara Duariri ke selatan Rasiey. Untuk sampai ke Wasior perlu menggunakan kapal penumpang atau melalui jalur udara. Jalur laut dapat ditempuh 6-12 jam tergantung kapal yang digunakan, kapal PELNI, PT. ASDP atau kapal swasta.  

 

Aisandami

Kegiatan yang dapat dilakukan: menikmati air terjun dari atas Kampung Aisandami, sambil berjalan kaki menaiki bukit untuk mengamati keindahan vegetasi pepohonan dan kicauan burung; berenang di Pantai Rowor dan menikmati indahnya pasir putih.

 

Selat Numamuram

Kegiatan yang dapat dilakukan: menyelam di spot berupa pesawat jatuh peninggalan Perang Dunia II di kedalaman 12 m di tubir karang keras. Di Pulau Numamuram ditemukan jenis kipas laut, ikan bumphead, giant trevally, butterfly fish, objek makro seperti belut pita, udang, ikan gobi.

 

Butterfly fish

 

Yende

Kegiatan yang dapat dilakukan: wisata pantai antara Kampung Yende dan Kampung Syabes (bisa memancing, berenang dan menyelam), menikmati air terjun dengan tiga tingkatan, menyaksikan kesenian seruling tambur. Di Kampung Yende juga terdapat alkitab tua agama Nasrani terbitan tahun 1898 yang ditulis dalam bahasa Indonesia, yang masih disimpan dengan baik di gereja tua Isna Jedi, serta makam misionaris yang menjadi objek wisata rohani dan sejarah.

 

Tanjung Ayami

Kegiatan yang dapat dilakukan: menyelam di spot yang sering dikunjungi kapal pesiar, menikmati air terjun kecil di pantainya yang mengalir ke laut, menikmati pantai pasir putihnya.

 

Kepulauan Auri

Kegiatan yang dapat dilakukan: menyelam untuk menemukan kima, hiu, penyu, schooling trevally, 2 bangkai pesawat tempur di Pulau Rouw; di Pulau Abaruki bisa berenang, menyelam, memancing, mengamati lumba-lumba dan burung, dan menikmati sunset di pantai.

 

Penyu

               

WILAYAH NABIRE

BPTN I Nabire berada di Kabupaten Nabire, Papua. Ke Kota Nabire bisa menggunakan pesawat dari Jakarta via Makassar dan Ambon, dan dari Manokwari via Jayapura. Atau menggunakan kapal laut dari Pelabuhan Manokwari menuju Pelabuhan Nabire.

 

Kwatisore

Kegiatan yang dapat dilakukan: menyaksikan pertunjukan “Bambu Gila” maupun berbagai atraksi budaya seperti upacara penyambutan tamu dengan ritual pecah/injak piring; membeli kerajinan tangan buatan masyarakat; trekking ke puncak bukit untuk melihat Batu Akuidiomi dan pemandangan laut Teluk Cenderawasih.

 

Hiu paus, si raksasa yang jinak

 

Dan aktivitas utama di sini adalah berenang dengan hiu paus yang oleh warga lokal disebut Hiniotanibre. Tak jauh dari Kampung Kwatisore berjejer bagan-bagan milik nelayan. Di sinilah Trippers dapat menemukan hiu paus yang sedang mencari makan di bawah bagan tempat berkumpulnya plankton dan ikan puri.

 

Tanjung Napanyaur

Kegiatan yang dapat dilakukan: mengamati burung cenderawasih menari di atas pohon,  memotret aktivitas masyarakat suku Yaur, mengamati kima yang dikumpulkan masyarakat.

 

Pulau Pepaya, Nutabari dan Nuburi

Kegiatan yang dapat dilakukan: menyelam (ada karang keras, hiu martil, hiu black tip, penyu hijau, dan penyu sisik), berenang, memancing, mengamati burung dan vegetasi hutan daratan pulau termasuk kelelawar.

 

Pulau Pepaya

 

Tanjung Mangguar

Kegiatan yang dapat dilakukan: mengamati burung, menyelami gua-gua bawah air yang ada di kedalaman 40 m (ada karang lunak, barakuda, Lutjanusbohar, Macolor maculatus, hiu black tip).

 

Teks: Mayawati NH (Maya The Dreamer) Foto: Mayawati NH, Mulyadi, Ran Ogistira
Comment