KEGIATAN UJI NYALI YANG TAK PERNAH ANDA BAYANGKAN ADA DI BALI 2016-03-24 00:00

 Kegiatan uji  nyali di Bali? Rafting ya? Bukaaan. Tapi canyoning. Canyoning itu sama dengan kayaking yang menyusuri sungai atau laut dengan kayak? Haha, bukan. Itu sih canoeing. Ini canyoning. Beda banget!

Canyoning adalah kegiatan menyusuri tebing air terjun dengan beberapa teknik di antaranya memanjat, mendaki, abseiling/rappelling (menuruni bidang dengan kemiringan 90 derajat dengan double rope), melompat, meluncur (sliding), berjalan di sungai dan juga berenang. Makanya kegiatan ini mensyaratkan pesertanya harus bisa berenang.

 

 Masih tahap awal

Kegiatan menantang adrenalin ini termasuk baru di Indonesia, dan baru ada satu operator yang membukanya untuk umum di Bali, tepatnya di area Air Terjun Gitgit di Singaraja. Nama operatornya Adventure and Spirit Canyoning Bali. Sebaiknya buking dulu, karena kegiatan ini membutuhkan perlengkapan yang disesuaikan dengan ukuran badan seperti wetsuit, booties dan helm yang akan dipinjamkan.

Berpose dulu

Ada banyak paket yang ditawarkan dari yang cocok buat pemula sampai yang advanced. Untuk pemula disarankan mengambil paket Kalimudah (2,5 jam, USD 145), atau paket Kerenkali (3-4 jam, USD 195). Jika jumlah peserta dalam satu grup minimal 5 orang bisa minta diskon. Harga sudah termasuk antar jemput dengan mobil ber-AC, peralatan standar (wetsuit, booties, helm, harness), instruktur profesional, 1 botol air minum, makan siang, asuransi, dan fasilitas kamar bilas.

Pemandu memberi contoh

Sediakan waktu seharian jika ingin mencoba kegiatan ini. Kita akan dijemput di hotel di area mana pun di Bali. Karena Gitgit berada cukup jauh di utara, biasanya yang menginap di Kuta akan dijemput pkl.06.00. Begitu tiba di lokasi kita langsung diminta memakai semua perlengkapan, untuk kemudian dibriefing. Briefing nggak cuma mendengarkan, tapi kita langsung praktek abseiling di area latihan. Usai itu barulah kegiatan dimulai.

Menjelang finish

Adrenalin akan terpacu saat kita berseluncur di air terjun kecil dengan cara duduk menjulurkan kaki, lompat ke kolam di bawah air terjun (ketinggian maksimal +/- 8 m), dan tentunya abseiling di dinding air terjun setinggi +/-20 m. Seru dan menegangkan pastinya. Kadang saat abseiling kita terpeleset, tapi tali yang disambungkan ke harness di badan akan menahan kita, sehingga dengan satu usaha, kita mampu menjejakkan kembali kaki di dinding tebing. Intinya jangan panik. Yakin pada peralatan dan instruktur. Wanna try?

Di balik air terjun

 

 

Teks: Mayawati NH Foto: Dok. Adventure and Spirit Canyoning Bali
Comment