KE KUPANG? WAJIB CICIP DAGING SE’I DOOONG.... 2020-03-28 00:00

Se’i babi dan sambal lu’at

 

Nggak afdol kalau berkunjung ke suatu tempat tapi nggak mencicipi makanan khasnya. Ya kalaupun makanan tersebut sudah bisa didapatkan di Jakarta atau kota tempat Trippers tinggal, tapi rasanya kok ya tetap kurang afdol kalau nggak nyoba di tempat aslinya. Adalah daging se’i khas Kota Kupang di Pulau Timor NTT yang wajib banget buat dicicipi dan sekaligus dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Versi aslinya memang nonhalal, karena dari daging babi. Tapi tenang saja, buat sobat Muslim ada kok se’i sapi.

 

SE’I ITU DAGING ASAP?

Dibilang daging asap, bisa iya, bisa nggak. Karena memang cara memasaknya dengan diasap, tapi beda dengan daging asap pada umumnya. Perbedaan utama terletak pada daun yang membungkus atau menutupi daging saat diasapi dan kayu yang dibakar. Dan tentu beda pula dalam hal rempah-rempah yang dipakai untuk membumbui daging sebelum diasap. Tiap restoran tentu punya resep sendiri-sendiri.

 

Istilah se'i sendiri berasal dari bahasa Rote yang artinya daging yang dipotong memanjang. Di Pulau Rote, yang letaknya dekat Kupang, awalnya dipakai daging rusa. Tapi karena rusa dilindungi, diganti daging sapi atau babi. Nah sesuai namanya, dagingnya dipotong memanjang, lalu diberi bumbu. Lalu daging diletakkan di atas para-para dan ditutup daun kosambi, sementara di bawahnya kayu kosambi dibakar hingga menghasilkan udara panas dan asap yang membuat dagingnya matang. Dibutuhkan waktu yang lama untuk membuat dagingnya matang dan siap disantap, bisa 9 jam. Maklumlah, karena dagingnya nggak dibakar, nggak kena api, hanya diasapi. Dan daun serta kayu kosambi inilah yang bikin aromanya khas, beda dengan daging asap pada umumnya. Katanya, ada juga rumah makan tertentu yang memakai daun ataupun kayu lain yang khas dan dirahasiakan.

 

Baca juga: "Gua Kristal di Kupang Kini Sudah Memberlakukan Tiket Masuk"

 

BISA CARI DI MANA DI KUPANG?

Yang paling terkenal ada dua tempat, yakni Depot Bambu Kuning dan Depot Se’i Babi Aroma. Aroma di Kupang ada 2 lokasi, di Jl. Cak Doko No.35L dan Jl. Shopping Center. Sementara Bambu Kuning berada di Jl. Perintis Kemerdekaan I. Selain bisa makan di tempat, kita juga bisa membeli daging se’i kiloan dan dikemas vakum untuk dibawa pulang. Tahan cukup lama, karena memang daging yang dimasak dengan cara diasap lebih tahan lama, apalagi disimpan di kulkas. Dengan diasap, warna dagingnya juga masih sedikit merah, seperti daging segar, napsuin deh pokoknya.

 

Napsuin 'kan....
 

Selain kedua tempat itu, di Kupang juga ada lagi 2 tempat yang menjual se’i yang enak yakni:

- Kedai Se’i Baun (Om Ba’i) di Desa Teunbaun Kecamatan Amarasi Barat, 25 km dari Kupang (masuk Kabupaten Kupang, bukan kota).

- Toko Ibu Soekiran, tempat beli oleh-oleh di Kupang yang ngetop. Tempat ini menjual se’i sapi dan se’i ikan dalam kemasan vakum.

 

Baca juga: "Jeruk Keprok Soe Kapan Ya Bisa Dijual di Jakarta?"

 

TEMAN MAKAN SE’I

Makan se’i temannya pasti sambal lu’at. Sambal khas Kupang ini nggak boleh nggak ada saat makan se’i. Yang bikin khas, selain pedasnya menohok, adalah adanya kulit jeruk purut dan daun lu’at di dalam sambalnya. Tapi ada juga resto yang menggantikan sambal lu’at dengan sambal matah.

 

Se'i babi dan sambal lu'at

 

Teman lainnya adalah tumis bunga pepaya. Rasa se’i yang sangat kaya dipadukan dengan rasa pahit daun pepaya menjadikannya pairing yang sempurna. Beberapa kedai juga menyediakan sayur daun singkong sebagai teman makan se’i.

 

Se'i babi dan tumis bunga pepaya

 

DI JAKARTA ADA?

Di Jakarta sudah cukup banyak resto yang menyajikan menu se’i. Selain babi, lebih banyak lagi yang menjual varian halal yakni sapi, bahkan ayam dan tuna. Beberapa resto itu di antaranya Se'i Sapi Narama, Se'ilera Sei Sapi, Sei’ra, Daging Asap Sambal Se’i Sapi, Se’i Kesambi, Se’i Kupang 88, Se’i & Co, Seimoo, Kedai Mini Tapi Se’i Sapi, Koka Sikka Se’i Sapi, Se.Ko.Tak dan lain-lain. Di Bandung dan Surabaya juga ada beberapa resto se’i.

 

Se'i sapi

 

Tapi beneran deh, tetap lebih afdol makan di tempat aslinya di Kupang. Slurrrrp.....

Teks: Mayawati NH (Maya The Dreamer) Foto: Mayawati NH, Raiyani Muharramah
Comment
Phillipp

It is appropriate time to make some plans for the longer term and it is time to be happy. I have read this submit and if I may I desire to recommend you some attention-grabbing issues or tips. Perhaps you could write next articles referring to this article. I wish to read even more things about it! I am sure this article has touched all the internet users, its really really good article on building up new blog. Ahaa, its pleasant conversation concerning this article at this place at this webpage, I have read all that, so at this time me also commenting here. http://newground.com

2020-04-14