WALAUPUN ANGKER, SULIT MENAHAN UNTUK NGGAK NYEBUR DI GUA HAWANG PULAU KEI 2020-03-27 00:00

Beningnya air Gua Hawang sangat menggoda

 

Kalau bicara objek wisata menarik di Kepulauan Kei Maluku Tenggara, orang pastilah menyebut Pantai Ngurbloat maupun Ngurtafur. Keduanya memang indah luar biasa, dan wajib dikunjungi kalau ke Kei. Tapi ada satu lagi tempat di Kei yang tak kalah menarik. Bukan pantai, tapi gua. Namanya Gua Hawang.

 

Penampakan gua jika dilihat dari dalam


Lokasinya di Desa Letvuan, berjarak 16 km dari Bandara Karel Sadsuitubun di Langgur, Pulau Kei Kecil (bandara gerbang masuk ke Kei). Berkendara dari bandara sekitar 25 menit. Kalau dari Pantai Ngurbloat yang biasa dipilih sebagai homebase untuk eksplor Kei, berkendara ke Gua Hawang 35 menit, menempun jarak 27 km. Sementara untuk mencapai Langgur dari Jakarta, naik pesawat dengan transit di Ambon. Lama penerbangan Jakarta-Ambon 3,5 jam, sedangkan Ambon-Langgur 1,5 jam.

 

Baca juga: "Alternatif Liburan Melipir dari Kota Ambon: Larike"

 

Jenis guanya gua air, airnya berasal dari mata air Evu, mata air terbesar di Kepulauan Kei. Terhubung lewat sungai bawah tanah, dan tersambung ke lautan. Kedalaman air di dalam gua 1-3 m tergantung kondisi pasang surut. Yang jelas, saking jernihnya, dasarnya terlihat.

 

Saking jernihnya, dasarnya terlihat

 

Dari lokasi parkir jalan kaki melewati jalan setapak yang sudah rapi dikonblok, hanya hitungan beberapa menit, sudah tiba di guanya. Untuk bisa menikmati keindahan stalaktit, stalagmit dan beningnya air kolam alami di dalam gua harus menuruni anak tangga yang sudah dibuat rapi oleh pengelola, hanya beberapa step saja. Jadi sama sekali nggak sulit untuk ke sini, manula pun bisa. Gua ini juga sudah dikelola dengan baik. Kamar bilas dan toilet tersedia di dekat lokasi parkir, walaupun kondisinya kurang terawat.

 

Jalan setapak konblok menuju gua

 

Penampakan mulut guanya

 

Meskipun bernuansa angker, apalagi kalau denger ceritanya, tapi nggak ada larangan untuk berenang di kolam alami gua ini. Hanya perlu kehati-hatian saat menapaki bebatuan yang licin untuk mencapai kolamnya. Dan karena kedalamannya bisa sampai 3 m, tentu hanya yang bisa berenang yang aman untuk nyemplung ya. Yang nggak bisa berenang cukup mencelup-celupkan kaki saja kalau penasaran ingin merasakan kesejukan airnya. Soalnya nggak ada penyewaan ban ataupun jaket pelampung di sini. Kecuali bawa sendiri ban berenangnya untuk foto-foto cantik.

 

Angker, tapi menggoda untuk direnangi

 

Saat berenang  harus hati-hati jangan sampai kaki menendang batu tajam. Dan sebaiknya juga jangan berenang masuk ke dalam lorongnya. Lagian juga gelap, nggak kelihatan apa-apa di situ. O ya, kolam ini juga aman buat diterjuni. Anak-anak lokal yang biasa melakukan ini karena mereka sudah hapal bagian mana yang aman buat diterjuni dari tepi batu yang agak tinggi. Kalau nggak paham dan nggak ada anak lokal yang memandu jangan sembarangan terjun karena salah perhitungan bisa kena batu yang dangkal.

 

Baca juga: "Inilah Fakta Menarik Benteng Tahula di Tidore"

 

Lantas cerita seramnya seperti apa sih? Arti namanya saja sudah seram lho... Hawang dalam bahasa lokal bermakna “arwah” atau "setan". Konon banyak hantu yang bersemayam di sini. Tapi percaya deh, walaupun tahu angker, nggak bakal tahan untuk nggak nyemplung. Airnya bener-bener bening dan sejuk. Apalagi kalau tahu, air di gua ini bisa bikin awet muda, enteng jodoh dan yang sulit mendapatkan keturunan akan mendapatkan keturunan kalau berenang di sini.

 

Legendanya, batu atau stalagmit yang menonjol di tengah kolam di dalam gua dulunya itu adalah seorang pemburu yang sedang memegang tombak, sementara 2 batu yang lebih rendah dan kecil di sebelahnya adalah 2 ekor anjingnya. Konon pemburu ini pergi berburu babi hutan ditemani 2 anjingnya. Lantas babi yang diburu tiba-tiba lenyap saat masuk gua. Karena kelelahan dan haus, si pemburu dan 2 anjingnya pun minum air gua yang ternyata sangat pahit. Si pemburu marah dan keluarlah sumpah serapah dari mulutnya. Malang tak dapat ditolak, seketika itu juga ia dan kedua anjingnya dikutuk menjadi batu oleh roh penunggu gua ini.

 

Stalagmit yang menonjol itu adalah batu si pemburu

 

Nggak ada larangan sih untuk memegang batu-batu ini. Biasanya yang berenang pegangan batu pemburu ini untuk beristirahat. Cuma dilarang mengumbar kata-kata kasar di dalam gua. Wanita yang sedang datang bulan juga sebaiknya tidak mendekat ke gua ini.


Gua Hawang dibuka untuk wisatawan sejak 2014. Tapi keberadaannya sendiri entah sudah sejak kapan. Pertama kali ditemukan oleh tetua adat setempat. Dulunya Gua Hawang sering dijadikan tempat semedi untuk mengharapkan berkah dan keberuntungan.

 

So far masuk ke Gua Hawang hanya bayar per mobil, Rp20.000.

Teks: Mayawati NH (Maya The Dreamer) Foto: Mayawati NH, Priyo Tri Handoyo
Comment