INILAH BUKIT PIARAKUKU DAN TANARARA DI SUMBA YANG MEMILIKI JALANAN TERINDAH 2026-02-15 12:10

Jalanan terindah ada di Bukit Piarakuku dan Tanarara di Sumba Timur

 

Pulau Sumba di Nusa Tenggara Timur (NTT) dikenal sebagai Negeri Seribu Bukit. Karena Sumba memang punya satu magnet utama yakni sabana perbukitan yang sangat memukau. Yang lebih dulu populer Bukit Wairinding. Tapi, ada satu bukit --tepatnya dua yang berdekatan-- yang belakangan makin sering dibicarakan yakni Bukit Piarakuku dan Tanarara, sebuah hamparan sabana perbukitan di wilayah Sumba Timur. Selain deretan bukit bergelombang yang seakan tiada habisnya, wilayah perbukitan ini juga digadang-gadang memiliki jalanan terindah di Indonesia. Ya, jalanan yang dibangun meliuk-liuk di antara pinggang maupun punggung bukit ini benar-benar sangat estetik, terlebih kalau dilihat dari ‘mata’ drone. Tapi tenang, dengan mata telanjang pun Anda dapat menyaksikannya. Berdirilah di salah satu sudut Bukit Piarakuku, maka akan terlihat ruas jalanan mengular diapit perbukitan yang sangat ikonik dan dramatis!

 

Tanpa drone pun bisa menyaksikan jalanan terindah dari Bukit Piarakuku

 

LETAK BUKIT PIARAKUKU DI MANA?

Bukit Piarakuku, sering disebut juga Palindi Piarakuku, berada di Desa Persiapan Hawurut Kecamatan Matawai La Pawu Kabupaten Sumba Timur Pulau Sumba, NTT. Lokasinya sekitar 40 km dari pusat kota Waingapu, Ibu Kota Kabupaten Sumba Timur. Berkendara sekitar 1 jam ke arah selatan. Sementara Bukit Tanarara berada setelah Bukit Piarakuku, terhubung dengan jalanan ikonik itu. Sebelum masuk ke Bukit Piarakuku, sebenarnya ada bukit lain namanya Bukit Hiliwuku. Penandanya hanya sebuah teras pandang kecil. Pokoknya, jangan tidur saat perjalanan ke wilayah perbukitan ini. Karena pemandangan menjelang area perbukitannya pun sudah sangat melenakan mata.

 

On the way ke bukitnya pun pemandangannya sudah melenakan mata

 

PERLU JALAN KAKI JAUHKAH UNTUK MENCAPAINYA?

Mobil pun bisa naik dan parkir hingga di spot utama Bukit Piarakuku. Jadi begitu turun mobil kita sudah bisa langsung melihat pemandangan maha cantik. Paling-paling jalan kaki sedikit kalau mau berfoto agak ke bawah dan mau mencai angle yang berbeda. Jadi tempat ini ramah bagi lansia maupun balita.

 

Mobil bisa naik menuju spot utama Bukit Piarakuku

 

Mobil parkir di spot utama Bukit Piarakuku

 

Jalan kaki sedikit ke bawah untuk mendapatkan angle foto yang berbeda

 

DAYA TARIK LAINNYA BUKIT PIARAKUKU

Menariknya nih… di beberapa sudut bukit diletakkan patung-patung batu hasil karya seniman lokal, Jeferson Tamu Ama yang membuat bukit ini laksana galeri seni di alam terbuka. Patung-patung yang menggambarkan tokoh ataupun simbol budaya Sumba ini diletakkan di sini sejak Agustus 2019. Sayangnya, terjadi aksi vandalisme, perusakan bahkan pelenyapan/pencurian bagian-bagian patung di awal 2023. Sehingga beberapa patung tampak tak berkepala. Sayang sekali ya….

 

Gerbang masuk Bukit Piarakuku didekorasi dengan patung-patung

 

Laksana galeri seni di alam terbuka

 

Patung tanpa kepala, menyedihkan….

 

WAKTU TERBAIK

Kapan pun mengunjunginya, kita akan disuguhi pemandangan perbukitan yang indah. Hanya saja kalau mau melihat warna bukitnya hijau segar, datanglah di musim hujan atau selepas musim hujan seperti bulan Maret hingga Mei. Sementara kalau mau melihat warna bukitnya kuning keemasan atau eksotis kecoklatan datanglah di musim kemarau seperti Juli hingga September. Sensasinya beda, sama indahnya.

 

Bulan Mei Bukit Piarakuku lebih hijau

 

Bulan September Bukit Piarakuku kuning keemasan

 

Mengenai waktunya, pagi, siang atau sore… Pun sama. Datang kapan pun tetap indah! Tapi datang saat sunrise atau sunset pasti lebih fotogenik lagi hasil fotonya dan syahdu suasananya.

 

Tentu disarankan datang saat cuaca cerah, tidak mendung apalagi hujan. Karena you know… langit Sumba pas cerah pasti cetar membahana.

 

Langit Sumba cetar membahana

 

BUTUH BERAPA LAMA EKSPLOR BUKIT PIARAKUKU?

Area view point-nya tidak terlalu luas memang. Tapi…. terlalu banyak sudut indah di sini. Bagi yang hobi motret pemandangan apalagi hobi dipotret, dan apalagi kalau Anda datang berombongan, pasti butuh waktu setidaknya 1,5 bahkan 2 jam di sini. Ada beberapa spot foto yang pasti diantrein. Belum lagi kalau mau bikin konten. O ya, jangan lupa bawa kain Sumba ke sini buat berfoto.

 

Antre di spot foto

 

Yang hobi difoto pasti butuh waktu lebih lama

 

Jangan lupa bawa kain Sumba ke Bukit Piarakuku

 

Selesai dari Bukit Piarakuku, direkomendasikan untuk lanjut ke arah Bukit Tanarara dengan jalanan indahnya itu. Bisa tak perlu turun mobil, hanya perlu buka kaca untuk menikmati pemandangan spektakuler dan memvideokannya. Kalau penasaran dan ada waktu, turun jugalah di beberapa spot yang menurut kalian menarik. Beda mata tentu beda angle yang dicari.

 

Menikmati jalanan terindah dari Bukit Piarakuku ke Bukit Tanarara tanpa keluar dari mobil

 

Menikmati jalanan terindah dari Bukit Piarakuku ke Bukit Tanarara

 

Berhenti sejenak untuk berfoto

 

Belum lagi kalau mau ambil video dengan drone. Tentu butuh waktu lebih lama lagi. Memang nggak akan bisa sebentar di sini.

 

Hasil capture video drone

 

Hasil capture video drone

 

ADA FASILITAS APA SAJA?

Sayangnya, hanya ada satu gazebo, kursi kayu untuk berfoto, selebihnya nggak ada fasilitas sama sekali. Kalau hendak buang air kecil, kita bisa menumpang di rumah warga yang memiliki toilet sederhana yang berada beberapa kilometer sebelum memasuki area perbukitan. Bayar seiklasnya.

 

Gazebo di Bukit Piarakuku

 

Kursi kayu untuk berfoto

 

Mau ke Sumba? Yuk ikutan Just Pack & Go to Sumba bersama MyTrip tanggal 28 Mei-2 Juni 2026. Tidak cocok tanggalnya? MyTrip bisa aturkan private trip ke Sumba untuk minimal 2 orang saja. Hubungi MyTrip di 0811821006.

 

Teks: Mayawati NH (Maya The Dreamer) Foto: Chronicles Video Production, Mayawati NH, Dok. MyTrip
Comment