PANDUAN & TIPS MENGEKSPLOR ISTANA VERSAILLES DI PARIS 2020-05-29 00:00

The Gardens yang mempercantik Istana Versailles

 

Paris sebagai kota yang menjadi destinasi impian hampir semua pejalan dunia pastilah memiliki banyak tempat favorit yang wajib dikunjungi. Salah satu yang harus masuk daftar kunjung kalau ke Paris adalah istana megah nan luas yang terletak 17 km dari pusat Kota Paris dan merupakan hasil karya seni akbar pada abad ke-17, Istana Versailles.

 

DIBANGUN OLEH THE SUN KING

Interiornya didominasi warna emas dan aneka ukiran yang terinspirasi dari bentuk matahari, sesuai julukan untuk Raja Louis XIV, The Sun King, yang membangun istana ini. Taman di belakang istana juga didesain dengan tata letak yang cantik dipandang mata dan dilengkapi patung dan air mancur dengan sentuhan seni yang berkelas.

 

Gerbang dengan ukiran bentuk matahari

 

Luas keseluruhan Versailles 1.070 ha, luas bangunan 67.000 m2 dan memiliki 2.300 kamar. Tahun 1837 Versailles diubah menjadi museum oleh Louis Philip, sepupu Louis XVI.

 

Turis ke sini bukan hanya untuk melihat setiap sisi istana yang interiornya cantik dan menyimpan karya seni masa lalu yang berharga, tapi juga pemandangan di sekitar istana yang asri dan artistik.

 

Baca juga: "Ke Paris Harus Mengunjungi Ini Semua (Bagian 1)"

 

SAKSI KEJAYAAN DAN KEJATUHAN

Raja Louis XIV berjaya, tapi cucunya yaitu Louis XVI dan istrinya Marie Antoniette gagal mengelola negara dan akhir hidupnya tragis. Marie Antoniette ratu yang gemar berpesta padahal rakyat sedang susah. Ia dihukum mati saat berusia 37 tahun setelah sebelumnya suaminya dihukum mati terlebih dahulu karena keduanya dianggap berkhianat, melakukan intrik dengan negara lain.

 

THE PALACE

Area istana ini mayoritas dibangun oleh arsitek pertama yang bernama Louis Le Vau dengan supervisi Louis XIV. Di sini kita dapat melihat beberapa ruangan sebagai berikut:

- Hall of Mirrors yang artistik dan keren ini adalah bagian yang paling terkenal dari istana ini. Menjadi saksi sejarah penandatanganan Treaty of Versailles pada 28 Juni 1919 yang menandai berakhirnya Perang Dunia I. Hall of Mirrors yang salah satu sisinya menghadap ke taman istana ini berukuran lebar 10,2 m, panjang 70 m dan tinggi 12,5 m, serta memiliki total 357 kaca.

Hall of Mirrors

 

- The King’s State Apartments memiliki 7 ruangan mewah bergaya Italia dan langit-langitnya dihiasi lukisan-lukisan yang menawan, di antaranya Hercules Room yang merupakan bangunan terakhir yang dibuat pada masa Louis XIV. Selain itu ada Plenty Room yang merupakan ruang istirahat, Venus Room dan Diana Room yang terletak di pintu masuk utama, Mars Room, Mercury Room yang pernah menjadi kamar raja sampai tahun 1738 dan Apollo Room.

 

- The King’s Private Apartment. Louis XIV juga membuat beberapa ruangan yang lebih pribadi, yang letaknya menghadap Marble Courtyard dan Royal Courtyard. Di sini dipajang koleksi karya seni dan lukisan karya sang raja. Penerusnya, Louis XV membuat banyak perubahan dan memperluas apartemen ke lantai atas, menciptakan kamar baru, lemari kerja, ruang makan, perpustakaan, galeri ilmiah, dan laboratorium. Ruang itu juga digunakan oleh Louis XVI.

 

Marble Courtyard

 

- The Gallery of The Great Battles, berlokasi di ruangan terbesar di istana (panjang 120 m dan lebar 13 m) dan mencakup hampir seluruh lantai pertama di South Courtyard. Galeri lukisan ini menggambarkan hampir 15 abad kesuksesan militer Prancis, dari masa Clovis hingga Napoleon, melalui sekitar 30 lukisan.

Jam buka: 09.00–17.30 (1 November-31 Maret), 09.00– 18.30 (1 April-31 Oktober). Tutup setiap Senin, 25 Desember dan 1 Januari.

 

GRAND TRIANON & PETIT TRIANON

Grand Trianon adalah karya arsitek Jules Hardouin-Mansart pada tahun 1687, tempat Louis XIV bisa melarikan diri dari hiruk-pikuk istana dan menikmati kebersamaan dengan gundiknya, Madame de Montespan.

 

Grand Trianon

 

Petit Trianon adalah bangunan kecil di sebelah Grand Trianon yang dibangun di situs taman botani pada masa Louis XV, karya arsitek Ange-Jacques Gabriel untuk gundik Louis XV, Madame de Pompadour. Berikutnya, sang pewaris sejak naik tahta pada 1774, Louis XVI yang berusia 20 tahun memberikan tempat ini dan taman di sekitarnya kepada Ratu Marie Antoinette yang berusia 19 tahun.  

Jam buka: 12.00–17.30 (1 November-31 Maret), 12.00–18.30 (1 April-31 Oktober). Tutup setiap Senin, 25 Desember dan 1 Januari.

 

THE GARDENS

Taman luas ini dihiasi pepohonan yang didesain dengan tata letak meliuk-liuk yang artistik bersinergi dengan beberapa lokasi kolam air mancur. Berada di bagian belakang istana. Pada musim panas aneka bunga juga akan menghiasi taman ini.

 

The Gardens

 

Jam buka: 08.00-18.00 (1 November-31 Maret), 08.00–20.30 (1 April-31 Oktober), setiap hari, kecuali cuaca tidak memungkinkan.

Dapat diakses melalui:

- The Main Gate (masuk terakhir pukul 17.30)

- The Chapelle Gate (09.00-17.30)

- The Dragon Gate (12.00-18.00, masuk terakhir pukul 17.30)

- The Neptune Gate, The Menagerie Gate, The Little Venice Gate (selama musim panas 6 April-27 Oktober setiap Sabtu dan Minggu dan setiap Selasa selama 21 Mei-25 Juni).

 

THE PARK

Taman seluas 800 ha ini dilengkapi jalan setapak dikelilingi pepohonan nan hijau yang cocok dinikmati sambil berjalan santai atau jogging. Kita bisa berjalan dari Trianon ke arah The Garden melalui jalan setapak yang terawat dikelilingi pohon-pohon tinggi.

Jam buka: 08.00-18.00 (1 November-31 Maret), 07.00–20.30 (1 April-31 Oktober), setiap hari, kecuali cuaca tidak memungkinkan.

Dapat diakses melalui:

- The Main Gate (08.00-20.30, masuk terakhir pukul 19.00)

- The Queen's Gate (07.00-20.30, masuk terakhir pukul 20.00)

- The Sailors' Gate (09.30-19.00, masuk terakhir pukul 18.30)

- The Saint Anthony's Gate (09.30- 19.00, masuk terakhir pukul 18.30)

 

Baca juga: "Ke Paris Harus Mengunjungi Ini Semua (Bagian 2-Tamat)"

 

GRAND CANAL

Grand Canal sepanjang 1.670 m yang dibangun selama 11 tahun (1668-1679) digunakan sebagai pengaturan perairan. Dulu terdapat gondola sebagai alat transportasi dari istana ke arah Trianon atau sebaliknya. Saat ini kita bisa jalan kaki sepanjang kanal sampai ke area taman di belakang istana sambil diselingi duduk-duduk di pinggir kanal atau makan camilan di beberapa kios kecil yang berada di sepanjang kanal.

 

CARA KE SINI

Kereta:

- RER line C, berhenti di Versailles Château - Rive Gauche Train Station, lalu jalan sekitar 10 menit.

- SNCF Trains, naik dari Gare Montparnasse, berhenti di Versailles Chantiers Train Station, lalu jalan sekitar 18 menit.

- SNCF Trains, naik dari Gare Saint Lazare, berhenti di Versailles Rive Droite Train Station, lalu jalan sekitar 17 menit.

 

Versailles Express Shuttle:

Halte bus di Paris berada di Port de la Bourdonnais (di depan dermaga cruise Bateaux Parisiens, di seberang Eiffel Tower).

Jam berangkat dari Paris: 07.45, 09.45, 13.30

Jam balik dari Versailles: 15.15, 18.00

Pesan tiket di www.versaillesexpress.com dengan harga EUR 52 (termasuk shuttle PP + tiket masuk + petit train).

 

Baca juga: "6 Spot Fotogenik di Paris"

 

SARAN ITINERARY

- Mulailah di pagi hari menelusuri bagian The Palace sampai jam 11 siang.

- Makan di kafe di area The Palace.

- Naik petit train ke Grand Trianon, lalu jalan atau naik petit train ke Petit Trianon.

- Naik petit train ke Grand Canal.

- Selanjutnya jalan kaki ke arah The Palace menyusuri area Garden (jika naik petit train rutenya beda), serta saat musim panas bisa nonton Fountain Show. Habiskan waktu di sana sampai jam 6 sore.

 

TIPS

- Sediakanlah waktu minimal 1 hari penuh dan tiba di Versailles setidaknya 30 menit sebelum jam buka, karena semakin siang semakin panjang antreannya.

- Beli karcis sebelum berangkat, sebaiknya dengan cara online di website resmi http://en.chateauversailles.fr/plan-your-visit/tickets-and-prices atau membeli paket tur.

Teks: Kumala Budiyanto Foto: Shutterstock
Comment