6 FAKTA EVEREST BASE CAMP. YANG No.4 MUNGKIN ANDA TAK PERCAYA 2019-12-30 00:00

Mount Everest terlihat utuh di Everest Base Camp Tibet

 

Everest Base Camp (EBC), nama ini begitu seksi dan menantang. Orang tahunya dari tempat ini Puncak Everest terlihat. Tapi banyak pertanyaan terlontar simpang-siur. Harus trekking berhari-hari dan cuma para pendaki terlatih yang bisa sampai sana ya? Izin masuknya susah didapat ya? EBC ini berada di Tibet atau Nepal sih? Belum lama ini ‘kan EBC sudah ditutup bagi turis, hanya pendaki yang boleh? Nah, buat Trippers yang menargetkan EBC sebagai salah satu destinasi prioritas tahun 2020, mari simak fakta-faktanya, dari pengalaman langsung MyTrip dan penjelasan dari pelaku wisata di Tibet dan Nepal. Fakta valid, bukan sekadar comot dari internet ya gaesss...

 

1. EVEREST BASE CAMP ADA DUA

Ya, Everest Base Camp (EBC) sebagai basecamp untuk menggapai Puncak Everest memang ada dua. Satu di Tibet, yang masuk teritori Negara China, satu lagi di Nepal. Karena Gunung Everest memang berada di kedua negara tersebut. EBC Tibet ada di sebelah utara Gunung Everest --jadi Gunung Everest yang terlihat dari sini adalah sisi utara, makanya ada sebutan North Face. Sedangkan EBC Nepal tentu saja berada di sebaliknya, sisi selatan Gunung Everest.

 

Everest Base Camp Tibet

 

2. TAK PERLU TREKKING UNTUK MENCAPAI EVEREST BASE CAMP TIBET

Ya betul kok, nggak perlu trekking, cukup naik bus kalau ke EBC Tibet mah. Baik saat EBC Tibet berada di ketinggian 5.200 mdpl maupun sejak awal 2019 di mana tugu EBC yang bisa dicapai wisatawan sudah diturunkan ke ketinggian 4.900-an mdpl di dekat Rongbuk Monastery, mencapai EBC Tibet nggak perlu trekking sama sekali. Ini berita bagus ‘kan? Tapi ancaman Acute Mountain Sickness (AMS) tetap mengintai. Baca tentang AMS di sini.

 

Tugu penanda EBC Tibet sejak 2019 sudah berada di ketinggian 4.900-an mdpl

 

3. TREKKING 7-8 HARI KALAU KE EVEREST BASE CAMP NEPAL

Nah kalau ke EBC Nepal tuh harus trekking selama 7-8 hari (belum termasuk turunnya). Treknya nggak ringan, terutama karena ketinggiannya. Trippers harus punya pengalaman mendaki sebelumnya, perlu latihan fisik dan perlu tubuh yang fit untuk bisa melakukan trekking ini. Tapi nggak perlu skill khusus kok.

 

Salah satu jalur trek menuju EBC Nepal

 

4. PUNCAK EVEREST TAK TERLIHAT DARI EBC NEPAL

Lho, yang bener?? Nggak bisa melihat pucuknya Everest dari EBC Nepal? Sudah susah-payah trekking berhari-hari tapi nggak bisa lihat? Ya, kenyataannya demikian. Puncak-puncak bersalju nan gagah yang terlihat dari EBC Nepal bukanlah Puncak Everest, melainkan Khumbutse (6.636 mdpl), Nuptse (7.861 mdpl), Lhotse (8.516 mdpl), Pumori (7.161 mdpl), dan Lingtren (6.749 mdpl). Gunung Everest memang terlihat dari EBC Nepal, tapi puncaknya tertutup Gunung West Ridge.

 

Tapi jangan sedih, trekking ke EBC Nepal pasti melewati dan bermalam di desa yang disebut Namche Bazaar (3.450 mdpl). Nah, di Puncak Namche Bazaar (4.000-an mdpl) inilah Puncak Everest justru terlihat. Dan ada satu hotel, Everest View Hotel (3.880 mdpl) di dekat Puncak Namche Bazaar, yang menawarkan pemandangan langsung ke Puncak Everest. Inilah rute trekking tersingkat untuk melihat South Face Puncak Everest, sampai Namche Bazaar aja. Namche Bazaar dapat dicapai dengan trekking 2 hari dari Lukla (2.895 mdpl). Lukla sendiri dapat dicapai dengan pesawat dari Kathmandu selama 45 menit.

 

Namche Bazaar

 

Ada lagi satu alternatif yang lebih menantang untuk melihat Puncak Everest dari jarak yang lebih dekat: mendaki sampai Gunung Kala Patthar. Dari EBC Nepal (5.364 mdpl) harus turun lagi ke Gorak Shep (5.164 mdpl), dan setelah istirahat 1 malam, baru mendaki lagi ke Gunung Kala Patthar (5.545 atau 5.643 mdpl) selama +/-3 jam dengan trek yang terus menanjak.

 

Baca juga: "Australian Camp Nepal: Hiking Tipis-Tipis Tapi Bisa Lihat Gunung Salju dari Dekat!"

 

Mau cara gampang tanpa trekking ke Kala Patthar? Bisa! Ikut Everest Heli Tour dengan harga sekitar USD 1.300. Tapi turun di Kala Patthar-nya cuma 5-10 menit demi alasan kesehatan. Karena tanpa aklimatisasi, langsung turun ke ketinggian 5.500-an mdpl sudah pastilah semua orang bakal merasakan sakit kepala. Kalau kelamaan berada di ketinggian tersebut akan terserang AMS (Acute Mountain Sickness).

 

Untuk Everest Heli Tour, EBC Trek, maupun trekking atau tour lainnya di Nepal bisa cekidot www.mountaindelights.com.

 

5. IZIN LEBIH MUDAH DIDAPAT UNTUK KE EBC NEPAL

Baik Trippers mengurus secara mandiri maupun lewat agen travel di Nepal, izin pendakian boleh dibilang mudah didapat. Mendaki EBC Nepal juga nggak diwajibkan ikut paket dari agen travel lokal –tapi dianjurkan, demi kenyamanan dan keselamatan.

 

Sedangkan untuk masuk ke EBC Tibet, pertama wajib ikut agen travel lokal, kedua, selain Visa China, ada 2 permit yang harus dikantungi: Tibet Travel Permit/TTP (untuk masuk ke wilayah Tibet) dan Alien’s Travel Permit/ATP (khusus untuk masuk ke EBC). Dan kalau untuk mendaki, tentu tambah lagi izin pendakian. Nggak bisa dibilang susah juga sih dapetinnya. ‘Kan diurus oleh agen travel di Lhasa Tibet atau kota lain di China yang jadi gerbang masuk ke Lhasa. Kalau lagi nggak ada apa-apa, pasti dapat permitnya. Tapi kalau suasana politik di Tibet sedang nggak bagus, nggak ada TTP yang dikeluarkan! Atau TTP keluar, tapi ATP-nya nggak. Jadi bergantung pada keberuntungan.

 

Jadi nggak aneh kalau untuk pendakian ke Puncak Everest, jalur dari Nepal lebih favorit. Jumlah pendaki yang lewat Nepal 2,5 kali dari yang lewat Tibet, berdasarkan data tahun 2019.

 

6. EBC TIBET TIDAK TUTUP TAPI HANYA DIGESER LEBIH KE BAWAH

Sekitar 2 tahun belakangan beredar kabar EBC Tibet ditutup bagi pengunjung dengan alasan terlalu banyak sampah. Yang benar adalah, yang ditutup bagi wisatawan memang The Real EBC di ketinggian 5.200 mdpl karena ada proyek pembersihan besar-besaran. Hanya para pendaki yang mengantungi izin pendakian yang boleh ke situ. Tapi wisatawan tetap bisa berkunjung di EBC baru di belakang tent hotel di ketinggian 5.000 mdpl. Di situ dibuatkan tugu penanda EBC yang lebih bagus. Bus rombongan bisa mencapai tempat itu dan parkir di area tent hotel. Meditation Cave yang menempati bangunan lama Rongbuk Monastery berada 1 km dari tempat ini. Wisatawan bisa jalan kaki ke sana. Pemindahan EBC yang pertama ini dilakukan awal 2018.

 

Meditation Cave. Pengunjung yang datang ke EBC Tibet per 2019 sudah tidak bisa ke sini lagi

 

Tugu penanda EBC Tibet sejak awal 2018 berlokasi di belakang tent hotel di ketinggian 5.000 mdpl. Sudah bukan lokasi aslinya

 

Lalu awal 2019 letak tugu EBC diturunkan lagi ke area sekitar Rongbuk Monastery. Tent hotel juga sudah digeser bahkan lebih ke bawah lagi, ke lembah di bawah Rongbuk Monastery. Ketinggian EBC baru sekitar 4.900-an mdpl. Tapi tugu penanda EBC tetap dituliskan 5.200 mdpl. Meditation Cave sudah tidak bisa dikunjungi lagi. Ada perubahan aturan juga soal transportasi. Bus rombongan sudah tidak boleh ke sini, jadi di pos terakhir semua wisatawan harus berganti naik bus listrik ramah lingkungan.

 

Tugu penanda EBC Tibet sejak 2019 turun lagi ke ketinggian 4.900-an mdpl di dekat Rongbuk Monastery

 

Jangan kecewa, walaupun posisi EBC sudah semakin turun, kita tetap bisa melihat pemandangan Gunung Everest utuh berikut puncaknya tanpa terhalang gunung lainnya. Inilah istimewanya North Face, karena nggak ada gunung lain di depannya. Everest hanya lenyap tak terlihat kalau awan tebal menutupi.

 

Mt. Everest tetap terlihat utuh dari area tent hotel yang sudah turun lokasinya di lembah di bawah Rongbuk Monastery, EBC Tibet

 

Mt. Everest terlihat utuh dari Rongbuk Monastery, EBC Tibet

 

Nah kalau dari sisi Nepal, di depan Gunung Everest terbentang gunung-gunung tinggi lain yang menghalangi pemandangan. Itu sebabnya bahkan di EBC-nya pun, puncaknya tak terlihat.

 

Begini posisi Mt. Everest jika dilihat dari sisi Nepal, terhalang pegunungan lain yang juga tinggi (replika ini diambil fotonya di International Mountain Museum di Pokhara Nepal)

 

Dan beginilah posisi Mt. Everest jika dilihat dari sisi Tibet, tak terhalang pegunungan lain  (replika ini diambil fotonya di International Mountain Museum di Pokhara Nepal)

 

O ya, di EBC lokasi baru, selain tugu batu penanda ketinggian 5.200 mdpl, ada juga tugu batu penanda ketinggian Puncak Everest 8.844,43 mdpl. Haha, jadi kalau berpose di sini kita bisa ‘menipu pemirsa yang nggak paham’ bahwa kita sudah sampai di Puncak Everest!

 

 

Waktu terbaik ke EBC Tibet maupun Nepal: Musim semi (April-Mei), atau musim gugur dan menjelang musim dingin (September-Desember).

Teks: Mayawati NH Foto: Mayawati NH, Mountain Delights Treks & Expedition, Tjong Djuyanta
Comment