13 OBJEK WISATA DI ENDE. SALAH SATUNYA TEMPAT LAHIRNYA PANCASILA 2017-06-01 00:00

Pohon sukun di Taman Renungan Bung Karno

 

Hari ini 1 Juni, hari lahirnya Pancasila, telah ditetapkan menjadi hari libur nasional oleh Presiden Joko Widodo. Tahukah Anda bahwa Pancasila yang dicetuskan oleh presiden pertama kita Ir. Soekarno itu lahir dari hasil perenungannya di sebuah taman di Ende? Nah untuk mengenangnya, mari kita sekalian mengenal objek-objek wisata di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur.  

 

1. Situs Rumah Pengasingan Bung Karno

 

Letaknya di Jalan Perwira, tak jauh dari pusat kota Ende, dan semua orang Ende tahu kalau ditanyakan lokasinya. Rumah sederhana dengan halaman yang cukup luas ini pernah menjadi tempat Soekarno tinggal bersama istrinya Inggit Garnasih selama masa pengasingan sebagai tahanan politik Belanda tahun 1934-1938. Di dalamnya kita bisa melihat kamar dan ranjang yang dipakai Bung Karno. Juga dipajang beberapa peralatan rumah tangga seperti setrikaan, ceret, lampu minyak. Di halaman belakang juga ada sumur yang masih berfungsi.

 

 

2. Taman Renungan Bung Karno

 

Lokasinya nggak jauh dari Rumah Pengasingan, dan di sebelahnya terdapat lapangan luas tempat digelarnya beragam acara di Ende. Pertama kali MyTrip datang tahun 2010 patung Bung Karnonya berdiri, namun beberapa tahun lalu sudah diubah. Patung Bung Karnonya duduk di dekat kolam dan juga pohon sukun bercabang lima. Dulu di bawah pohon inilah Bung Karno sering merenung, dan pohon sukun bercabang lima itu menginspirasinya untuk melahirkan konsep awal Pancasila.

 

3. Pantai Tangga Alam, Ende, Flores, NTT

Gunung Meja dan Gunung Iya terlihat dari Pantai Tangga Alam

 

Sejauh mata memandang hanya ‘permadani’ hitam silika yang terlihat, dan masih jarang terlihat pengunjung, padahal lokasinya tak jauh dari pusat kota Ende, tepatnya di Desa Wolotopo. Tebing karang gagah di pojok kanan menjadi penanda saat kita melihatnya dari atas pesawat. Jalan masuk ke arah pantai ini juga tak kalah eksotis karena di kiri kanannya menjulang dinding batu yang cukup tinggi. Spot ciamik buat berfoto. Gunung Meja dan Gunung Iya terlihat di hadapannya.

 

4. Pantai Mbu’u

 

Pasir pantainya hitam, sama dengan Pantai Tangga Alam. Lokasinya nggak jauh dari pusat kota. Batu-batu yang berserakan di pantai beraneka warna dan bentuk, terutama warna hijau muda, hampir sama dengan Pantai Penggajawa. Pemandangan di hadapan yang kita lihat juga adalah Gunung Meja dan Gunung Iya. Garis pantainya panjang, asyik buat bersantai.

 

5. Pantai Ria

 

Inilah pantai favorit warga Ende untuk menghabiskan sore. Letaknya di dalam kota dan banyak fasilitas berupa kursi-kursi yang disediakan beberapa rumah makan yang ada. Cocok banget menonton sunset sambil minum kelapa muda dan makan pisang goreng di sini. Pantainya juga landai dan luas dengan ombak yang bersahabat. Cocok untuk berenang dan bersantai bersama keluarga.

 

6. Museum Tenun Ikat

 

Sesuai namanya, museum ini memajang kain-kain tenun ikat dan juga peralatannya. Untuk mendapatkan keterangan yang akan memperkaya wawasan, sebaiknya minta pemandu bercerita. Beri donasi serelanya untuk museum ini sebelum pulang ya. O ya, kalau beruntung, pas ada ibu paruh baya yang mendemokan cara menenun di teras museum.

 

7. Museum Bahari

 

Museumnya kecil saja, cuma satu ruangan, tapi beberapa koleksinya membuat kita exctited, ingin tahu. Selain ada kerangka tulang paus dan lumba-lumba yang cukup besar, juga ada koleksi ragam binatang unik yang diawetkan di dalam toples, termasuk juga kuda laut dan ayam berkaki tiga, juga seafan yang dikeringkan.

 

8. Pantai Penggajawa atau Blue Stone Beach

 

Letaknya di luar kota Ende. Kalau kita masuk kota Ende dari arah barat, dari Bajawa, pasti melewati pantai ini. Pantai ini terkenal karena bebatuannya bulat-bulat mulus dan berwarna hijau atau biru muda. Makanya dikenal juga sebagai Blue Stone Beach. Warga lokal mengumpulkan bebatuan ini untuk dijual keluar Flores. Banyak rumah-rumah mewah atau resor yang menyebar batu-batu ini di halamannya. Tak habiskah batu ini terus dikumpulkan dan dijual? Katanya sih nggak, karena alam selalu menyuplai batu-batu ini dari laut.

 

Batu-batu hijau muda di Pantai Penggajawa

 

9. Kampung Adat Ranggase

 

Berada di Desa Moni, di tengah hutan kecil yang rimbun. Kalau beruntung kita bisa bertemu Mama Maria, anak kepala adat, yang bisa bercerita banyak tentang isi rumah adat dan artinya. Termasuk mengapa di rumah-rumah adat di sekitar Ende selalu ada lambang payudara di pintu masuknya. Mama Maria juga bisa mendandani kita memakai kain tenun ikat.

 

Lambang payudara di pintu masuk

 

10. Kampung Adat Wologai

Patung kayu yang dijual di Wologai

 

Kampung adat yang konon usianya sudah 800 tahun ini terletak di Kecamatan Detusoko. Bisa dimampiri usai pulang dari Danau Kelimutu. Yang kita lihat sekarang bukan rumah yang asli, melainkan hasil restorasi karena pernah kebakaran. Bentuknya sama dengan Ranggase karena memang masih sama-sama rumah suku Ende-Lio. Ada lambang payudara juga di pintu masuknya, berupa ukiran kayu. Ukiran-ukiran kayu berupa orang dengan pakain adat juga dijual di sini. O ya, jangan lupa berfoto di pohon beringin tua yang ada di halamannya. Catatan: Masih banyak rumah-rumah adat Ende-Lio lainnya di Kabupaten Ende yang tak bisa dibahas satu demi satu di sini.

 

Pohon beringin di halaman Rumah Adat Wologai

 

11. Gunung Meja

Gunung Meja terlihat dari Pantai Mbu'u

 

Puncaknya yang datar bagai meja membuat bentuk gunung ini mudah dikenali. Ikon Kota Ende ini bisa terlihat dari Pantai Bu’u maupun Pantai Tangga Alam. Kenapa puncaknya datar? Ternyata bukan alami dari sananya begitu, melainkan dipotong oleh pemda setempat karena mengganggu proses pendaratan dan keberangkatan pesawat dari Bandara Haji Hasan Aroeboesman yang tak jauh dari situ.

 

12. Gunung Iya

 

Berada di sebelah Gunung Meja. Jangan abaikan gunung setinggi 637 mdpl ini karena walaupun pendek tapi tak mudah didaki terutama karena terjal dan treknya hampir semua terbuka sehingga para pendaki langsung terpapar panas tanpa ampun. Tapi ganjaran pemandangan dari atasnya setimpal. Baca “Tantangan 7 Gunung di Flores (Bagian 2-Tamat)”.

 

13. Danau Kelimutu

 

Berada di Desa Moni (tepatnya Desa Pemo) yang berada di Kabupaten Ende, ditempuh berkendara 2 jam dari Ende. Tak perlu banyak penjelasan lagi, inilah objek wisata unggulan tidak hanya di Ende tapi juga di Flores dan Nusa Tenggara Timur, bahkan Indonesia. Danau tiga warna ini sering menjadi ikon wisata Indonesia mendampingi Bali, Candi Borobudur, Danau Toba dan Raja Ampat. Baca selengkapnya artikel ini: “Kadang Dia Hijau, Kadang Merah Membara, Tapi Selalu Menyihir”.

 

Bagaimana cara ke Ende, silakan baca “Panduan Cerdas Eksplor Flores”. 

Teks: Mayawati NH Foto: Jason Ong, Mayawati NH, Priyo Tri Handoyo
Comment
Dayon Lemba

Saya bangga jadi orang ende????

2019-06-04
Dayon Lemba

Saya bangga jadi orang ende????

2019-06-04
maya

Ya, selamat menikmati Ende...

2018-08-02
Afkar Aristoteles Mukhaer

Wow, kebenaran nih mumpung lagi di Ende.

2018-07-30
maya

Ya, selamat menikmati Ende...

2018-08-02
maya

Terima kasih

2018-05-15
Karma

Artikel yang berguna.

2018-05-10
maya

Terima kasih

2018-05-15
meme

Indahnya indonesia ku

2018-05-07