BUTUH LIBURAN MURAH & SINGKAT? KE GEOPARK CILETUH DI SUKABUMI AJA!

BUTUH LIBURAN MURAH & SINGKAT? KE GEOPARK CILETUH DI SUKABUMI AJA!

Tuesday, 27-06-2017 | 10:29

Curug Cimarinjung, favorit di Ciletuh

 

Geopark Ciletuh sudah menjadi incaran saya sejak mulai ngetop sekitar dua tahun lalu. Penasaran, seperti apa sih... Akhirnya kesampaian juga ke sana pertengahan Juni lalu. Dan amazed. Ciletuh yang berada di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat ini menawarkan wisata alam yang lengkap, dan murah! Nggak deket-deket amat sih dari Jakarta, tapi bagi yang waktunya sempit, masih bisa lah ‘diraup’ dalam waktu 2,5 hari, pergi Jumat malam, kembali Minggu malam. Kami bahkan mengeksplornya dalam waktu 3 hari, termasuk ke Sawarna.

 

GEOPARK CILETUH ITU APA SIH?

Geopark itu terjemahannya taman bumi. Tapi jangan bayangkan Geopark Ciletuh hanya taman batu luas seperti Stone Garden di Padalarang Jawa Barat. Geopark Ciletuh zona intinya mencakup dua kecamatan, Kecamatan Ciemas dan Ciracap yang berada di Teluk Ciletuh. Teluk Ciletuh sendiri berada di Teluk Palabuhan Ratu, di bagian tenggaranya. Ciletuh sendiri artinya “air yang berlumpur dan keruh” (ci= air, letuh= leuteuk dan kiruh = berlumpur dan keruh).

 

Peta Ciletuh dan Sawarna

 

Tahun 2006 Ciletuh hanya sebagai cagar geologi. Lalu tahun 2015 Ciletuh ditetapkan sebagai geopark nasional, dan tahun 2016 diusulkan ke UNESCO untuk menjadi global geopark. Nah, untuk go global, UNESCO menetapkan syarat, harus memiliki 3 unsur: biodiversity (keragaman hayati), geodiversity (keragaman geologi –mencakup bebatuan unik), cultural diversity (keragaman budaya –ada masyarakat berbudaya yang melindungi kawasan). Untuk itulah Geopark Ciletuh diperluas ke Palabuhan Ratu di utara dan Surade (Ujung Genteng) di selatan, dan menjadi Geopark Ciletuh Palabuhanratu. Kini telah mencakup 8 kecamatan (Ciemas, Ciracap, Surade, Waluran, Simpenan, Palabuhan Ratu, Cikakak, Cisolok) yang terbagi dalam 3 geoarea (Ciletuh, Simpenan, Cisolok). Luasnya mencapai 1.261 km2.

 

Mengutip Mega Fatimah Rosana (Profesor Fakultas Teknik Geologi Unpad) di http://ciletuhpalabuhanratugeopark.org, batu-batuan purba di Ciletuh konon paling tua di Jawa, hasil sedimentasi  berbagai fosil, patahan dan lempengan bumi, usianya sekitar 60 juta tahun. Area ini merupakan daratan pertama di Jawa Barat. Jadi, bebatuan ini dulunya bagian dari lapisan mantel bumi, letaknya ribuan kilometer jauhnya di bawah bumi. Tadinya merupakan produk gunung api di daratan, lalu mengendap di laut. Lantas karena proses geologi bebatuan ini terangkat, makanya bentuknya seperti kue lapis. Jadi kalau ke sana, perhatikan deh dinding batu di curug-curugnya.

 

Perhatikan bebatuan di Curug Cimarinjung ini

 

Zona inti Ciletuh bisa dilihat keseluruhannya dari titik pandang di Panenjoan sebagai gerbang masuk geopark. Bentuknya tapal kuda terbuka menghadap ke laut, dengan diameter lebih dari 15 km. Sebuah mega amfiteater alami. Di Indonesia ini fenomena satu-satunya. Kalau ada yang lain pun, jauh lebih kecil. Begitu penjelasan Mega Fatimah Rosana yang terlibat dalam pengembangan Geopark Ciletuh Palabuhanratu.

 

Mega amfiteater alami yang terlihat dari Panenjoan

 

ADA APA SAJA DI CILETUH?

Oke, kita cukupkan ngomongin Ciletuh dari sudut ilmiah dan sejarahnya. Pertanyaan selanjutnya, jadi di Ciletuh ada apa aja dan bagaimana wisatawan menikmatinya? Seperti saya bilang di atas, Ciletuh lengkap. Ada 9 air terjun, ada pantai, ada taman batu yang bentuknya unik-unik, ada Rafflesia padma (bunga bangkai yang lebih kecil dari Rafflesia arnoldi yang di Kerinci Seblat, Jambi) di sekitar Curug Puncak Manik –ini bagian dari keunikan flora, ada hasil produksi lokal yang bisa dijadikan oleh-oleh yakni gula kelapa.

 

Kawasan Pantai Palangpang di Desa Ciwaru Kecamatan Ciemas adalah basecamp untuk eksplor zona inti Ciletuh. Penginapan paling banyak terdapat di sini. Tugu Geopark Ciletuh juga ada di sini. Tempat pelelangan ikan –kalau kita mau beli ikan untuk minta dimasakin di penginapan—juga ada di sini.

 

Halaman belakang di salah satu penginapan di Pantai Palangpang

 

Ada empat curug utama yang menjadi favorit wisatawan dan biasanya dikunjungi rombongan trip, yakni Curug Cimarinjung yang paling dekat dari Pantai Palangpang, Curug Sodong, Curug Cikanteh dan Curug Awang. Curug lainnya yang tak kalah keren tapi lebih sulit dicapai yakni Curug Tengah dan Curug Puncak Manik.

 

Curug Sodong

 

Curug Awang

 

Sedangkan dua titik pandang ada di Panenjoan (melihat mega amfiteater alami) dan Puncak Darma (melihat garis Pantai Palangpang dan Pantai Cikadal). Panenjoan akan dilewati pertama kali begitu kita memasuki kawasan Ciletuh. Letaknya di pinggir jalan. Sedangkan untuk ke Puncak Darma harus pakai effort, naik ojek, atau sewa mobil 4WD, atau trekking dengan jalur menanjak dari lokasi parkir Curug Cimarinjung. Tapi nanti kalau jalur dari Loji di Palabuhan Ratu sudah jadi (sudah mulai dibangun sejak awal 2017), ke Puncak Darma akan menjadi mudah. Malah nanti masuk ke Ciletuh pertama kali akan melewati Puncak Darma. Jalan sepanjang 33 km inilah nanti yang akan menjadi rute tercepat menuju Geopark Ciletuh. Saat kami datang pertengahan Juni jalan ini sedang dibangun.

 

Pulau yang bisa dieksplor di Teluk Ciletuh adalah Pulau Kunti dan Pulau Manuk. Sedangkan untuk bebatuan unik ada Batu Kodok, Batu Komodo, Batu Batik, Batu Banteng, dll. Persawahan yang dilewati di beberapa ruas jalan juga merupakan hiburan tersendiri bagi mata dan jiwa.

 

CARA KE CILETUH

Sementara akses cepat dari Loji belum rampung, rute termudah dan tercepat dari Jakarta adalah rute Sukabumi. Tapi nggak sampai lewat ke Kota Sukabuminya. Rute yang kami ambil seperti ini: Jakarta-Cikidang-Palabuhan Ratu-Kiara Dua-Waluran-Ciemas. Perjalanan total, dengan istirahat, juga prediksi macet ya sekitar 7-8 jam lah. Yang jelas sih nggak ada angkutan umum yang sampai ke sana. Jadi dianjurkan bawa atau sewa mobil sendiri. Kondisi mobil harus sehat, yang mengemudi juga harus mahir karena banyak jalan menanjak turun dan lika-liku.

 

Kalau melakukan perjalanan sambungan dari Sawarna, sekitar 4-5 jam sampai ke Pantai Palangpang sudah termasuk singgah di Panenjoan.

 

PENGINAPAN

Untuk akses yang dekat ke objek wisata utama, disarankan menginap di Pantai Palangpang. Ada cukup banyak penginapan yang bersih dan nyaman dengan harga terjangkau. Penginapan yang kami pilih yakni Balekambang. Harga kamar AC yang ada TV-nya Rp 500.000 per malam, bisa muat 5 orang. Halaman belakangnya luas, ada jembatan bambu untuk mencapai area pantai yang dipisahkan dengan sungai. Dari situ kita bisa melihat ke arah Curug Cimarinjung. Keren banget berpose-pose di sini.

 

Penginapan Balekambang

 

Kalau ikut paket tur tentu kita nggak bisa milih menginap di mana, tergantung trip organizernya. Tapi kalau mau menginap di Balekambang dan ditemani pemandu supaya nggak susah-susah cari jalan, silakan hubungi Randy di 081218992000. 

Teks & Foto: Mayawati NH Peta: Shinta Djojonegoro

7 COMMENTS


Gilang Apr 18, 2018 Reply

Informasi dan pelayanan Silahkan hubungi:085863684450(WA)


Damaijanti Jumroni Jun 16, 2018

Assalaamualaikum. Bisa tanya penginapan di Cileteuh. Insya Allah rencana bulan Desember Saya dan Keluarga kira2 15 0rang mau ke sana. Terima Kasih.


Swasti Indah Pujiastuti May 28, 2018 Reply

Malam, Tolong infokan harga paketnya dan fasilitasnya dong dari jakarta pada bulan juli atau agustus 2018 dan utk 4 orang. Terima Kasih Salam


maya Jun 02, 2018

MyTrip sudah 2X mengadakan open trip ke Ciletuh. Tapi dlm waktu dekat hingga Agt belum ada rencana lagi. Silakan hub telp Randy yg sdh kami cantumkan di akhir artikel ini ya Mbak


Swasti Indah Pujiastuti May 28, 2018 Reply

Malam, Tolong infokan harga paketnya dan fasilitasnya dong dari jakarta pada bulan juli atau agustus 2018 dan utk 4 orang. Terima Kasih Salam


Bonar Jun 06, 2018 Reply

Tolong info paket wisata geopark ciletuh 6 orang untuk libur lebaran. Sebelum atau sesudah lebaran.


Endin solahudin Jun 19, 2018 Reply

Assalamualaikum mu tanya ada penginapan yg kosong untuk tgl20 kami 2 dewasa 1 anak di sekitar dekat ke pantai palampang .trimks


339

Back to Top