KADANG DIA HIJAU, KADANG MERAH MEMBARA, TAPI SELALU MENYIHIR

KADANG DIA HIJAU, KADANG MERAH MEMBARA, TAPI SELALU MENYIHIR

Thursday, 08-09-2016 | 11:09

 

Tak ada tempat lain di dunia yang memiliki danau seunik dan semencengangkan Danau Kelimutu di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur. Bukan cuma unik dan langka karena ada tiga danau yang saling bermesraan, tapi juga karena warnanya berbeda-beda, dan tiap danau itu sering berganti warna pula! Plus letaknya yang di atas Gunung Kelimutu (1.640 m) dengan hamparan lansekap yang menyihir. Kurang apa coba?

 

DANAU BUNGLON

Tiga danau kawah yang terletak di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende ini memang ibarat bunglon –warnanya menyesuaikan keadaan maupun kejadian di sekitarnya. Kadang hijau toska, putih susu, merah darah, biru muda, dan hitam. Warnanya bisa berubah kalau ada gempa atau aktivitas alam lain di dekatya. Misalnya, sejak Flores terkena gempa dahsyat tahun 1992, terjadi perubahan warna drastis. Dan perubahan warna tidak hanya terjadi sekali, namun berkali-kali. Faktor penyebabnya antara lain kandungan mineral dalam kawah dan aktivitas vulkanik Gunung Kelimutu. Bahkan gempa di Pulau Jawa dan Sumatera pun bisa memengaruhi warna danau ini. Bunglon banget ‘kan?

 

 

Ketiga danau masing-masing ada namanya:

-  Tiwu Ata Polo (64 m, 4 ha, aktif), warnanya pernah merah kecoklatan, pernah hijau muda, diyakini sebagai tempat bersemayam arwah orang jahat (tukang tenung). Posisinya paling dekat dari arah bawah.

 

Tiwu Ata Polo saat berwarna hijau muda

 

Tiwu Ata Polo saat berwarna merah kecoklatan

 

-  Tiwu Nuamuri Koofai (127 m, 5,5 ha, aktif), warnanya bisa biru, hijau muda, hijau keputih-putihan, tempat berkumpulnya arwah muda-mudi. Paling lengkap terlihat dari tugu pandang tempat pengunjung berkumpul. Dipisahkan hanya oleh tebing cadas tipis dengan Tiwu Ata Polo.

 

Tiwu Nuamuri Koofai

 

-  Tiwu Ata Mbupu (67 m, 4,5 ha, kurang aktif), dulu sekali warnanya putih, sekarang hitam, tempat berkumpulnya arwah orang-orang tua. Letaknya di belakang tugu pandang. Berseberangan dengan dua danau lainnya. Jika cuaca kurang cerah dan kabut tak mau beranjak, danau ini tak terlihat.

 

Tiwu Ata Mbupu

 

SUNRISE DI DANAU

Meski letaknya di atas Gunung Kelimutu, tapi nggak susah seperti mendaki gunung kok untuk mencapai danaunya. Jalurnya mudah, ada anak tangga batu dilanjutkan jalan tanah kering datar. Paling banter hanya 30 menit.

 

Menonton sunrise dari tugu pandang

 

Biasanya wisatawan sudah bergerak naik menuju tugu pandang pagi-pagi buta untuk menanti sunrise maha cantik. Udara cukup dingin sih, apalagi kalau pas berangin, tapi tak terlalu menusuk. Mengenakan jaket wajib hukumnya. Begitu sampai puncak, kita bisa duduk-duduk di tugu pandang yang memiliki anak tangga di keempat sisinya sambil menunggu matahari terbit. Bisa beli kopi, teh atau pop mie dari penjaja yang ikut naik dari bawah ke puncak. Matahari pagi akan terbit dari arah belakang danau Tiwu Nuamuri Koofai. Menyihir!

 

Sunrise menyihir dari balik danau

 

Jika sudah puas menatapi ketiga danau dan berfoto-foto dari areal tugu pandang, turunlah ke bawah (ke rute awal) beberapa ratus meter, lalu di sebelah kiri ada tangga. Dari puncak tangga itu kita bisa lebih jelas melihat Ata Polo yang hanya terlihat sedikit dari tugu pandang.

 

Tiwu Ata Polo terlihat jelas

 

CARA KE SANA

Kota yang menjadi gerbang masuk Kelimutu adalah Ende. Ada penerbangan langsung Jakarta-Ende (via Denpasar). Bisa juga ke Kupang dulu, lalu lanjut terbang ke Ende. Kalau Anda sudah berada di Labuan Bajo (base untuk eksplor Taman Nasional Komodo), bisa naik mobil travel, jalan darat melalui Ruteng dan Bajawa, baru ke Ende. Pemandangannya bagus. Namun harus tabah menahan duduk selama total 12 jam.

Dari Ende, paling mudah sewa mobil ke Desa Moni, desa terdekat yang menjadi base camp para pelancong untuk ke Kelimutu. Perjalanan melewati Trans Flores ini dengan pemandangan yang indah memakan waktu sekitar 2 jam. Beberapa ruas jalan tidak mulus.

Kota lain yang bisa menjadi gerbang ke Kelimutu adalah Maumere. Karena Moni terletak di antara Ende dan Maumere. Ada juga maskapai yang melayani rute Jakarta-Maumere. Namun Maumere-Moni lebih jauh, 3 jam perjalanan darat.

Wisatawan biasanya menginap di penginapan yang banyak tersebar di Desa Moni, dari kelas backpacker sampai resor. Nah dari Moni ke Kelimutu berkendara makan waktu +/-45 menit. Jalanannya kecil dan berkelok-kelok.

Teks: Mayawati NH Foto: Shutterstock, Mayawati NH

0 COMMENTS


Please be the one to comment !


611

Back to Top