TEMPAT TERBAIK UNTUK MEMAHAMI GUNUNGAPI: MUSEUM GUNUNG MERAPI

TEMPAT TERBAIK UNTUK MEMAHAMI GUNUNGAPI: MUSEUM GUNUNG MERAPI

Monday, 17-12-2018 | 18:01

 

Jujur ngomong, orang kita kebanyakan nggak terlalu suka ke museum. Museum dianggap membosankan. Atau ada yang beranggapan museum di Indonesia jelek-jelek, nggak seperti museum di luar negeri. Padahal sekarang sudah banyak museum di negeri sendiri yang bagus penataannya, sangat informatif, dan nggak membosankan lho... Salah satunya Museum Gunung Merapi di Sleman, tepatnya di Jalan Boyong, Dusun Banteng, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Aset geo-wisata ini berada sekitar 5 km dari kawasan objek wisata Kaliurang (berkendara 5 menit). Di latar belakangnya berdiri gagah Sang Mahaguru Merapi.

 

Museum Gunung Merapi dibangun sejak tahun 2005 atas kerja sama Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, Pemerintah Propinsi DIY dan Pemerintah Kabupaten Sleman. Kemudian diresmikan tanggal 1 Oktober 2009 dan dibuka untuk umum 1 Januari 2010 (sebelum Gunung Merapi meletus lagi Oktober 2010). Bangunannya berbentuk seperti trapesium dengan desain futuristik. Di salah satu bagian atapnya ada segitiga menonjol, laksana puncak gunung. Terdiri dari 2 lantai dengan total luas bangunan sekitar 4.470 m2.

 

Baca juga: "Gimana Ya Rasanya Makan di Zaman Kerajaan Majapahit?"

 

Bangunan museum berbentuk trapesium

 

Begitu masuk ke aula utamanya kita akan disambut replika Gunung Merapi yang cukup besar yang bisa mengeluarkan asap dan suara gemuruh letusan. Sementara merapat di dinding dalam sebelah kanan mata kita akan tertumbuk pada 5 patung dada Anggota Tagana Daerah Istimewa Yogyakarta. Tagana adalah Taruna Tanggap Bencana. Mereka gugur saat bertugas ketika erupsi Merapi tahun 2010.

 

Replika Gunung Merapi

 

Eksplorlah semua ruang display pada lantai 1 pelan-pelan. Banyak panel-panel yang menampilkan info yang sangat bermanfaat, terutama bagi yang ingin mengetahui lebih dalam soal pergunungapian, tak cuma Merapi. Bagi anak-anak usia sekolah dan kuliah museum ini sangat cocok dieksplor perlahan tiap ruangnya. Menjadi wisata edukasi yang bermanfaat sekaligus menarik. Semua info disajikan dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris.

 

Baca juga: "Tahukah Trippers di Mana Sih Gunung Bedes?"

 

Ada panel berisi wajah-wajah Merapi, frekuensi letusannya, foto udara dan citra satelitnya, juga pertumbuhan kubah Merapi. Sejarah letusan Merapi dari tahun 1791 sampai 2006 (belum ada update tambahan 2010) juga ditampilkan dalam satu panel besar.

 

Panel tentang “12 Fakta Merapi” menarik untuk disimak. Salah satunya tentang letusan tahun 2010 yang tipenya eksplosif tanpa didahului munculnya kubah lava. Juga fakta bahwa luncuran awan panas sebagian besar mengarah ke barat dan selatan hingga sejauh rata-rata 6,5 km.

 

Bagi yang penasaran tentang wedhus gembel, ada penjelasannya, yakni aliran awan panas yang keluar dari kawah gunung yang membentuk gumpalan seperti bulu domba.

 

Tak ketinggalan ada info tentang tipe letusan, fenomena dan jenis gunungapi di Indonesia. Juga foto-foto Wajah Gunungapi Indonesia yang membuat kita berdecak kagum sekaligus bergidik ngeri membayangkan gunung-gunung itu pernah meletus dahsyat.

 

Wajah Gunungapi Indonesia

 

Ada satu sudut yang mencekam dan mungkin akan membuat yang melihatnya tercekat: diorama dapur yang penuh perabotan berselimut debu vulkanik tebal, termasuk sumur. Foto asli suasana dapur tersebut juga dipajang di dindingnya. Di dekat diorama itu ada panel besar yang memajang tulisan-tulisan pemenang lomba menulis tentang bencana Merapi yang sangat menyentuh hati.

 

Diorama dapur penuh debu vulkanik

 

Yang sangat penting untuk disimak adalah petunjuk penyelamatan diri dari ancaman bahaya gunungapi. Di situ dijelaskan secara detil tentang langkah-langkah yang harus diambil.

 

Lepas dari panel-panel informasi, kita memasuki ruang yang mendisplay batu-batu hasil endapan awan panas dan lava. Yang menarik perhatian adalah batu hitam berukuran cukup besar yang merupakan bom gunungapi, massa batuan pijar yang terbentuk dari lontaran material letusan gunungapi. Ada juga display bangkai sepeda motor rusak dan terbakar dengan latar foto Merapi yang tengah erupsi.

 

Batu-batu hasil endapan awan panas dan lava

 

Bangkai sepeda motor

 

Bergerak ke lantai dua, yang menarik pertama kali tentulah lorong peraga simulasi LCD yang berwarna merah-merah menyala. Di lantai ini juga terdapat peraga simulasi tsunami dan peraga simulasi gempa bumi. Kita boleh memencet tombolnya, lalu ruang peraga itu akan bergoyang dan bergetar.

 

Lorong peraga simulasi LCD

 

Ada teater mini juga di lantai dua. Untuk masuk dan menonton film dokumenter di sini harus bayar lagi di luar tiket masuk. Murah kok, cuma Rp5.000.

 

Merapi sebagai salah satu gunung teraktif di dunia dengan letusan terakhir tahun 2010 yang melontarkan material vulkanik dan awan panas sampai radius 15 km, dapat kita pelajari dan pahami dengan mengitari museum ini dengan mengalokasikan waktu paling sedikit 1 jam. Pelajari dari sisi legenda dan mitos, fakta-fakta sejarah, serta akibat-akibat erupsinya dan bagaimana menghadapinya.

 

Dengan semua yang disajikan secara apik di museum ini, keluar dari museum para pengunjung dapat tambahan wawasan dan pemahaman ilmiah maupun sosial-budaya tidak hanya tentang Gunung Merapi, tapi juga tentang gunung berapi secara keseluruhan terutama di Indonesia. Tak hanya itu, pengunjung juga mendapat bekal tentang bagaimana merespons letusan gunung berapi. Who knows? Jaga-jaga nggak ada salahnya.

 

Fasilitas umum di museum ini antara lain: toilet, toko suvenir, kantin, parkir yang luas.

 

Harga Tiket Masuk

Untuk wisatawan domestik

Tiket masuk: Rp5.000

Tiket masuk + film (theater): Rp10.000

 

Untuk wisatawan mancanegara

Tiket masuk: Rp10.000

Tiket masuk + film (theater): Rp20.000

 

Jam Buka
Selasa-Minggu: pukul 08.00-15.30 WIB

Kecuali Jumat: pukul 08.00-14.30 WIB
Senin tutup.

Teks & Foto: Mayawati NH

0 COMMENTS


Please be the one to comment !


104

Back to Top