JANGAN PIKNIK KE TEMPAT JAUH TERUS, DI BOGOR ADA SITUS KEREN NIH! 2016-12-12 00:00

 

Kalau disebut Arca Domas, mungkin beberapa orang tahu, minimal pernah dengar. Tapi Situs Cibalay? Mmmm.... rasanya masih asing bagi kita semua ya? Padahal letaknya di Bogor aja, nggak jauh dari Jakarta. Tepatnya di Kampung Cibalay, Desa Tapos 1, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Halimun-Salak. Mulai dipugarnya juga sudah cukup lama kok, tahun 2000-an. Tapi kenapa mayoritas kita nggak pernah tahu keberadaan situs yang bernilai sejarah tinggi ini? Mungkin kita kunik alias kurang piknik? Ah, nggak juga ya.... Lebih tepatnya, kita lebih sering ngetrip ke tempat yang jauh-jauh. Lupa kalau di sekitar kita juga banyaaaak banget objek wisata menarik yang belum pernah didatangi.

 

CARA MENUJU LOKASI

 

Dari Jakarta ada dua rute yang bisa diambil, lewat Dramaga atau lewat Jalan Raya Ciapus. MyTrip mencoba lewat Ciapus. Dari tol Jagorawi arah Bogor/Ciawi, keluar di exit Sentul Selatan/Lingkar Bogor/Kd. Halang, lalu langsung belok kanan, ambil tol Lingkar Bogor/Tanah Baru/Kd Halang.

Keluar di exit Kd Halang, Cibinong, Wr Jambu, langsung belok kiri, menyusuri Jl. Raya Bogor menuju arah Kota Bogor. Sampai tiba di lampu merah yang ada Tugu Kujang-nya, belok kanan.

Tak lama akan ada jalan bercabang dua, di depan kita ada Mall BTM, ambil cabang yang kiri. Tak jauh dari situ ketemu pertigaan Poslantas Simpang Empang, belok kanan ke arah Ciapus dan Ciomas. Terus saja ikuti jalan utama Jl. Raya Ciapus ini. Ketemu pertigaan yang ke kiri arah Cibeureum, ambil kiri. Tapi lalu ketemu Jl. Cibeureum di kiri jalan, kita lurus saja, ikuti Jl. Raya Ciapus. Sekitar 20 menit kita akan bertemu perempatan, ambil yang ke kanan, arah Curug Nangka. Lalu ada jalan ke kanan ke Vihara NSI, kita lurus. Tapi begitu ketemu percabangan Situs Calobak (yang ke kiri), kita ambil yang ke kanan. Kemudian ada belokan ke kiri ke Pura Jagatkarta, kita lurus. Setelah itu ketemu pertigaan di mana terlihat di depan kita Highland Park Resort, kita belok kanan. Lalu ada pertigaan lagi, kalau lurus arah Dramaga, nah kita belok kiri ke arah Curug Luhur.

Jalan aspalnya makin mengecil, naik-turun dan lika-liku, tapi kondisi jalan relatif bagus. Papasan dua mobil bisa tapi ngepas dan kudu pelan-pelan. Ada pertigaan lagi, pilih ke kiri, ikuti plang Curug Luhur. Setelah melewati Curug Luhur, sekitar 2 menit kita akan melihat jalan masuk ke kiri dan di depannya ada plang bertuliskan: “Situs Arca Domas, Pasir Manggis, Situs Batu Bergores, Punden Endong Kasang, Punden Jami Paciing, 2 km”. Di bawahnya ada plang kecil “Wisata Desa Curug Cipeuteuy”. Total durasi perjalanan dari Jakarta (Taman Mini) tanpa macet +/-2 jam.

 

Jalan masuk menuju situs

 

Info naik kendaraan umum: Kalau kita naik angkot dari depan Mall BTM Bogor jurusan Tenjolaya, kita akan turun di depan jalan masuk yang ada plang Situs Arca Domas ini. Ongkosnya Rp 10.000. Ke dalam sambung dengan ojek Rp 25.000.

Jalan masuknya hanya selebar satu mobil, tapi kondisinya bagus karena beton. Nggak sampai 10 menit kita akan sampai di area parkir nonpermanen, hanya merupakan halaman rumah. Ada tulisan “Parkir Motor/Mobil Arca Di Sini”. Menurut GPS kami, jaraknya hanya 1 km, nggak sampai 2 km.

Dari situ mulailah kita berjalan kaki di jalan setapak, ada yang berupa tanah keras bercampur batu, jalur semen, konblok, tanah merah. Di sebelah kiri ada persawahan dan sebelah kanan perbukitan. Di depan kejauhan berdiri dengan gagahnya Gunung Salak. Jalurnya datar dan nggak sulit. Anak kecil pun akan mudah melewatinya.

Dengan jalan santai, sekitar 20 menit sampailah kita di area parkir motor. Maju sedikit lagi sudah terlihat area terbuka di mana terdapat serakan bebatuan megalith. Inilah Situs Balekambang.

 

Situs Balekambang

 

SELAMAT DATANG DI SITUS KAWASAN CIBALAY

“Selamat Datang di Situs Kawasan Cibalay Kabupaten Bogor, Balai Pelestarian Cagar Budaya Serang.” Itulah yang tertulis di gapura sebagai gerbang masuk ke kawasan situs, yang berada di sebelah kiri Situs Balekambang.  Berjalan masuk melalui anak tangga batu yang rapi, kita akan disergap kesejukan barisan pohon pinus yang menjulang. Ya, Situs Cibalay memang berada di area hutan pinus, di ketinggian rata-rata 700-an mdpl.

 

Gerbang Situs Cibalay

 

Jalan masuk ke area situs utama

 

Di akhir tangga kita akan melihat area utama Situs Arca Domas, berupa gundukan bukit hijau dengan bebatuan di sana-sini. Seluruhnya sekitar 2.000 m2, dikelilingi pagar kawat. Kita akan melihat terlebih dulu teras pertama di mana terdapat dua tempat pemujaan yang mirip makam. Jangan keburu kecewa kalau tak menemukan pintu masuk di sini (sebenarnya ada pintu masuk di pojok kanan tapi kemungkinan tak terlihat). Lalui saja jalan setapak di sisi kiri, naik, hingga ketemu pondokan-pondokan. Dan di sanalah penjaga sekaligus pemandu situs berada. Kebetulan saat MyTrip datang yang menyambut adalah Kang Deni, penjaga utama yang statusnya sudah PNS dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

 

Teras pertama Arca Domas

 

Kami masuk ke area situs dari atas, teras kelima, tempat Arca Domas berada, ditemani Kang Deni. Menurut keterangannya, situs ini pertama kali ditemukan tahun 1960-an oleh Pak Ursin, yang tak lain kakek Kang Deni. Saat itu Pak Ursin sedang menanam padi kering, lantas ia menemukan 3 batu menhir berdiri berdekatan yang sepintas seperti membentuk bunga. Tiga batu menhir yang belakangan disebut Arca Domas ini melambangkan Gunung Salak. Sebenarnya kurang tepat disebut Arca Domas karena sama sekali tidak ditemukan arca/patung. Domas sendiri dalam bahasa Sunda Kuno artinya 800. Jadi Arca Domas= 800 arca. Padahal Situs Arca Domas ini berupa punden berundak, menhir, batu kubur.

 

Arca Domas, mirip bunga

 

Situs Cibalay yang menurut peneltian diketahui berasal dari tahun 2000-3000 SM ini sebenarnya sudah pernah dilaporkan keberadaannya pertama kali tahun 1914 oleh NJ Krom, sejarawan Belanda yang juga melaporkan temuan Situs Gunung Padang di Cianjur.

 

Arca Domas


Di teras-teras selanjutnya Kang Deni menunjukkan beberapa batu menhir berbentuk kujang (senjata khas orang Sunda), ada yang berbentuk wajah manusia, juga ada yang menyerupai wajah harimau. Yang menyerupai wajah harimau baru tampak setelah Kang Deni berusaha membersihkannya dari lumut dan lapisan tanah.

 

Kang Deni memegang batu berbentuk wajah manusia

 

Batu kujang

 

Batu mirip kepala harimau

 

SITUS-SITUS LAINNYA DI MANA?

Situs Cibalay yang berada di bawah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Balai Pelestarian Cagar Budaya Serang ini selain memiliki Arca Domas dan Situs Balekambang, juga mencakup Situs Kramat Endong Kasang, Situs Jami Paciing (Taman Sriwedari), Situs Batu Bergores, Situs Kebon Kopi, Situs Pasir Manggis, dan Situs Cipangantehan.

MyTrip sempat mengunjungi juga Situs Jami Paciing yang ditempuh berjalan kaki tak sampai 10 menit dari Arca Domas. Disebut juga Taman Sriwedari. Areanya kecil saja, dengan highlight-nya juga 3 batu menhir.

 

Jami Paciing

 

Jalan menuju Situs Batu Bergores

 

Dari situ jalan kaki lagi agak menanjak tapi nggak sulit dan nggak jauh (kurang dari 10 menit juga), tibalah kami di Situs Batu Bergores. Di antara serakan batu-batu besar dan pipih terdapat sebuah batu sepanjang +/-1 m yang bagian atasnya penuh goresan. Dan bentuk batu ini mirip sekali dengan burung. Goresan-goresannya seolah melambangkan bulu-bulu burung. Suasana di sini sangat tenang dan adem.

 

Situs Batu Bergores, mirip burung

 

Meskipun penasaran dengan Situs Pasir Manggis yang letaknya paling jauh, MyTrip tak meneruskan ke sana. Kembali ke Arca Domas, usai istirahat di pendopo dan makan mie instan di warung milik Kang Deni, kami memilih lanjut ke Curug Cipeuteuy yang nggak jauh dari situ.

 

CURUG CIPEUTEUY

Menggoogling “Curug Cipeuteuy Bogor”, yang keluar melulu Curug Cipeuteuy di Majalengka Cirebon. Dan kebetulan sama-sama berada di tengah hutan pinus. Entahlah, mungkin karena curugnya pendek, hanya sekitar 3 meteran dengan kolam kecil saja di bawahnya, curug ini kurang terkenal dan jarang ditulis orang.

Dari Arca Domas ataupun dari parkiran motor berjalan kaki ke curug ini hanya butuh waku kurang dari 30 menit. Jalurnya mudah, nggak ada tanjakan maupun turunan sulit, tapi sedikit becek dan licin kalau habis hujan karena berupa tanah merah. Sepanjang jalur didominasi pohon pinus. Dan ada area camping ground di antara batang-batang pinus. Eksotis!

 

Hutan pinus menuju Curug Cipeuteuy

 

Curug Cipeuteuy

 

Ke curug ini dikenai tiket masuk yang dikelola warga lokal sebesar Rp 7.500 per orang. Nggak perlu pemandu karena jalurnya cukup jelas.

JANGAN PIKNIK KE TEMPAT JAUH TERUS, DI BOGOR ADA SITUS KEREN NIH!
Comment
Hydroxychloroquine

what is hydroxychloroquine used for chloroquine australia hydroxychoriquine

2021-06-12
Robertmox

is erectile dysfunction secondary to ptsd does erectile dysfunction get better erectile pillole are erectile dysfunction not curable erectile bleeding

2020-11-14
Robertmox

top male erectile pill erectile dysfunction treatment which erectile dysfunction drugs work best erectile disf erectile functioning

2020-11-13
Robertmox

erectile dysfunction injections erectile muscle erectile pills that work erectile tissue quizlet icd 10 erectile

2020-11-13
maya

Iya, jalannya bareng Shinta JIpie

2019-01-22
BaRT

Ini pas jalan ke sana bareng mbak Shinta ya? Atau kebetulan aja dia masuk ke dalam frame ya? :-D

2019-01-18
maya

Iya, jalannya bareng Shinta JIpie

2019-01-22