45 OBJEK WISATA DI BENGKULU. WOWW TERNYATA BANYAK JUGA YANG MENARIK YAA…. (Bagian 1) 2020-10-19 00:00

Fort Marlborough, difoto dengan drone

 

Memangnya Bengkulu menarik ya buat dikunjungi? Provinsi yang berada di pantai barat Pulau Sumatera dengan garis pantai sepanjang 525 km ini memang bukanlah destinasi favorit liburan. Tapi bukan karena kurang menarik, melainkan karena memang negeri kita ini punya begitu banyak objek-objek wisata menarik di tiap provinsi. Jadi Bengkulu masih kurang dilirik. Padahal kalau saja wisata berburu puspa langka Rafflesia arnoldii diseriusi, bukan tak mungkin Bengkulu diserbu banyak wisatawan yang ingin melihat bunga terbesar di dunia ini. Makanya Bengkulu dikenal sebagai Bumi Rafflesia karena puspa langka ini banyak tumbuh di seantero wilayah yang pernah lama diduduki Inggris ini. Nah sejarahnya yang lama dikuasai Inggris, bukan Belanda seperti wilayah lain di Indonesia inilah yang juga membuat Bengkulu menarik. Tambahan lagi di Bengkulu ada Rumah Pengasingan Bung Karno dan Rumah Ibu Fatmawati Soekarno.

 

Kalau Trippers ke Bengkulu, tentunya jangan cuma mengeksplor kota dan sekitarnya saja, karena ada 9 kabupaten di Provinsi Bengkulu yang menawarkan banyak kejutan menarik yaitu Kabupaten Mukomuko, Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah, Bengkulu Selatan, Kaur, Seluma, Kepahiang, Rejang Lebong, dan Lebong.

 

Berikut ulasan singkat tentang 45 objek wisata di Bengkulu yang dipilihkan MyTrip. Di luar ini tentu masih banyak lagi yang tidak bisa semua dibahas dalam kesempatan kali ini.

 

Baca juga: “Bengkulu, Menarikkah Buat Dikunjungi?

 

KOTA BENGKULU:

1. Fort Marlborough
Landmark Bengkulu ini peninggalan Inggris, yang selesai dipugar tahun 1984. Nama benteng ini diambil dari nama seorang bangsawan dan pahlawan Inggris, John Churchil, Duke of Marlborough I.

 

Masuk ke bagian utama benteng melewati jembatan di atas parit selebar 7 m, dengan kedalaman 1-3 m. Setelah masuk, terlihatlah di kiri kanan ada bekas barak pegawai dan sel militer yang sekarang dijadikan ruang pamer berisi foto-foto tentang sejarah Bengkulu maupun sejarah benteng.

 

Bagian depan Fort Marlborough

 

Ada juga halaman rumput luas yang di beberapa spotnya diletakkan meriam. Bagian atas benteng bisa dinaiki dari dua sisi. Dari atas sini kita bisa melihat perkampungan dan lautan luas.

 

2. Monumen Parr

 

Dibangun oleh Raffles untuk memperingati tewasnya Gubernur Jenderal Inggris yang bertugas di Bengkulu Thomas Parr tahun 1807. Monumen berbentuk segi delapan dengan beberapa pilar dan beratap kubah.

 

3. Gedung Daerah Balai Raya Semarak (Bekas Istana Raffles)

Istana atau bekas tempat tinggal Raffles di Bengkulu ini sampai kini masih tetap apik setelah direnovasi. Rumah ini berubah fungsi menjadi rumah dinas gubernur yang dinamakan Gedung Daerah Balai Raya Semarak.

 

Rusa merumput di halaman Gedung Daerah

 

Gedung putih berhalaman rumput luas ini biasanya ramai sore hari. Pengunjung datang untuk melihat rusa tutul. Rusa-rusa jinak itu senang menghampiri pengunjung yang menyodorkan makanan dari balik pagar.

 

4. Lapangan Merdeka

 

Datanglah sore-sore ke sini karena selain di Pantai Panjang, di sinilah warga lokal berkumpul. Banyak penjual makanan menggelar jualannya dari mobil yang telah disulap jadi outlet makanan. Jangan cari makanan atau camilan khas Bengkulu di sini, karena justru yang banyak dijual adalah seblak, jajanan khas Bandung. Para penjaja ini membuka lapak mulai pukul 3 sore hingga 11 malam setiap hari.

 

5. Rumah Pengasingan Bung Karno

Aslinya rumah ini milik pedagang Tionghoa bernama Tjang Tjeng Kwat, yang dibangun tahun 1918. Lalu tahun 1938-1942 oleh Belanda dijadikan kediaman Bung Karno selama masa pengasingan.

 

Tampak depan Rumah Pengasingan Bung Karno

 

Rumah ini menyimpan catatan kisah Sang Proklamator yang saat itu beristrikan Inggit Garnasih. Bangunan utama 9 X 18,5 m ini memiliki teras depan dan belakang, ruang tamu, ruang kerja, 2 kamar tidur. Bangunan yang sekarang kita lihat sudah mengalami beberapa renovasi dan penggantian bagian yang rusak. Di halaman belakang ada sumur tua yang airnya dipercaya bikin awet muda.

 

6. Rumah Ibu Fatmawati Soekarno

Mesin jahit Bu Fat

 

Rumah panggung ini menjadi salah satu bagian sejarah cinta Sang Proklamator dengan Ibu Fatmawati. Di setiap ruangan di rumah yang tak besar ini terbingkai banyak gambar-gambar mengenai kedekatan Bung Karno dan Ibu Fatmawati di kala itu, termasuk puisi-puisi. Yang menarik adalah mesin jahit yang berada di salah satu sudut kamar.

 

7. Masjid Jamik

Masjid Jamik, beratap tumpuk

 

Awalnya masjid ini hanyalah sebuah surau yang didirikan Sentot Alibasya, seorang panglima perang Pangeran Diponegoro yang dibuang ke Bengkulu. Ketika masyarakat ingin memperbaikinya, Bung Karno yang saat itu sedang dalam pembuangan di Bengkulu, sebagai seorang arsitek, tergerak ikut membantu mendesain dan mengerjakannya. Masjid yang telah menjadi Cagar Budaya ini beratap tumpuk, tidak ada bentuk kubah seperti masjid pada umumnya.

 

8. Kampung Cina

 

Permukiman yang didominasi toko-toko ini telah direvitalisasi oleh Pemda menjadi rapi dan berwarna-warni seperti sekarang. Tapi jangan bayangkan kampung yang serba merah dan penuh lampion. Hanya terlihat satu vihara, Vihara Buddhayana, itu pun bagian depannya bukan bergaya kelenteng pada umumnya. Kampung ini lebih menampilkan kebersahajaan sebuah kampung yang dipenuhi gedung tua yang masih tetap lestari.

 

9. Pantai Panjang

 

Selain Fort Marlborough, orang juga mengenal Bengkulu karena Pantai Panjangnya. Namanya sesuai faktanya karena garis pantainya mencapai 7 km. Saking panjangnya, namanya dibedakan lagi menjadi beberapa nama mulai dari selatan hingga ke utara yakni Pantai Pasir Putih (ada sand spa), Panjang, Nala, Berkas, Malabro (plesetan dari Marlborough), Tapak Padri, Jakat, Pasar Bengkulu. Karena pantainya menghadap Samudera Hindia –ke arah barat-- maka sunset adalah sajian utama pantai ini. Ciri khas pantai ini adalah adanya deretan pohon cemara laut yang meneduhkan suasana pantai, bukan pohon kelapa. Fasilitas wisata sudah banyak di pantai ini.

 

10. Pulau Tikus

Mencapai pulau ini dari Pantai Tapak Padri naik perahu nelayan selama 30-45 menit. Merupakan pulau tak berpenghuni yang dikelilingi terumbu karang indah. Cocok sebagai spot snorkeling. Di pulau ini ada mercusuar tua dan jangkar besar berwarna kuning yang pada masa pemerintahan Inggris digunakan untuk tempat kapal berlindung dari hempasan gelombang sebelum merapat ke pelabuhan.

 

11. Danau Dendam Tak Sudah

Danau ini dulunya bendungan yang tidak selesai (tak sudah) dikerjakan oleh pemerintah kolonial Belanda dan akhirnya beralih fungsi dan kemudian dijadikan cagar alam karena memiliki flora langka anggrek pensil.

 

Menanti sunrise di Danau Dendam Tak Sudah

 

Hanya 10 menit berkendara ke sini dari pusat kota Bengkulu. Danaunya tepat berada di sisi jalan raya, sementara pemandangan Bukit Barisan menyembul samar di belakang danau. Di tepi danau berjejer kursi-kursi kayu yang disediakan kedai-kedai makanan di seberang jalan. Pagi buta saat yang pas ke sini untuk menunggu matahari terbit.

 

Sisi lain Danau Dendam Tak Sudah

 

KABUPATEN KEPAHIANG:

12. Hutan Lindung Habitat Rafflesia arnoldii

Di Desa Pagar Gunung Kecamatan Ujan Mas dan Desa Tebat Monok Kecamatan Kepahiang terdapat hutan lindung yang menjadi habitat Rafflesia arnoldii dan bunga kibut (bunga bangkai) yang tingginya bisa sampai 3 m.

 

13. Air Terjun Sengkuang

Dari pusat kota Kepahiang air terjun ini bisa dijangkau selama 25 menit berkendara, ke Desa Sukasari. Dari parkiran mobil jalan kaki ke lokasi air terjun melewati trek yang sudah rapi disemen, hanya 7-10 menit.

 

 

Tinggi air terjun sekitar 15 m, membentuk kolam alami dan aliran air di bawahnya. Pengunjung bisa berendam di kolam ini tapi tak boleh terlalu dekat ke air terjun, apalagi kalau nggak bisa berenang karena ada bagian yang dalam.

 

14. Perkebunan Teh Kabawetan

Dalam perjalanan pergi atau pulang dari air terjun, kita bisa mampir ke view point di Perkebunan Teh Kabawetan untuk melihat Kota Kepahiang dari ketinggian. Kebun teh ini dibuka Belanda tahun 1923. Tadinya kebun kopi. Ya, daerah ini memang penghasil kopi unggulan dari Bengkulu. Salah satunya Kopi Sintaro (Sindang Daratan Robusta).

 

Baca juga: “Panduan Kuliner dan Oleh-Oleh Khas Bengkulu

 

15. Air Terjun Curug Embun

Kabupaten Kepahiang banyak memiliki air terjun, salah satunya Curug Embun yang aksesnya cukup mudah. Air terjun yang cukup tinggi ini berada di Desa Tapak Gedung Kecamatan Tebat Karai, hanya beberapa km dari pusat Kota Kepahiang. Trippers bisa bermain air di kolam alami yang terbentuk di bawah air terjun.

 

16. Bukit Hitam (Black Hill)

Berada di Desa Bukit Hitam Kecamatan Kabawetan, di kawasan puncak bukit ada air terjun, gua, juga kawah air panas dari panas bumi.

 

(Bersambung)

 

 

 

Teks: Mayawati NH (Maya The Dreamer) Foto: Herry Tjiang, Mayawati NH
Comment