
Pantai Pahangwaq, super cetar
Pulau Lembata di Nusa Tenggara Timur (NTT) memang belum sepopuler Pulau Sumba apalagi Labuan Bajo yang juga berada di NTT. Lembata adalah sebuah kabupaten yang berdiri di atas satu pulau, Pulau Lembata juga namanya, yang berada di sebelah timur Pulau Flores, NTT. Sayangnya, belum banyak seleb-seleb di media sosial yang mempopulerkan Lembata. Pun belum ada film nasional yang memilih Lembata sebagai lokasi utamanya. Tapi MyTrip tetap pada komitmen untuk mengajak sebanyak mungkin orang datang ke pulau yang menawarkan semiliar keindahan alam dan budaya ini. Tahun ini, untuk keempat kalinya MyTrip membuka open trip ke Lembata tanggal 29 April-6 Mei 2025. Apa saja yang dilihat atau dinikmati selama 8 hari?
PANTAI: DARI PELANGI, LOLONGAN, TRADISI PAUS, SAMPAI PEMANDANGAN CETAR!
Ada setidaknya 11 pantai yang akan dikunjungi dan dieksplor dalam trip Lembata ini. Semuanya punya keunikan dan daya tarik tersendiri.
Sebut saja Pantai Batu Pelangi yang bisa memamerkan pelangi dalam tiap deburan ombaknya.
Ada pelangi di Pantai Batu Pelangi
Belum lagi ada Pantai Watulolong yang sesuai namanya selalu menimbulkan suara seperti melolong yang keluar dari celah baru karang.
Dari celah batu karang ini mengalir air yang didorong ombak dan menghasilkan bunyi lolong
Paling utama dan paling populer tentulah Pantai Lamalera, tempat di mana tradisi perburuan paus berasal. Dalam trip ini rombongan akan diajak ke Pantai Lamalera tepat tanggal 1 Mei saat diadakan Misa Lefa, misa pemberkatan pembukaan musim berburu paus.
Misa Lefa di Pantai Lamalera
Tak jauh dari Lamalera ada Pantai Tapobali yang jauh di sisi sebelah kirinya terdapat tebing laut eksotis, dan di ujung kanannya ada laguna yang diapit batu-batu karang serta “air terjun” mininya.
Laguna di Pantai Tapobali
“Air terjun” mini di Pantai Tapobali
Kalau untuk menikmati sunset yang memerahkan sekujur langit yang tadinya biru, pilihan tepat tentulah ke Pantai Ohe dan Pantai Hadakewa. Suasana sunset di kedua pantai ini tambah dramatis karena keduanya menghadap gunung. Pantai Ohe menghadap Ile Boleng, sedangkan Pantai Hadakewa menghadap Ile Ape atau Ile Lewotolok. Di Pantai Hadakewa bahkan kita bisa snorkeling. Kalau nggak mau berbasah ria, tinggal duduk manis saja di kafe tepi pantainya.
Sunset dramatis di Pantai Ohe
Sunset dengan latar gunung di Pantai Hadakewa
Berbasah ria di Pantai Hadakewa
Pantai Batu Payung dan Pantai Wade dikunjungi di hari yang sama saat rombongan menerabas tingginya alang-alang di Sabana Wade. Keduanya memiliki sudut yang dramatis-eksotis buat difoto. Air lautnya pun jerniiiih….
Spot utama Pantai Batu Payung
Tebing di belakang Pantai Batu Payung
Spot utama di Pantai Wade
Air laut jernih dan garis pantai sangat panjang dimiliki Pantai Mingar. Bolehlah turun main air di sini, bareng anak-anak lokal. Kamar bilas tersedia, walapun apa adanya.
Berenang di Pantai Mingar
Nah kalau di Labuan Bajo dan Lombok ada Pink Beach, Lembata punya Pantai Pasir Merah Lamariang. Warna pasirnya merah bata kecoklatan. Terdapat jejeran pohon bakau juga di sisi ujung kanan pantainya.
Pohon bakau di Pantai Pasir Merah Lamariang
Favorit MyTrip adalah Pantai Pahangwaq. Nggak sia-sia bangun lebih pagi untuk mencapai pantai yang berada di ujung timur Pulau Lembata ini. Jauh memang. Dari pusat kota Lewoleba, ibu kota Lembata, naik mobil 2-2,5 jam. Lalu sambung jalan kaki di jalur datar 15-20 menit, dan untuk melihat spot terbaiknya jalan kaki lagi menyisiri bukit berbatu 30-45 menit. Tak perlu berpanjang kata, lihat saja fotonya. Betapa cetarnya pantai ini. Sayang, pantai ini tidak cocok untuk direnangi. Nikmati saja debur ombak dan pemandangan indahnya dari atas batu karang.
Pemandangan super cantik di Pantai Pahangwaq
Yuk ikut trip ke Lembata bersama MyTrip tanggal 29 April-6 Mei 2025. Hubungi 0811821006.
Bersambung.