MERAH MERIAH PERNAK PERNIK IMLEK 2017-01-26 00:00

 

Kemeriahan dan keterbukaan perayaan Tahun Baru Imlek di Indonesia tak terlepas dari jasa Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang mencabut Inpres Nomor 14 Tahun 1967 yang melarang pementasan kebudayaan Tionghoa. Dengan Kepres Nomor 6 Tahun 2000 maka perayaan kebudayaan Tionghoa pun boleh dilakukan di muka umum. Dan setahun kemudian pada tahun 2001 Tahun Baru Imlek ditetapkan sebagai hari lbur nasional fakultatif. Presiden Megawati Soekarnoputri pun pada Februari 2002 menetapkan mulai 2003 Tahun Baru Imlek menjadi hari libur nasional.

Sejak saat itulah setiap kali menjelang Tahun Baru Imlek hingga dua minggu setelahnya tempat-tempat umum baik itu mal, pertokoan, restoran, hotel, bahkan lobi gedung perkantoran dipenuhi hiasan/ornamen/pernak-pernik Imlek yang serba merah. Meriah!

Apa aja sih pernak-pernik yang biasa dipajang saat Tahun Baru Imlek? Yuk kita mengenal dan mengetahui makna di baliknya.

 

1. POHON IMLEK (KEMBANG MEI HWA)

Sering lihat ada pohon kembang pink mirip sakura yang banyak dijual menjelang Imlek? Itu bukan sakura (cherry blossom), melainkan kembang mei hwa (plum blossom). Memang masih satu genus sih, makanya bentuknya mirip. Bedanya lagi, kembang mei hwa mekar sepanjang tahun terutama saat awal musim semi (bertepatan dengan Tahun Baru Imlek), pohonnya nggak mati di musim dingin sekalipun (lambang kekuatan dan ketahanan). Sedangkan sakura hanya bermekaran di sekitar bulan April. Mei hwa secara harfiah juga berarti “kembang cantik”.

Karenanya masyarakat Tionghoa senang memajang replika pohon mei hwa yang dihiasi berbagai ornamen gantung seperti lambang shio, ikan, petasan, angpao dll. Pohon ini biasa diletakkan di pojok ruang tamu atau ruang keluarga. Seperti Pohon Natal lah, menjelang Imlek, anggota keluarga sibuk menggantung-gantungkan hiasan di pohon ini.

 

2. LAMPION

 

Kebiasaan memasang lampion dalam perayaan Tahun Baru Imlek konon dimulai sejak zaman Dinasti Ming. Lampion yang pastinya berwarna merah dan digantung di depan rumah ini dimaksudkan untuk mengusir roh jahat atau Nian si raksasa jahat, juga merupakan simbol pengharapan akan datangnya keberuntungan di tahun yang akan dimasuki. Gambar di lampion biasanya ikan, atau tulisan syair-syair keberuntungan yang terdiri dari 4 huruf. Di dalam lampion juga biasanya ada lampu, bermakna penerang, penunjuk jalan bagi semua anggota keluarga.

 

3. UNTAIAN KERTAS SAJAK

Nah, kalau Anda bertamu ke rumah teman atau kerabat yang merayakan Tahun Baru Imlek mungkin Anda menemukan ada sepasang kertas merah memanjang ditempel di depan pintu rumah atau di dinding dekat meja sembahyang. Kertas itu berisi aksara China yang terdiri dari 4 huruf yang berupa sajak. Ya, sajak-sajak kuno China umumnya terdiri dari 4 huruf yang maknanya sangat dalam dan butuh keahlian khusus untuk menerjemahkannya. Misalnya “Wan Shi Ru Yi” yang arti harfiahnya adalah “sepuluh ribu hal sesuai keinginan”.  Makna lebih luasnya, segala hal/urusan berjalan lancar sesuai rencana dan harapan.

Ada juga kertas merah segiempat yang dipasang dengan sudut menghadap ke atas dan ke bawah. Biasanya berisi tulisan “Fu” yang artinya “keberuntungan/hokie” atau “Chun” (musim semi). Ada juga kepercayaan memasang terbalik tulisan “Fu” itu karena bunyi kata yang bermakna “terbalik” (dao) sama dengan dao (sudah tiba). Jadi tulisan “Fu” dibalik artinya “keberuntungan sudah datang”.

 

4. GANTUNGAN SHIO

Tahun baru Imlek 2568 adalah Tahun Ayam, jadi gantungan lambang shio yang dominan tahun ini pastilah ayam. Gantungan lambang shio ini biasanya berwarna kuning emas, terbuat dari besi yang disepuh warna emas. Bisa digantung di samping pintu depan atau pintu kamar, digantung di pohon mei hwa atau diikat di bawah lampion.

 

5. PETASAN

 

Untaian petasan kecil-kecil berwarna merah sering digantung di pinggiran pintu depan. Tentu bukan petasan sungguhan, melainkan petasan bohongan yang terbuat dari plastik atau karton merah. Ada juga yang di dalamnya diisi bohlam dan bisa dinyalakan. Petasan dimaksudkan untuk mengusir kekuatan jahat.

 

6. LUKISAN

 

Bukan hanya saat Imlekan sih lukisan bernuansa China dipajang, tapi sepanjang tahun. Gambar lukisannya nggak jauh-jauh dari serombongan ikan koi (jumlahnya 9 ekor), kembang mei hwa, burung merak, naga, pegunungan, hutan bambu, dewi/wanita cantik. Tentu semuanya adalah perlambang hal yang baik-baik yang diharapkan dapat memberi pengaruh keberuntungan bagi rumah itu.

Teks: Mayawati NH, berbagai sumber Foto: Istimewa
Comment