INILAH 16 OBJEK WISATA WAJIB DI ALOR NUSA TENGGARA TIMUR (Bagian 1) 2026-01-06 15:15

Kampung Adat Eheng Hulu, pusat tradisi kulit kayu di Alor

 

Kabupaten Alor dengan ibu kotanya Kalabahi yang merupakan pulau tersendiri di ujung timur Nusa Tenggara Timur (NTT) lebih populer di kalangan para penyelam. Karena titik-titik selamnya memang kelas dunia, setara dengan Raja Ampat dan Taman Nasional Komodo. Tapi bukan berarti selain aktivitas selam nggak ada lagi yang menarik di Alor. Justru banyak! MyTrip pernah mengadakan open trip ke Alor pada Mei 2024 dengan jumlah peserta 20 orang. Saat itu kami mengunjungi dan mengeksplor 16 objek wisata wajib di Alor. Apa saja?

 

1. Pulau Sika

Perahu-perahu di perairan Pulau Sika

 

Pulau Sika hanyalah pulau kecil yang berada di luar pantai utara Pulau Alor, berseberangan dengan area Bandara Mali di Alor. Biasanya wisatawan ke sini persis setelah mendarat atau tiba di Alor dengan pesawat. Ngapain ke sini? Tentu saja untuk melihat dugong fenomenal yang tinggal di perairan Pulau Sika. Namanya si Mawar, alias Mawardi karena dia jantan. Perahu tidak akan merapat di Pulau Sika tapi hanya berputar-putar di perairannya untuk memancing Mawar muncul. Dia memang senang bermain-main dan mendekati perahu. Kita tidak boleh nyebur atau berenang bersama dugong karena saking ramahnya, dia akan memeluk erat dan mengajak kita menyelam hingga jauh ke bawah. Tentu ini membahayakan. Jadi cukup menonton dan memotretnya dari atas perahu.

 

Ini dia si Mawar

 

2. Kampung Adat Takpala

Ikut menari Lego Lego di Kampung Adat Takpala

 

Takpala merupakan desa adat Suku Abui yang masih mempertahankan rumah adat berbentuk panggung dan tradisi leluhur. Letaknya di atas perbukitan di Desa Lembur Barat Kecamatan Alor Tengah Utara. Warga desa ini sudah pintar sekali menerima wisatawan. Mereka menyambut kita dengan pakaian adat dan menyapa dalam bahasa mereka. Kita juga diajak menari Lego-Lego dan berkesempatan memakai pakaian adat baik wanita maupun pria. Tentu ada biaya donasi untuk ini ya. Kalau ikut trip bersama MyTrip semuanya sudah dibayar. Mereka juga menggelar aneka kerajinan dan kita bisa membelinya. Boleh menawar tapi yang masuk akal ya. Hargai pekerjaan tangan mereka.

 

Memakai pakaian adat di Kampung Adat Takpala

 

3. Pantai Batu Putih

Tampak di kejauhan tebing batu berwarna putih

 

Pantai Batu Putih terletak tidak jauh dari Bandara Mali, berkendara +/-25 menit ke arah barat, tepatnya di Desa Alila Timur Kecamatan Kabola, dan mudah diakses. Sesuai namanya, tebing tanjung pantai ini berupa batuan berwarna putih. Cocok untuk bersantai di atas pasir maupun di bale-bale yang tersedia sambil makan kelapa muda atau pesan kopi dan teh dari warung, berenang (tersedia kamar mandi sederhana), atau sekadar menikmati matahari terbenam. Kita boleh berharap matahari terbenam jatuh ke air, dan perlahan menghilang dari horison. Syahdu!

 

Cantiknya matahari terbenam di Pantai Batu Putih

 

4. Pasar Barter Alor Kecil

Pasar berlatar laut dan pulau

 

Harus mencocokkan jadwal kalau mau melihat pasar ini karena hanya beroperasi tiap Selasa dan Jumat. Lokasi pasarnya di pinggir jalan dengan latar pemandangan laut biru dan Pulau Ternate (Pulau Tenun) di belakangnya. Ini bukan Pulau Ternate yang di Maluku Utara tentu saja. Para warga lokal membarter hasil laut dengan hasil bumi (kebun). Mirip seperti di Lembata NTT juga. Lokasi pasar ini di Desa Alor Kecil Kecamatan Alor Barat Laut,  berseberangan dengan Pulau Kepa dan Pulau Ternate.  

 

5. Kampung Adat Eheng Hulu

Rombongan MyTrip berfoto bersama warga lokal di Kampung Adat Eheng Hulu

 

Kampung Adat Eheng Hulu berada di Desa Monbang, dihuni Suku Kabola, kedua terbesar di Alor. Yang unik dari kampung ini adalah, mereka masih mempertahankan pakaian dari kulit kayu. Kampung ini memang dikenal luas sebagai pusat tradisi kulit kayu, salah satu warisan leluhur penduduk Alor. Kita diperlihatkan cara melepas kulit kayu dari batangnya hingga menjadi semacam lempengan kain. Ada beberapa atraksi unik lainnya dipertontonkan oleh mereka. Bahkan saat masuk ke pintu gerbang rombongan MyTrip disambut dengan tarian.

 

Cara melepas kulit kayu dari batangnya

 

Mau ke Alor tanpa repot? Yuk ikut tripnya bersama MyTrip. Hubungi WhatsApp 0811821006.

 

Bersambung ke sini.

 

Teks: Mayawati NH (Maya The Dreamer) Foto: Edy Santoso, Mayawati NH, Priyo Tri Handoyo
Comment