INI DIA PANTAI UNIK DI MOROTAI, PANTAI NUNUHU NAMANYA 2020-09-10 14:00

Pantai Nunuhu, unik, seperti ada aliran sungai d pantainya

 

Pantai Nunuhu nggak masuk dalam itinerary saat saya berkunjung ke Pulau Morotai Provinsi Maluku Utara Oktober 2019 lalu. Namanya aja belum pernah denger. Kami mampir ke pantai ini setelah dari Pantai Gorango, berjarak sekitar 50 menit berkendara. Kalau dari Kota Daruba, ibu kota Kabupaten Pulau Morotai, berkendara sekitar 1 jam lebih, menempuh jarak +/-65 km.

 

Cara ke Morotai silakan dibaca di sini.

 

Peta Morotai

 

Lokasi Pantai Nunuhu

 

Untuk menuju pantainya dari lokasi parkir kita harus menuruni tebing pendek yang sudah dibuatkan jalan turunnya walaupun masih seadanya. Dari situ langsung tampak garis pantai yang nggak terlalu panjang dan nggak lebar, semacam teluk, yang dibatasi dinding tebing pendek. Ombak tenang, padahal pantai ini langsung menghadap Samudera Pasifik, mungkin karena terhalang pulau kecil di hadapannya. Ya, hanya berjarak mungkin nggak sampai 20 m teronggok pulau kecil yang seluruhnya tertutup pepohonan hijau. Jarak pulau dan garis pantai yang sangat dekat membuat air laut yang dijepit pulau tersebut tampak seperti aliran sungai dangkal. Inilah salah satu yang bikin penampilan pantai ini unik, beda.

 

Ada pulau kecil di depan pantai

 

Sepintas kita akan berpikir pantainya ya segitu aja. Apalagi ketika kami datang air laut sedang agak pasang. Jadi di bagian ujung pantai yang dinding batu karangnya menjorok ke laut, tidak terlihat ada jalan pasir yang bisa dilewati. Untung rasa penasaran membawa langkah kami ke situ. Ternyata bagian tersebut masih bisa dillewati karena air laut yang menjilat-jilat pantai tergolong masih sangat ramah, lagipula bagian itu masih landai. Jadi sampailah kami ke bagian lain pantai yang tidak terlihat saat pertama kali kami sampai.

 

Saat air laut surut kita masih bisa lewat di depan batu karang yang menjorok itu

 

Sampailah kami ke bagian lain pantai di balik batu karang

 

Berfoto dari arah sebaliknya

 

Ternyata berfoto-foto di situ bagus. Dinding tebing karang yang kena abrasi membentuk semacam gua kecil terbuka, sangat pas untuk jadi framing foto. Beberapa batu karang terhampar di laut dangkal di depannya.

 

Berfoto dengan framing batu karang yang membentuk semacam gua terbuka

 

Tapi kalau main-main di sini sudah sore seperti kami, lihat-lihat ya apakah air laut sudah mulai pasang, karena nanti sulit untuk jalan balik, harus berenang. Sementara di sini nggak ada fasilitas untuk bilas. Toilet pun saat itu nggak ada.

 

Saat kondisi air laut sedang tenang kita juga bisa berjalan di aliran air laut yang nampak seperti sungai kecil itu. Tentu kami tak melewatkan berfoto-foto di sini dengan latar langit biru dan kawanan awannya.

 

Bisa berfoto-foto di bagian pantai yang seperti sungai kecil

 

Kalau air laut sedang surut banget, kita aman jalan kaki sampai ke pulau kecil di depan pantai itu. Tapi ya nggak ada apa-apa, penuh pepohonan. Kami nggak mencobanya.

 

Hanya mau duduk-duduk di pasir pantainya sambil menatap laut lepas juga bisa banget. Jangan takut panas, karena tinggal agak mundur sedikit, saat menjelang sore, rerimbunan pohon di belakang menjadikan pantai teduh.

 

Baca juga: “Morotai, Antara Pantai Pasir Putih dan Jejak Perang Dunia Kedua

 

Masuk ke pantai yang dikelola warga lokal ini tiket masuknya nggak jelas. Kami sih karena ke sini dengan pemandu lokal hanya dimintai uang Rp20.000 untuk satu mobil (kami bertiga di luar pemandu dan supir). Saya baca-baca pengalaman orang lain, ada yang ditagih satu mobil Rp50.000, sedangkan motor Rp20.000. Ada yang bilang satu mobi Rp10.000, lalu per orang bayar lagi Rp5.000.

 

Pantai Nunuhu berada di Desa Bido Kecamatan Morotai Utara Kabupaten Pulau Morotai. Saat melewati Desa Bido kita akan melihat banyak pohon kelapa bido yang hanya tumbuh di sini. Pohon kelapanya pendek-pendek, dan buah kelapanya tumbuh di bagian bawah pohon kelapa hingga menyentuh tanah.

 

Baca juga: “Island Hopping di Morotai, Dari Pose Pesawat Tempur Sampai Bersantai Ala MacArthur

 

Nama lain Pantai Nunuhu adalah Pantai Bido atau Pantai Gong. Kata Nunuhu sendiri dalam bahasa Tobelo artinya pulau. Merujuk pada pulau kecil di depan pantainya. Nama Bido diambil dari nama desanya. Nama gong, konon di pantai ini ada batang pohon yang menghasilkan suara seperti gong kalau terkena sapuan ombak. 

 

 

Teks: Mayawati NH (Maya The Dreamer) Foto: Mayawati NH, Muhlis Eso, Zuriah Saibun
Comment