9 NEGARA INI SUDAH BUKA UNTUK SEMUA TURIS INTERNASIONAL TANPA TES MAUPUN KARANTINA. MAU KE SINI? 2020-10-27 09:55

Hagia Sophia di Istanbul Turki

 

Informasi valid tentang negara mana saja yang sudah membuka pintunya untuk semua turis internasional tanpa syarat ketat sehubungan dengan pandemi Covid-19 tentu sangat dibutuhkan para Trippers yang sudah kepengen ngetrip ke luar negeri. Tapi sampai detik ini informasinya masih simpang-siur dan berubah terus dari waktu ke waktu karena kondisi pandemi di tiap negara juga terus berubah. Jadi, kalau Trippers menemukan informasi yang dirilis bulan Juli misalnya, belum tentu masih berlaku. Bahkan berita bulan September saja bisa jadi sudah nggak valid lagi. Nah untuk membantu menjawab kebingungan Trippers, MyTrip coba menyarikan data yang cukup lengkap dan update dari situs www.traveloffpath.com. Data diambil tanggal 26 Oktober 2020.

 

Berikut adalah daftar 9 negara yang sudah membolehkan turis dari negara mana pun berkunjung tanpa perlu rapid test ataupun PCR apalagi karantina/isolasi. Tentu syarat visa masih diberlakukan sesuai aturan yang sudah ada.

 

1. ALBANIA

Salah satu negara di Semenanjung Balkan, Eropa bagian tenggara ini, sudah buka buat turis internasional sejak 1 Juli 2020. Hanya diberlakukan cek suhu badan di terminal ketibaan di bandaranya. Penumpang tak perlu menunjukkan hasil tes negatif Covid-19. Hanya penumpang yang bersuhu >37,5 derajat Celcius yang akan digiring ke ruang karantina.

 

Protokol kesehatan semasa pandemi tetap harus dipatuhi selama turis berada di Albania, yakni jaga jarak 1,5 m, pakai masker di pesawat, bandara, area publik indoor maupun outdoor.

 

Buat WNI, ke Albania butuh Visa Schengen, dan tidak ada penerbangan langsung dari Jakarta ke Tirana International Airport (TIA) di Kota Tirana, ibu kota Albania.

 

2. BRASIL

Brasil secara resmi membuka perbatasannya untuk turis tanggal 30 Juli 2020. Tak ada pembatasan atau syarat apa pun, hanya diminta menunjukkan asuransi perjalanan yang mengcover Covid-19 saat check in di bandara keberangkatan dan saat ketibaan, juga ada pengecekan suhu tubuh di terminal ketibaan. Tak perlu membawa hasil tes, juga tak perlu karantina.

 

Brasilia, ibu kota Brasil

 

Kebetulan Brasil telah memberlakukan bebas visa bagi WNI. Tapi tidak ada penerbangan langsung dari Jakarta ke bandara di Kota Sao Paolo (GRU dan VCP) maupun Rio de Janeiro (GIG), dua kota besar di Brasil. Dan kabar buruknya: Brasil termasuk negara yang cukup parah terdampak Covid-19 (nomor 3 terburuk sedunia di bawah USA dan India).

 

3. REPUBLIK DOMINIKA

Negara yang berada di Laut Karibia Amerika Utara yang terkenal dengan pantai-pantai indahnya ini membolehkan semua turis dari negara mana pun masuk ke negaranya hanya dengan syarat visa.

Sejak 15 September 2020 syarat tes PCR maupun karantina sudah tidak diberlakukan. Hanya ada cek pernapasan secara random bagi sebagian kecil penumpang pesawat (3-10%) saat ketibaan. Penumpang hanya diminta mengisi formulir Health Affidavit yang dibagikan di pesawat dan menyerahkannya saat proses imigrasi atau bea cukai. Dalam formulir itu ada pernyataan bahwa kita tidak merasakan gejala-gejala Covid-19 dalam 72 jam terakhir dan harus mencantumkan nomor atau alamat yang bisa dihubungi dalam 30 hari ke depan. Syarat adanya asuransi perjalanan yang mengcover Covid-19 juga wajib dipenuhi.

 

Selama di Republik Dominika semua turis harus mematuhi protokol kesehatan (memakai masker di semua tempat umum dan jaga jarak 1,5 m) dan mematuhi pemberlakuan jam malam secara nasional dari Senin hingga Jumat pukul 21.00 sampai 05.00, dan pada Sabtu dan Minggu pukul 19.00 sampai 05.00.

 

WNI butuh visa untuk masuk ke Republik Dominika. Yang sudah membebaskan visa buat kita tuh negara satunya lagi yang namanya mirip dan letaknya berdekatan, yakni Dominika. Tidak ada penerbangan langsung dari Jakarta ke Santo Domingo (SDQ), ibu kota Republik Dominika.

 

4. KOSOVO

Sama, Kosovo juga buka untuk turis dari mana pun, tanpa syarat tes maupun karantina. Semua pembatasan perjalanan bagi orang asing yang masuk ke Kosovo berkenaan dengan pandemi telah dicabut. Hanya ada pengecekan suhu tubuh saat ketibaan di bandaranya, dan semua penumpang harus mengenakan masker. Asuransi perjalanan yang mengcover Covid-19 hanya direkomendasikan.

 

Bandara internasional di Kota Pristina (PRN), ibu kotanya, telah beroperasi sejak tanggal 28 Juni 2020. Tapi menurut www.traveloffpath.com keterangan resmi dari pemerintah Kosovo sangat sulit didapat. Jadi jika Trippers berencana ke negara landlocked di Semenanjung Balkan di Eropa bagian tenggara ini sebaiknya lakukan riset dan cek & ricek lagi.

 

Kosovo bertetangga dengan Serbia, Albania, Montenegro dan North Macedonia. Bukanlah negara destinasi para turis, tapi mungkin banyak pejalan yang tertarik mengunjunginya selama pandemi ini karena kemudahan persyaratan masuknya. Lagipula, tiga negara tetangganya, Albania, Serbia dan North Macedonia juga menerapkan persyaratan masuk yang sama longgarnya. Nggak pake tes-tesan, apalagi karantina. Tak mengherankan kalau bakal ada arus turis masuk ke 4 negara ini. Apalagi karena keempat negara ini saling membuka perbatasan darat bahkan dalam masa pandemi ini, kecuali antara Kosovo dan Serbia yang sejak awal memang tak saling membuka perbatasan karena Serbia tak mengakui Kosovo sebagai negara.

 

Walaupun persyaratan masuknya mudah, tapi Kosovo tetap memberlakukan protokol kesehatan seperti mewajibkan pakai masker di area publik, tidak membolehkan lebih dari 5 orang berkumpul, menerapkan jam malam pukul 22.30 sampai 05.00 di beberapa wilayah.

 

WNI harus punya Visa Schengen untuk masuk Kosovo. Dan tidak ada penerbangan langsung dari Jakarta ke Pristina.

 

5. MEKSIKO

Destinasi yang populer bagi turis di Meksiko seperti Cancun dan Playa Del Carmen secara resmi dibuka kembali untuk semua turis per tanggal 8 Juni 2020. Dan memang tak ada pembatasan masuk yang signifikan yang diberlakukan Meksiko sehubungan dengan pandemi. Tak ada karantina, tak perlu tes PCR. Hanya perlu membawa asuransi perjalanan yang mengcover Covid-19.

 

Tapi soal pakai masker, itu wajib. Cancun malah membuat aturan denda baru untuk yang tak mengenakan masker. Social distancing juga diberlakukan di semua ruang publik, hotel, restoran dan pantai.

 

Walaupun melonggarkan syarat masuk lewat udara, tapi perbatasan darat Meksiko dengan USA ditutup bagi perlintasan yang non-esensial. Hanya dibuka bagi warga USA dan Kanada yang melintas untuk pulang.

 

Perlu diketahui juga, urutan Meksiko dalam hal Covid-19 adalah no 9 terburuk sedunia. 

 

WNI butuh visa untuk masuk Meksiko. Bisa juga memakai visa multiple entry USA, Kanada, Inggris, Schengen dan Jepang untuk masuk Meksiko. Tak ada penerbangan langsung dari Jakarta ke Mexico City (MEX), Cancun (CUN) ataupun kota-kota lain di Meksiko yang ada penerbangan internasionalnya.

 

6. NORTH MACEDONIA 

Republic of North Macedonia yang berada di Semenanjung Balkan, Eropa bagian tenggara, secara resmi membuka kembali negaranya bagi turis internasional dari semua negara per 1 Juli 2020, tanpa batasan. Tak perlu menunjukkan hasil tes negatif, tak perlu karantina. Kecuali jika masuk North Macedonia melalui Serbia, Bosnia and Herzegovina, dan Montenegro, maka diminta menunjukkan hasil tes PCR yang negatif dengan masa berlaku maksimal 72 jam sebelum melewati perbatasan. Cek suhu tubuh di terminal kedatangan dan pemakaian masker diberlakukan. Ditolak masuk hanya jika pengunjung demam (suhu tubuh tinggi) atau sesak napas.

 

WNI harus punya Visa Schengen untuk masuk North Macedonia. Tidak ada penerbangan langsung dari Jakarta ke Skopje Airport (SKP) di Skopje, ibu kota North Macedonia, tapi bisa lewat Doha di Qatar maupun Dubai di UEA.

 

7. SERBIA

Mulai 22 Mei 2020 Serbia membuka pintunya bagi turis dari semua negara tanpa mensyaratkan tes maupun karantina. Hanya disarankan untuk punya asuransi perjalanan yang mengcover Covid-19. Peraturan masuk Serbia tetap sama seperti sebelum pandemi (jadi warga Kosovo atau turis dari Kosovo tidak bisa masuk Serbia seperti aturan sebelumnya). Per 15 Agustus 2020 Serbia hanya mensyaratkan tes PCR dengan hasil negatif yang masa berlakunya tak lebih dari 48 jam bagi turis dari 4 negara: Kroasia, Bulgaria, Rumania dan North Macedonia.

 

Selama berada di salah satu negara Balkan di Eropa bagian tenggara ini turis wajib menjaga jarak minimal 1,5 m, mengenakan masker di area umum baik indoor maupun outdoor. Ada denda bagi yang tidak memakai masker. Berkumpul di indoor maupun outdoor juga dibatasi maksimal 30 orang.

 

Bandara Nikola Tesla (BEG) di Belgrade

 

WNI boleh masuk ke Serbia tanpa visa. Tak ada penerbangan langsung dari Jakarta ke Beograd/Belgrade (BEG atau BJY), ibu kota Serbia. Bisa transit lewat Doha di Qatar atau Istanbul di Turki.

 

8. TANZANIA

Per Juni 2020 Tanzania, negara di Afrika bagian timur yang terkenal dengan Serengeti National Park, Gunung Kilimanjaro dan Zanzibar-nya, kembali menerima turis seluruh dunia berdasarkan peraturan normal sebelum pandemi. Tidak ada kewajiban karantina maupun menunjukkan hasil tes negatif. Hanya wajib memakai masker dan jaga jarak, serta dicek suhu tubuh saat kedatangan dan mengisi kartu kesehatan.

 

Safari di Serengeti National Park

 

Ada perubahan per 1 Agustus 2020, wajib menunjukkan hasil tes PCR dengan masa berlaku maksimal 72 jam, tapi syarat itu dihapus kembali per 15 September 2020. Jadi karena peraturan yang kerap berubah, disarankan untuk cek info terkini jika Trippers ingin ke Tanzania.

 

Selama di Tanzania disarankan untuk sering mencuci tangan, jaga jarak minimal 1 m dari orang lain di area publik, dan pakai masker.

 

Safari di Serengeti National Park

 

WNI bisa masuk Tanzania dengan Visa on Arrival. Penerbangan ke Zanzibar (ZNZ) maupun Dar Es Salaam (DAR) dari Jakarta harus transit, bisa melalui Doha, Dubai maupun Istanbul. Dar Es Salaam bukan ibu kotanya, tapi kota terbesar di Tanzania --rute penerbangan internasionalnya banyak ke sini.

 

9. TURKI

Turki termasuk negara yang paling awal membuka pintunya untuk turis internasional tanpa kecuali dan dengan syarat normal seperti sebelum pandemi, per 12 Juni 2020. Tak perlu menunjukkan hasil tes PCR negatif dan tak diminta karantina. Hanya dicek suhu tubuh saat kedatangan. Turis juga direkomendasi untuk memiliki asuransi perjalanan yang mengcover Covid-19.

 

Bagian dalam Blue Mosque di Istanbul Turki

 

Turis juga tak perlu khawatir nggak bisa ngapa-ngapain karena restoran, kafe, taman, fasilitas olahraga, pantai, museum sudah boleh buka sejak 1 Juni 2020.Tentunya protokol kesehatan di sarana-sarana umum ada dan wajib dipatuhi: memakai masker, jaga jarak.

 

Naik balon di Cappadocia Turki

 

WNI masuk ke Turki bisa dengan visa elektronik yang pengurusannya sangat mudah dan cepat. Penerbangan langsung dari Jakarta ke Turki juga ada dengan Turkish Airlines. Pilihan lain dengan Qatar Airways, transit di Doha juga tidak perlu menunjukkan hasil tes negatif Covid-19. Jadi dari 10 pilihan yang ada, Turki paling memungkinkan buat kita WNI untuk liburan keluar negeri saat ini.

 

Ingin ke Turki? Hubungi MyTrip (Maya) di WhatsApp 0811821006. Ada paket-paket yang sangat menarik dengan harga terjangkau, termasuk Turki Winter di bulan Januari 2021.

 

 

Info Tambahan:

Ada satu negara lagi yang sudah membuka pintu untuk semua turis internasional dan syarat masuknya sehubungan dengan pandemi ini nggak ribet, yakni Haiti, yang berada di pulau yang sama serta berbatasan darat dengan Republik Dominika di Laut Karibia Amerika Utara. Apalagi Haiti termasuk negara yang membebaskan visa bagi WNI. Sounds great ya…. Tapi sulit mencari info yang jelas soal apakah perlu karantina sesudah ketibaan atau nggak.

 

Penerbangan internasional ke Port Au Prince (PAP) ibu kota Haiti sudah dibuka per 30 Juni 2020. Perbatasan darat dengan Republik Dominika juga sudah dibuka. Tapi penerbangan dari Jakarta ke PAP tentunya nggak ada yang langsung, malah bisa transit 2-3 kali.

 

 

Teks: Mayawati NH (Maya The Dreamer) Sumber: www.traveloffpath.com Foto: Fabiola Lawalata, globalvillage.world, Mayawati NH, Shutterstock
Comment