WHAT TO DO IN PETRA: DARI MALAM ROMANTIS HINGGA HIKING

WHAT TO DO IN PETRA: DARI MALAM ROMANTIS HINGGA HIKING

Monday, 20-11-2017 | 22:35

Al Deir (The Monastery)

 

Selama ratusan tahun Petra hanyalah sebuah fabel, hingga pada tahun 1812 seorang petualang Swiss John Lewis Burckhardt menyamar sebagai Muslim dan masuk ke kota kuno yang berada di Yordania, negara yang "kebarat-baratan" di Timur Tengah ini. Dijuluki sebagai The Lost City, kini dunia modern mengenalnya sebagai situs arkeologi peninggalan Bangsa Nabatean, salah satu rumpun dari Bangsa Arab, yang terkenal memiliki peradaban tinggi dengan memahat gunung cadas menjadi bangunan bernilai seni tinggi.

 

LETAK YORDANIA DAN PETRA

Yordania berbatasan langsung dengan Arab Saudi, Irak, Suriah, Tepi Barat dan Israel, berbagi kekuasaan atas Laut Mati dengan Israel. Nama resminya Kerajaan Hasyimiyah Yordania, dengan ibu kota Amman. Luasnya nggak lebih besar dari Pulau Jawa. Sedangkan Petra yang merupakan lembah yang dikelilingi pegunungan berjarak 280 km ke selatan dari Amman.

 

ASAL-USUL PETRA

Setelah dikuasai Roma, Bangsa Nabatean juga membangun ampitheater

 

Sembilan tahun Sebelum Masehi, Bangsa Nabatean menjadikan Petra sebagai ibu kota, membangunnya dengan sistem pengairan yang kompleks. Bangsa pengembara ini akhirnya menetap saat Petra menjadi jalur perdagangan dunia. Hingga datanglah Bangsa Romawi menguasai Petra, mendirikan banyak bangunan, akhirnya bangunan dan sistem pengairan Bangsa Nabatean berantakan, lambat laun Petra ditinggalkan. Tahun 700 M, Petra tinggal cerita.

 

Petra dipercaya menyimpan harta karun peninggalan Bangsa Nabatean. Butuh waktu setidaknya dua minggu untuk menelusuri kompleks situs arkeologi di 36 titik seputaran Wadi Mousa, Jabal Al Kubtha hingga Jabal Al Deir. Pokoknya kita bakal kagum deh melihat bangunan megah dan membayangkan betapa canggihnya teknik pembangunan saluran air, sistem irigasi, makam, hingga kuil pemujaan.

 

Jalur utama Bangsa Nabatean

 

WAKTU TERBAIK KUNJUNGAN

April, karena jelang musim panas, masih sejuk, dan matahari nggak terlalu terik. Cuaca terbaik memang antara Januari hingga April.

 

VISA

Visa on arrival.

 

MATA UANG

Jordania Dinnar atau JD. 1 JD = +/-Rp 19.000

Bawa USD untuk ditukar di sana. 1 JD= +/- USD 1,4  

 

CARA KE KOTA AMMAN

Ada beberapa maskapai seperti Etihad dan Emirates yang melayani rute Jakarta-Amman. Biasanya transit di Abu Dhabi, Dubai, atau Doha di Qatar. Total penerbangan sekitar 10 jam. Bandara di Amman: Queen Alia Airport.

 

CARA KE PETRA

Nggak sulit menuju Petra karena banyak alternatif transportasi dari Amman:

-          Sewa taksi.

-          Dengan mini bus Jett.

-          Yang termurah naik bus umum dari terminal bus Mujamma Janub.

Waktu tempuh: +/-4 jam.

Tiba di terminal Wadi Mousa di Petra ada mobil jemputan yang disediakan berbagai penginapan.

 

PENGINAPAN

Banyak penginapan di Petra, dari yang paling mahal hingga kelas backpacker. Best deal sekitar 15 JD semalam.

Tips:

-          Pilihlah penginapan yang menyediakan antar jemput gratis menuju gerbang situs The Lost City demi menghemat tenaga, karena selepas gerbang, kita harus jalan kaki.

-          Pilih yang dekat dengan lokasi Petra by Night. Konsekuensinya memang, harganya lebih mahal.

 

MENONTON PETRA BY NIGHT

Petra by Night yang romantis

 

Ini adalah pertunjukan musik outdoor. Malam ajaib di Petra bisa kita rasakan. Di bawah sinar bulan purnama dan bintang-bintang, ditambah lilin-lilin sejak pintu pertama hingga Al Khazneh/The Treasury (salah satu bangunan utama Petra) sentuhan syahdu permainan musik khas Suku Boudin (Badui) plus chai (teh ceylon dengan daun mint) menjadi sangat romantis.

Tips:

-          Kalau mau serius motret, bawa kamera DSLR dan tripodnya. Kamera poket standar nggak disarankan, karena cahaya hanya dari bulan dan lilin.

-          Bawalah tikar atau sejenisnya supaya bisa rebahan menikmati langit. Karena pihak pengelola nggak menyediakan bangku yang cukup.

 

HIKING FOR FUN

Al Khazneh, gerbang pertama setelah menyusuri saluran air

 

Jika hanya memiliki waktu singkat, cobalah menentukan tujuan utama. Al Khazneh (The Treasury) dan Al Deir (The Monastery) sangat dianjurkan. Dua bangunan ini menjadi simbol Petra yang paling sempurna dibanding situs-situs lainnya. Untuk ke sana dari hotel tempat kita menginap bisa jalan kaki kalau kebetulan menginap di hotel yang lokasinya dekat. Atau kalau jauh, manfaatkan fasilitas antar jemput gratis dari hotel. Jalan kaki dari pintu masuk hingga Al Khazneh butuh 30 menit. Jalan agak menurun, melewati celah pegunungan batu yang dibentuk alam.

 

Jangan terlalu lama di Al Khazneh bila ingin lanjut ke Al Deir. Siapkan banyak tenaga, karena pemandangan menakjubkan menanti. Menuju Al Deir kita akan melewati jalan utama Bangsa Nabatean dan teater ala Romawi. Jalanan masih landai.

 

Beginilah kondisi jalan menanjaknya

 

Melewati ribuan anak tangga dan jalan menanjak, pemandangan indah mulai terlihat. Turis-turis menyebutnya Shit of Angel, pegunungan bebatuan seperti tumpukan kotoran unta raksasa yang mengeras.

 

Bebatuan red rose. Warna batu kemerahan yang menjadikan Petra dijuluki juga Red Rose City

 

Bagi yang tak mau jalan kaki, bisa naik kereta kuda (ada kusirnya) dengan harga 20 JD one trip sekitar 1 km plus tip. Kereta kuda ini mulai ada sejak di pintu gerbang, menuju situs terakhir, Al Deir.

 

TOP OF THE WORLD

Al Deir dari Top of The World

 

Setelah tiba di Al Deir, naiklah ke Top of The World (bukit setinggi gedung berlantai 20 yang berjarak +/- 50 m dari Al Deir) untuk melihat Al Deir di tengah-tengah pegunungan cadas. Di sanalah kita bisa merasakan breath-taking moment.

 

Info:

Kompleks situs arkeologi Petra buka pkl. 06.00-18.00. Jadi pinter-pinterlah ngatur waktu kalau mau sampai Al Deir dan Top of The World. Jangan sampai keburu tutup sebelum kita sampai sana. Jadi harus berangkat sejak pagi. Perjalanan menanjak kurang lebih 4 jam. Ditambah lihat kanan kiri jadi total 6 jam. Belum termasuk perjalanan turun (2-3 jam).

 

 

Tips:

-          Bawa air mineral minimal 1 liter dan bekal makanan selama hiking.

-          Kenakan pakaian yang nyamaN dan sepatu yang nggak bikin kaki lecet.

-          Jika memiliki waktu terbatas, semisal 2 hari saja, dan tujuan utama Al Deir, lebih baik langsung ke sana. Jangan tergoda masuk ke jalan-jalan menuju spot-spot lain yang bakal bikin lupa tujuan utama.

-          Jangan lupa bawa balsem, koyo, atau krim pereda nyeri otot. Serius, kita pasti butuh usai hiking.

-          Jangan tergoda membeli di toko-toko suvenir di sepanjang jalan menuju Al Deir karena harganya mahal. Barangnya sama saja seperti yang dijual di Balad (downtown  di Amman).

 

POP INFO

-          Banyak novel dan film yang menjadikan Petra sebagai lokasi dalam cerita, salah satunya film Transformers: Revenge of The Fallen.

-          Petra masuk dalam daftar World Heritage Sites UNESCO sejak 1985.

-          Kini Petra dihuni Suku Boudin (Badui). Banyak turis yang akhirnya menikah dengan orang Suku Boudin dan menetap di Petra.

 

Teks & foto: Silvano Hajid

0 COMMENTS


Please be the one to comment !


948

Back to Top