FAKTA UNIK TIBET: KAMAR MANDI ITU SEBUAH KEMEWAHAN (Bagian 5-tamat)

FAKTA UNIK TIBET: KAMAR MANDI ITU SEBUAH KEMEWAHAN (Bagian 5-tamat)

Wednesday, 18-05-2016 | 10:58

Yak, binatang khas Tibet

 

Tibet identik dengan Himalaya, Istana Potala, bhiksu berjubah merah, bendera doa, dan juga yeti! Yang penah membaca komik Tintin pasti tahu tentang yeti. Tapi mungkin banyak yang belum tahu sejuta keunikan Tibet, negeri tempat titik tertinggi di muka bumi ini berada, Puncak Everest.

 

YAK YAK YAK....

Tibet identik dengan yak, binatang sejenis kerbau hutan yang hanya hidup di Tibet. Jadi jangan lewatkan melihat yak kalau ke Tibet. Di sepanjang jalan ke Nam Tso dan juga di tepi Nam Tso banyak yak berkeliaran. Bisa kita tunggangi, juga berfoto dengannya. Bayar tentunya. Ada yak hitam maupun putih. Yak ini sangat berharga bagi masyarakat Tibet. Dari susu, bulu, daging, hingga tanduk, semua bermanfaat.

Berfoto dengan yak

 

PIPI MERAH

Sering melihat foto penduduk lokal Tibet dengan tulang pipi bersemu dadu? Itu bukan karena mereka memakai pemerah pipi, melainkan hasil terbakar matahari. Di bawah cuaca ekstrem Tibet memang kulit cepat kering dan bibir cenderung pecah-pecah. Jadi, mengoleskan sun block di wajah, terutama di area tulang pipi it’s a must.

 

KAMAR MANDI ITU SEBUAH KEMEWAHAN

Kamar mandi bagi masyarakat Tibet adalah sebuah kemewahan. Masyarakat awam tak memiliki kamar mandi di rumahnya. Toilet pun sangat apa adanya. Jadi kalau mau mandi, mereka harus pergi ke pemandian umum dengan membayar RMB 10 (+/-Rp 20.000). Ambil air untuk kebutuhan sehari-hari pun harus ke sumber air umum. Satu bulan bayar RMB 10-20. Jadi wajar kalau di musim panas pun mereka hanya  mandi seminggu sekali. Musim dingin? Sebulan sekali aja udah bagus!

 

BUKAN DI TIBET

Film Seven Years in Tibet (1997) yang dibintangi Brad Pitt berdasarkan kisah nyata Heinrich Harrer syutingnya bukan di Tibet. Film ini mengisahkan keberadaan pendaki asal Austria itu di Tibet dan persahabatannya dengan Dalai Lama.

 

KELILING SEARAH JARUM JAM

Selalulah kelilingi kuil, stupa atau bangunan bersejarah searah jarum jam. Membalik arah berarti Anda tak menghormati budaya Tibet. Kecuali di kuil penganut Bon (kepercayaan shamanistik masyakarat lokal), arah putar sebaliknya.

 

SELALU MULAI DENGAN YANG KANAN

Putar roda doa dengan tangan kanan ke arah dalam. Berjalanlah juga searah jarum jam jika roda doa dipasang mengelilingi kuil. Jika roda doa hanya ada di kanan dan kiri pintu masuk, selalu mulai dengan yang kanan. Nanti begitu keluar, juga putar yang deretan kanan (kebalikan dari saat masuk). Putar bagian bawah roda doa yang biasanya terbuat dari kayu, bukan bagian rodanya yang dari tembaga.

 

JANGAN JONGKOK

Jangan meletakkan tas atau barang lain dan jongkok di lapangan di seberang Istana Potala. Petugas tak berseragam akan segera menghampiri dan menegur jika kita melakukannya.

 

NO SUGAR

Jangan memasukkan gula ke dalam teh mentega yak. Tak ada larangan atau dampak khusus sih, tapi orang Tibet biasa minum teh tradisionalnya ini apa adanya.

 

MISTERI YETI

Yang pernah baca komik Tintin karangan Herge berjudul Tintin di Tibet pasti tahu yeti. Yeti digambarkan sebagai primata besar yang tak berekor dan berjalan tegak seperti manusia, dan merupakan penghuni Pegunungan Himalaya. Sampai kini nggak ada yang bener-bener bisa mastiin apakah yeti yang disebut juga Big Foot ini sungguh ada atau hanya makhluk khayalan?

Adalah pengakuan dari perwakilan Inggris yang berada di Nepal bernama B.H. Hodgson tentang pertemuannya dengan yeti yang mencuatkan mitos itu di tahun 1832. Lalu ratusan tahun berselang, 1951, pendaki Inggris bernama Eric Shipton menyiarkan foto-foto jejak kaki yang diduga yeti. Sejak itulah yeti terkenal di dunia. Yeti sulit dipergoki manusia karena konon dia tinggal jauh dari lingkungan manusia, dalam hutan Himalaya yang paling tinggi, yang kelebatannya tak tertembus.

Akhir 2007 ada lagi sekelompok penjelajah yang mengaku menemukan bukti tapak kaki yeti. Tapak kakinya dua kali ukuran tapak kaki manusia, dan diperkirakan tingginya 2,4 m. Pokoknya, nggak akan cukup deh  berlembar-lembar halaman untuk menceritakan semua kisah penemuan bukti-bukti adanya yeti. Namun Yeti tetap misterius. 

 

Teks & Foto: Mayawati NH

0 COMMENTS


Please be the one to comment !


934

Back to Top