SIAPA PUN BISA KE AIR TERJUN TIU KELEP, TREKNYA GAMPANG!

SIAPA PUN BISA KE AIR TERJUN TIU KELEP, TREKNYA GAMPANG!

Saturday, 14-04-2018 | 21:50

 

Duluu... mungkin Anda yang mengajak anak kecil atau lansia ragu untuk ke Air Terjun Tiu Kelep. Air terjun yang berada di kaki Gunung Rinjani, tepatnya di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, ini beberapa tahun terakhir jalurnya sudah lebih mudah lho! Jalurnya bisa dan aman dilalui siapa saja, anak kecil 5 tahunan maupun lansia.

 

BAGAIMANA KONDISI TREKKINGNYA?

Dari gerbang masuk sampai Air Terjun Sendang Gile (air terjun yang lebih dekat) sudah dibuat anak-anak tangga batu menurun yang rapi. Lalu jalur lanjutannya ke Tiu Kelep juga masih berbatu dan relatif datar.

 

Jalur awal setelah melewati gerbang masuk

 

Jalur lanjutannya masih berbatu dan relatif datar

 

Anak tangga naik ke jembatan juga rapi dan ada pegangan di kiri kanannya. Jembatan yang di bawahnya ada saluran air, yang dulunya bolong-bolong dan hanya ada pegangan di satu sisi, kini bolong-bolongnya sudah ditutup kisi-kisi besi dan ada pegangannya di kiri kanan. Sepanjang jalur juga teduh karena memang berada di kawasan hutan yang masuk ke dalam Geopark Rinjani.

 

Anak tangga naik ke jembatan

 

Jembatannya, sudah nggak bolong-bolong lagi

 

Sepanjang trek teduh

 

Baca juga:Sapalah Air Terjun Sendang Gile Sebelum Atau Setelah Mendaki Rinjani

 

Nah, yang butuh kehati-hatian saat harus menyeberangi sungai. Sungainya dangkal tapi airnya cukup deras. Tapi kalaupun kepleset dan kebawa arus nggak bahaya sih karena airnya ya cuma sebetis atau selutut, palingan Anda  jatuh dan basah. Tenang, ada bocah-bocah lokal yang sigap membantu memegangi tangan kita saat menyeberang sungai. Ada yang terus ngikutin sampai air terjun, bahkan sampai balik. Ya bolehlah kasih uang sekadarnya buat mereka.

 

Menyeberang sungai dangkal

 

Ada bocah-bocah yang membantu menyeberangi sungai

 

O ya, bocah-bocah ini ada yang mempertontonkan keberanian menghanyutkan diri di saluran air di bawah jembatan. Dan dia meminta kita nonton dari kisi-kisi besi di lantai jembatan.

 

Selepas sungai, kita harus melangkahi bongkahan batu besar yang licin karena lembab atau menyelipkan tubuh di antaranya. Setelah itu suara gemuruh air makin jelas dan mulailah terasa percikan air, pertanda air terjun sudah dekat.

 

Melewati batu besar

 

Air terjun sudah terlihat, sudah kena tampias

 

Total durasi jalan kaki santai dari gerbang sampai ke lokasi air terjun sekitar 35-45 menit. Rute kembalinya, kalau mau sensasi yang beda bisa melalui gorong-gorong atau saluran irigasi, tapi harus punya senter. Dan harus hati-hati karena belakangan ini, kata pemandu, kawat-kawat di dasar saluran sudah banyak yang menonjol dan membahayakan kaki.

 

Gorong-gorong yang bisa dilalui

 

BISA BERENDAM?

Apakah aman berendam di kolam yang terbentuk di bawah air terjunnya? Aman asal nggak terlalu ke tengah. Di pinggir-pinggirnya dangkal, asyik buat berendam-rendam cantik. Bagi yang bisa berenang bolehlah agak ke tengah, tapi tetap hindari berada di bawah curahan air terjunnya langsung, karena Anda bisa tenggelam dibuatnya. Jadi nggak bisa ya menikmati curahan air terjunnya langsung di badan. Kalau di Air Terjun Sendang Gile sih bisa. O ya, airnya juga sangat dingin ya karena sumber airnya dari Danau Segara Anak Gunung Rinjani.

 

 

ARTI TIU KELEP

Tiu Kelep berasal dari bahasa Sasak, yakni “tiu” artinya “air” atau “kolam”, sedangkan “kelep” artinya “terbang”. Air terbang, ya serasa terbang karena curahan air terjun setinggi kurang lebih 45 m yang keluar dari bibir tebing berbentuk setengah lingkaran ini muncrat cukup jauh terbawa angin. Makanya ke mari harus siap basah. Motret saja susah karena lensa kamera selalu kena ciprat air.

 

Air keluar dari tebing setengah lingkaran

 

Baca juga:Panduan Cerdas Eksplor Lombok

 

CARA KE DESA SENARU DARI BANDARA LOMBOK

Dari bandara di Praya Lombok Tengah maupun Mataram, untuk ke Desa Senaru bisa berkendara lewat Pusuk ataupun menyusuri Pantai Senggigi terus ke utara. Memakan waktu sekitar 2,5-3 jam. Jaraknya sekitar 60 km. Nggak ada kendaraan umum ke Desa Senaru, jadi harus sewa mobil atau motor.

 

 

Tips:

  • Sebaiknya pakai sandal gunung supaya saat menyeberangi sungai nggak perlu dibuka. Kalau terpaksa, cuma pakai sendal jepit juga bisa sih, tapi agak licin dan sulit saat melangkahi batu-batu besar, dan harus dibuka saat menyeberangi sungai.
  • Masukkan semua barang ke dalam kantong plastik kalau nggak bawa dry bag karena beberapa meter menjelang air terjun Anda akan kena air tampias (“air terbang”).
  • Nggak usah bawa baju ganti walaupun Anda berniat berendam karena nggak ada kamar ganti di lokasi air terjun. Tinggalkan saja baju ganti di mobil yang diparkir di dekat gerbang. Anda bisa ganti baju di toilet umum di parkiran, atau di rumah makan yang ada di sekitar gerbang.
  • Walaupun nggak ada warung makan atau kedai minuman di area air terjun, tapi membawa bekal makanan atau air minum nggak jadi keharusan. Karena suasana teduh dan sejuk, perjalanan juga cuma 35-45 menit, Anda masih bisa tahan nggak minum, sampai ketemu warung di bawah jembatan yang menjual minuman dan gorengan.
  • Kalau nggak mau berendam dan nggak mau basah, kenakanlah jas hujan saat mulai mendekati air terjun.

 

Baca juga: “Ini Dia Air Terjun Keren di Kaki Rinjani: Mangku Sakti

 

Tiket masuk:

Kalau tiket masuknya saja Rp10.000 per orang untuk ke dua air terjun (Sendang Gile dan Tiu Kelep). Tapi biasanya kita diminta memakai jasa pemandu lokal, harganya bisa dinego. Mungkin Anda akan ditawari Rp50.000 per orang untuk tiket masuk dan pemandu. Kemahalan kalau rombongan kita 10 orang, karena untuk trek mudah seperti itu seharusnya pemandu diberi uang jasa Rp150.000-200.000 sudah cukup.

 

Kalau ikut day trip dari Senggigi malah harga yang ditawarkan lebih mahal, tapi memang termasuk transport dan makan siang.

 

Kalau lihat medannya, ke Sendang Gile aja sih nggak butuh pemandu. Kalau ke Tiu Kelep ya memang lebih baik pakai pemandu.

 

Baca juga: “Alternatif Buat yang Nggak Sanggup Mendaki Rinjani: Bukit Pergasingan!

Teks: Mayawati NH Foto: Maya Larasati, Mayawati NH, Priyo Tri Handoyo

0 COMMENTS


Please be the one to comment !


537

Back to Top