TUR KE UZBEKISTAN, COCOKKAH MAKANANNYA? INI DIA DAFTAR MENUNYA! 2021-10-12 00:00

Roti raksasa khas Uzbek

 

Bagi kebanyakan wisatawan Indonesia, adanya makanan yang cocok dan enak di suatu negara atau kota destinasi liburan itu sangat penting. Jadi kita nggak perlu bawa ransum cadangan seperti abon, rendang kering, sambel sachet, dll sebagai penambah nafsu makan. Nah, bagaimana kalau liburan ke Uzbekistan? Bagaimana makanannya? Cocokkah?

 

Ini pengalaman MyTrip saat membawa rombongan trip ke Uzbekistan Februari 2020 . MyTrip nggak kesulitan menemukan menu nasi di semua kota yang dikunjungi, Tashkent, Bukhara, Samarkand. Dan semua menunya gampang cocok dengan mayoritas lidah orang Indonesia. Dengan catatan, buat yang anti daging kambing atau domba, memang pilihannya jadi lebih sempit. Sebelum membuktikan sendiri dengan pergi ke sana, Trippers bisa membaca dulu nih pengalaman MyTrip tentang makanan Uzbekistan. Berikut daftarnya.

 

Baca juga: “Uzbekistan Tak Sekadar Bangunan Monumental

 

1. NON ATAU LEPYOSHKA (ROTI KHAS UZBEK)

Hampir setiap kali makan di restoran di Uzbekistan, roti ini disajikan duluan sebagai makanan pembuka. Non atau lepyoshka namanya. Bentuknya bundar besar dan pipih, tapi biasanya bagian tengahnya sedikit lebih tipis sementara lingkaran luarnya lebih tebal. Dan yang menjadi khasnya, permukaan atasnya bermotif karena distempel dengan stempel khusus roti namanya chekich. Roti ini rasanya plain, tapi nggak tawar-tawar amat, bahkan ada juga yang sedikit manis.

 

Non atau lepyoshka

 

Walaupun hadir tiap kali kita makan, jangan dilewatkan barang satu pun deh, karena di tiap resto rasanya beda-beda, apalagi kalau beda wilayah, misalnya roti di Bukhara, dengan yang di Samarkand maupun Tashkent.

 

Jangan bingung kalau nggak disediakan pisau maupun garpu untuk makan roti ini karena cara makannya ya menyobek rotinya dengan tangan. O ya, hal lain yang perlu diperhatikan, roti ini disajikan pasti dengan posisi bagian berstempel berada di atas, Trippers jangan membaliknya karena ini menunjukkan kekurang-sopanan.

 

2. MASTAVA (SUP KHAS UZBEK)

Sup sangat populer di Uzbekistan dan termasuk salah satu makanan nasional. Sup yang paling populer adalah shurpa. Lalu ada lagi mastava dan mashkhurda. Yang MyTrip coba hanya mastava.

 

Mastava

 

Bentuk dan rasanya nggak beda jauh dengan sup yang kita kenal, hanya saja lebih berminyak karena cara masaknya memang semua bumbu dan bahan ditumis, dan dagingnya pun digoreng dulu. Isinya yang utama selain potongan daging domba/kambing kecil-kecil, ada wortel dan kentang yang dipotong dadu kecil-kecil, juga bawang bombay dan tomat atau saus tomat. Uniknya, nasinya dicampur dalam mangkuk sup seperti kita kalau makan soto kudus. Karena memang mastava ini jenis rice soup.

 

Nasinya dicampur ke dalam sup

 

3. KEBAB ATAU SHASHLIK

Nama kebab tentu tak asing karena menu ini sering ditemui tak hanya di Uzbekistan tapi juga di seluruh Asia Tengah. Kebab atau shashlik-nya tak selalu disajikan dengan tusukannya. Yang MyTrip makan, berupa potongan daging panggang yang disajikan di piring --sekilas sepeti sei kupang. Dagingnya tentu daging domba. Daging sapi juga ada tapi jarang. Ada juga pilihan daging kuda.

 

Shashlik, mirip sei kupang ya?

 

Shashlik ini selalu di-pairing dengan aneka salad sayur. Kadang hanya salad bawang bombay saja. Tapi yang paling sering muncul adalah achichuk, salad yang terdiri dari mentimun + tomat + bawang bombay dengan seasoning yang asam segar. Kadang tersaji juga salad kubis ungu. Ada pula restoran yang menyajikan aneka macam salad dalam satu nampan dengan piring kecil-kecil.

 

Shashlik di-pairing dengan salad bawang bombay

 

Achichuk

 

Aneka salad dalam satu nampan

 

4. LAGMAN (SUP MIE TOMAT KHAS UIGHUR)

 

Buat pecinta mie, menu satu ini benar-benar membuat mata berbinar. Bayangkan, ketemu mie kuah/rebus di negara orang. Sebagai kondimen untuk mienya tentu saja ada tomat, potongan daging, bawang bombay, kol, daun parsley. Kuahnya merah mlekoh dan kaya rasa rempah, tapi tak sepedas yang dibayangkan. Tentu enak disantap saat masih panas.

 

5. DOLMA

 

Ini jenis second course. Bukan camilan atau makanan penutup, tapi juga bukan menu utama. Dolma ini adalah daging giling dicampur nasi yang dibungkus daun anggur. Unik bentuknya dan rasanya.

 

6. PLOV, PILOV, PILAF

Plov ini, tanpa Trippers rekues pun, pasti disajikan saat tur ke Uzbekistan, malah bisa jadi berkali-kali. Karena inilah makanan nasional kebanggaan Uzbekistan. Tapi kalau mau merasakan yang original sekaligus melihat cara pembuatannya dengan wajan ekstra besar harus ke Central Asian Plov Center di Tashkent, ibu kota Uzbekistan.

 

Sebenarnya plov ini hidangan umum di seluruh Asia Tengah. Tapi paling berkembang dan populer di Uzbekistan.

 

Sepiring plov

 

Plov biasa disajikan di piring bermotif khas Asia Tengah. Penampakannya seperti nasi goreng dengan campuran wortel kuning yang diiris tipis-tipis (sudah dimasak, bukan mentah), daging (domba, sapi, ataupun kuda) yang sudah dipotong kecil-kecil, kismis dan biji bunga teratai. Dagingnya lembut dan juicy.  Nah, salad juga biasa menjadi pendamping plov.  

 

Baca juga: “Menyantap Plov yang Dimasak di Kuali Raksasa di Plov Center Tashkent

 

7. SOMSA/SAMOSA VERSI UZBEK

Semacam dumpling yang isinya daging atau sayuran. Kurang lebih rasanya mirip dengan samosa India, terasa sekali bumbu rempahnya. Somsa ini termasuk camilan atau makanan penutup.

 

8. KHALVA

 

Camilan ini dikenal luas sebagai oriental sweet. Dibuat dari tepung gandum, gula dan kacang wijen. Disajikan sebagai makanan penutup atau camilan dalam jamuan makan yang disajikan di rumah penduduk. Ini salah satu agenda menarik yang bisa dialami jika Trippers ikut tur ke Uzbekistan bersama MyTrip.

 

Lalu mungkin ada pertanyaan, bagaimana dengan yang vegetarian? Jangan khawatir. Secara vegetarian sudah makin populer di berbagai belahan dunia, Uzbekistan pun siap dengan beragam menu vegetarian. Tapi MyTrip nggak bisa share karena nggak mengalami langsung.

 

O ya satu tambahan lagi, kalau ada kesempatan, mintalah berhenti di kedai-kedai penjual buah di pinggir jalan untuk mencoba melon Uzbekistan. Rasanya manis dan jauh lebih enak dari melon yang biasa kita makan.

 

OLEH-OLEH

Oleh-oleh berupa makanan banyak ditemukan di pasar seperti dried fruit --yang favorit aprikot, kacang-kacangan, oriental sweet (khalva), rempah-rempah, saffron, green tea. Green tea-nya enak dan sangat murah! Bisa beli di pasar dekat Bibi-Khanym Mosque di Samarkand atau di Chorsu Bazaar di Tashkent. Oiya, juice pome yang banyak dijual di Chorsu Bazaar ini patut dicoba, sangat enak dan menyegarkan!

 

Aneka dried fruit, kacang-kacangan, oriental sweet

 

Chorsu Bazaar di Tashkent

 

 

Teks: Mayawati NH (Maya The Dreamer) Foto: Mayawati NH, Dok. MyTrip
Comment