INI DIA POTENSI WISATA SELAM YANG BANGKIT LAGI: SIKKA UNDERWATER

INI DIA POTENSI WISATA SELAM YANG BANGKIT LAGI: SIKKA UNDERWATER

Friday, 22-12-2017 | 11:32

 

Memang kalau urusan surga penyelaman, nama yang lebih dulu disebut orang adalah Raja Ampat di Papua Barat dan Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur (NTT). Belum banyak yang tahu kalau Kabupaten Sikka di Flores NTT dengan Teluk Maumere-nya di tahun 1980-an sudah lebih dulu dikenal sebagai lokasi selam favorit. Sayang tsunami menghantam tahun 1992, membuat tempat ini mengalami hibernasi beberapa tahun.

 

Untungnya Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Timur dengan dinas pariwisatanya gencar melakukan perbaikan dan pengembangan wisata selam di kawasan ini, serta promosi. Salah satu promosi dilakukan dengan mengeluarkan buku berformat coffee table book Sikka Underwater. Merupakan rangkaian dari seri buku tentang keindahan alam bawah laut Nusa Tenggara Timur, setelah seri terdahulu tentang Alor, Lembata, dan Flores Timur.

 

Buku ini diluncurkan di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Kementrian Pariwisata Republik Indonesia di Jakarta, pada 21 Desember 2017 dengan dihadiri Asisten Deputi Pengembangan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Nusantara Drs. Putu Ngurah, MM., perwakilan dari Gubernur Nusa Tenggara Timur, Drs. Frans Lebu Raya yang berhalangan hadir, perwakilan Bupati Sikka, Kepala Dinas Pariwisata Sika Kensius Didimus, dan beberapa kontributor foto untuk buku ini.

 

Putu Ngurah dalam sambutannya menyuarakan harapan agar Kabupaten Sikka khususnya dan Provinsi NTT pada umumnya terus memajukan sektor pariwisata. Karena sektor inilah yang paling mudah mensejahterakan masyarakatnya. Apalagi NTT punya semuanya: keindahan alam, kekayaan budaya maupun wisata buatan. Beliau juga mengingatkan bahwa di negeri kita ini pariwisata adalah sektor andalan kedua di bawah pertanian dan di atas perikanan.

 

Putu Ngurah menandatangani foto cover buku Sikka Underwater

 

Kontributor foto dalam buku ini adalah pemenang lomba foto yang diseleksi oleh juri yang mumpuni dalam dunia fotografi yaitu Muljadi Pinneng Sulungbudi, Arbain Rambey dan Nala Rinaldo.  Para kontributor foto cukup berpengaruh di dunia selam, memiliki pengaruh luas di media sosial sehingga diharapkan dapat membagikan rekaman digital mereka kepada pengikutnya lewat social channels masing-masing tentang keindahan perjalanan mereka selama berada di Sikka selama lima hari, pada     11-15 September 2017.  Para kontributornya adalah: Muljadi Pinneng Sulungbudi (Indonesia), Arbain Rambey (Indonesia), Nala Rinaldo (Indonesia), Yuriko Chikuyama (Jepang), Gemala Hanafiah (Indonesia), Andy Chandrawinata (Indonesia), Trinity (Indonesia), Justin (Amerika), Neyuma (Spanyol), Motulz (Indonesia), Christie Wagner (Indonesia).

 

Penyelaman untuk pengambilan foto dilakukan di berbagai titik penyelaman, termasuk di sekitar Pulau Babi, Tanjung Darat, dan di pesisir pantai Maumere. Selain keragaman biota laut yang luar biasa, terutama untuk makronya, salah satu keunikan penyelaman di Sikka adalah dapat menyaksikan slot patahan lempeng sekitar 10 meter di dasar laut akibat terjadinya tsunami 1992, yang sekarang menjelma menjadi spot wisata selam baru yang tidak ada sebelumnya.

 

Teks: Mayawati NH Foto: Dok. Sikka Underwater

0 COMMENTS


Please be the one to comment !


865

Back to Top