JERUK KEPROK SOE KAPAN YA BISA DIJUAL DI JAKARTA?

JERUK KEPROK SOE KAPAN YA BISA DIJUAL DI JAKARTA?

Thursday, 29-08-2019 | 22:15

 

Semua yang pernah mencicipi jeruk keprok Soe sepakat bilang, ini jeruk enak bangeeeeet.... Rasa manis dan masamnya pas, airnya banyak, juicy, segar, pokoknya endesss... The best Mandarin in Indonesia, alias jeruk mandarin terenak di Indonesia.

 

Seperti terlihat dalam foto, jeruk keprok Soe ada yang berwarna full oranye, ada juga yang oranye campur kehijauan. Ukurannya seperti jeruk ponkam maupun jeruk medan, penampilannya mengingatkan kita pada jeruk Garut. Kulitnya tebal dan mudah dikelupas.

 


 

 

Beberapa kali saya dan rombongan melintasi jalan dari Kota Kupang (ibu kota Nusa Tenggara Timur) ke Kota Soe (ibu kota Kabupaten Timor Tengah Selatan), bulan Mei-Juni-Juli, kami selalu mampir di deretan pedagang buah pinggir jalan beberapa kilometer sebelum masuk Kota Soe, dan membeli jeruk Soe. Jeruk ini tidak pernah gagal memuaskan dahaga kami.

 

Kami sempat penasaran, kenapa jeruk seenak ini nggak sampai ke Jakarta? Kalau jeruk ini dijual di supermarket-supermarket besar di ibu kota, yakin deh jeruk-jeruk impor dari China dan Pakistan itu bakal keok. Kalau jauh enaknya dari jeruk Soe!

 

Berangkat dari rasa penasaran itu, saya mencoba mencari tahu –sayang hanya bisa mencari tahu lewat internet, nggak sempat tanya-tanya langsung di lokasi atau apalagi mewawancarai pejabat yang berwenang. Situs http://balitjestro.litbang.pertanian.go.id/ paling banyak menjadi rujukan saya menulis tentang jeruk keprok Soe ini. Balitjestro adalah lembaga penelitian dan pengembangan di bidang pertanian.

 

Kabar baiknya adalah, sejak 21 September 2016 Jeruk Soe Mollo sudah masuk daftar Produk Indikasi Geografis, dengan pendaftar Asosiasi Petani Jeruk Soe Mollo. Produk Indikasi Geografis adalah produk yang memiliki kualitas khas dari suatu daerah dan telah memiliki reputasi cukup lama sebagai produk khas daerah tersebut.

 

Mengenai reputasi, mungkin kita warga Jakarta ataupun Jawa nggak banyak yang tahu kalau jeruk Soe sempat sangat populer tahun 1980-1990-an. Jadi reputasinya tak diragukan. Saat itu satu pohon bisa menghasilkan 500 kg jeruk. Jeruk-jeruk yang berkelimpahan tersebut dikirim dan dijual ke Timor Timur (Timor Leste), Kupang, Flores Timur, Manggarai, Bajawa, Maumere, Rote Ndao, dan Sabu Raijua.

 

Sempat ada berita juga di tahun 2011 jeruk Soe nyaris punah karena ada serangan hama secara masif di banyak kebun jeruk di Fatumnasi, Tobu, Mollo Utara, Mollo Tengah, Mollo Selatan, dan Soe –semua ini di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Pulau Timor, NTT. Sekarang sudah pulih, terbukti 3 kali saya ke sana antara tahun 2016-2019 saya pasti menemukannya, cukup berlimpah. Tapi sayang, sepantauan saya sampai saat ini tetap belum ada yang masuk ke supermarket di Jakarta. Karena memang kuantitas produksinya nggak terlalu banyak, sudah habis terjual hanya sampai Kota Kupang saja. Sayang yaa...

 

Baca juga: "Nggak Cuma Fatumnasi dan Fulan Fehan yang Mirip New Zealand, Tamkesi Juga"
 

 

Jeruk Soe masuk Jakarta paling hanya sebatas oleh-oleh atau bingkisan. Menurut berita dari Tribun News Juni 2015, jeruk Soe jadi favorit di istana presiden RI di Jakarta. Saat puncak musim panen Pemda TTS sering mengirimkan beberapa kardus ke istana presiden.

 

Musim panennya sendiri antara April hingga September. Jadi datanglah ke Soe antara bulan-bulan itu kalau mau menemukan jeruk Soe. Harganya memang nggak murah. Kalau beli dari pedagang pinggir jalan, mereka jualnya per tumpukan atau ikatan. Satu tumpuk atau ikat kalau yang ukuran sedang isi 5 buah. Kalau yang kecil lebih banyak. Harga per tumpuk atau ikat sekitar Rp20.000. Kalau yang kecil lebih murah.

 

Paling enak sih manjat dan metik langsung dari pohonnya. Di depan Homestay Lopo Mutis milik Pak Mateos Anin di kaki Gunung Mutis, Fatumnasi, ada pohonnya. Kalau kita menginap di situ, dan pas musimnya, Pak Anin dengan senang hati mempersilakan kita memetik beberapa. Segarnyaaaa..... Slurp!

 

O iya, kalau ternyata ada jeruk Soe dijual di Jakarta, info ya... Tulis di kolom komentar di bawah.

Teks & Foto: Mayawati NH

0 COMMENTS


Please be the one to comment !


800

Back to Top