5 SPOT INSTAGENIK DI SOMBORI, YANG NO 2 UNIK

5 SPOT INSTAGENIK DI SOMBORI, YANG NO 2 UNIK

Wednesday, 13-09-2017 | 13:48

Sombori Hills alias Puncak Kayangan

 

Membicarakan Kepulauan Sombori tak bisa lepas dari Kepulauan Labengki, meskipun keduanya berbeda provinsi. Sombori terletak di Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah, sedangkan Labengki di Kabupaten Konawe Utara Sulawesi Tenggara. Untuk ke Sombori yang digadang-gadang mirip Raja Ampat ini paling dekat ya dari Kendari, ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara. Dari Kendari kita mesti naik mobil dulu ke dermaga, baru naik speedboat ke arah utara ke Labengki dulu (cara ke Labengki baca di sini), barulah melanjutkan perjalanan laut ke utara lagi, ke Sombori. Jadi biasanya untuk eksplor Sombori, wisatawan singgah menginap dan eksplor Labengki dulu.

 

Kepulauan Sombori terdiri dari Pulau Mbokita, Dongkalan, Koko, Kayangan, Sombori, Dua Laut. Di Pulau Mbokita ada perkampungan suku Bajo dan di sinilah semua wisatawan yang hendak masuk ke Sombori harus minta izin dulu sekalian mengajak pemandu lokal. Di Kepulauan Sombori belum ada penginapan yang memadai dan air tawar pun sulit, jadi wisatawan sebaiknya memang menginap di Labengki saja. Toh dari Labengki ke Sombori naik speedboat hanya sekitar 1 jam.

 

Berikut 5 tempat di Sombori yang dikunjungi MyTrip awal September 2017 lalu. Tentu masih banyak tempat lain, tapi 5 ini sudah cukup mewakili keindahan Sombori.

 

1. GUA ALLO

Masuk dengan perahu karet dan perahunya bisa dijadikan properti foto

 

Ini bukan gua kering, melainkan gua basah. Masuk ke sini harus berenang atau dengan naik perahu karet, tapi nggak perlu mendaki. Begitu masuk ada bagian kering gundukan pasir dan ada bagian berair karena di sisi lain memang ada celah besar tempat air laut masuk dengan leluasa. Nggak perlu merunduk-runduk juga di gua ini karena sangat tinggi guanya.

 

Berenang di ruang utama Gua Allo

 

Di satu sisi terlihat tangga kayu menuju ke sebuah ceruk. Tapi di dalam ceruk itu gelap. Cukuplah berfoto-foto aja di depan ceruk. Di area utama gua yang berair kita juga bisa berenang-renang sambil memandangi dinding gua yang cantik.

 

Berfoto di depan ceruk

 

2. PANTAI AIR KIRI

Snorkeling di Air Kiri

 

Awal mendengar namanya, agak penasaran, kenapa namanya Air Kiri. Ternyata di dinding batu karang di pantainya yang sempit itu ada lubang yang nggak langsung kelihatan. Pemandu lokal akan menunjukkan dengan memasukkan tangan kirinya ke lubang, lalu mengeluarkan kembali tangannya sembari menadah air di telapak tangannya. Airnya tawar lho! Ooo jadi karena lubang kecil itu membelok ke arah kanan (dilihat dari arah kita berdiri menghadap dinding batu itu) jadi untuk mengambil air di dalam lubang lebih pas pakai tangan kiri. Perairan di sekitar Pantai Air Kiri juga bening dan lumayan juga untuk snorkeling.

 

Masukkan tangan kiri ke dalam lubang

 

3. RUMAH NENEK

Ini juga lucu namanya, dan jadi salah satu spot favorit di Pulau Sombori buat berfoto karena airnya hijau toska, bening. Dan memang beneran ada rumah di atas air di situ yang ditinggali oleh Nenek Indong sendirian (tapi di rumah sebelahnya ada anak dan keluarganya tinggal). Paling pas datang ke sini saat siang dan matahari bersinar cerah, warna air lautnya makin keluar dan transparan saking beningnya. Kalau punya dome (untuk memotret setengah bawah air dan setengah atas air) dan drone paling pas dikaryakan di sini. Perairan buat berenang-renang cantik ini agak menjauh sedikit dari rumah nenek.

 

Perairan bening di sekitar Rumah Nenek

 

Puas menikmati air bening dan berfoto, barulah mampir ke rumah yang ditinggali nenek. Kalau pas ada neneknya, beliau akan dengan senang hati menyajikan kue-kue kering khas bikinannya, dan juga lapa-lapa –makanan khas Sulawesi Tenggara (sejenis lepet kalau di Tanah Sunda). Buka bekal makan siang juga cocok di sini. Jangan lupa beri donasi serelanya untuk nenek ya.

 

Berfoto bersama Nenek Indong

 

Lapa-lapa yang dibuat oleh Nenek Indong

 

Spot favorit berfoto ada di rumah/pondokan di atas air di sebelah rumah yang ditinggali nenek. Rumah itu berfungsi sebagai rumah singgah.Tapi sayang, di sini sulit air tawar.

 

Spot foto favorit di Rumah Nenek

 

4. GUA BERLIAN

Cantik 'kan guanya?

 

Menggelitik rasa ingin tahu juga begitu mendengar namanya, Gua Berlian. Emang ada berlian di dalam?

 

Kita harus melompat dari boat langsung untuk mulai mendaki mencapai mulut gua. Tapi jalurnya deket aja, berupa bebatuan karang dan tanah yang diselimuti akar pohon di beberapa bagian. Overall nggak sulit, hanya tetap harus hati-hati.

 

Begitu masuk ke guanya, woww... keren! Ruang guanya besar dan tinggi. Di bagian atas ada lubang tempat cahaya matahari masuk. Kalau cuaca pas dan datang pada waktu yang pas kita bisa melihat ray of light menembus masuk dari lubang ini. Tanpa ray of light pun gua ini cantik. Stalaktit dan stalagmitnya beraneka bentuk, belum lagi ditambah batu-batu besar yang menyebar di dalam gua. Banyaklah spot foto instagenik di sini.

 

Ada lubang di atas gua

 

Guanya tinggi dan luas

 

O ya, ada beberapa batu besar yang mengandung kuarsa sehingga menghasilkan binar-binar laksana kilau berlian. Itulah alasan menamai gua ini Gua Berlian. Terlepas dari itu, MyTrip menilai gua ini layak jadi berliannya Sombori. Jangan sampai nggak ke sini ya kalau ke Sombori.

 

Inilah "berliannya"

 

5. SOMBORI HILLS (PUNCAK KAYANGAN)

Inilah spot wajib dan terfavorit di Sombori karena pemandangan yang tersaji mirip Raja Ampat, tepatnya mirip Piaynemo (ada juga yang menyebut mirip Wayag). Buat yang pernah datang ke semuanya tentu akan lebih bisa membandingkannya. Yang jelas semuanya cantik!

 

Mirip Raja Ampat?

 

Untuk naik ke puncak bukit di Pulau Kayangan ini butuh kehati-hatian. Jalurnya berupa batu-batu karang tajam tanpa ada pijakan tanah datar. Disarankan memakai sandal gunung atau sepatu kets ke sini, jangan sandal jepit apalagi sandal cantik. Lebih baik juga kalau pakai sarung tangan agar tangan kita nyaman mencengkeram batu-batu tajam untuk membantu badan naik. Yang pernah naik bukit Wayag, terutama Wayag 2, nah begitulah kondisi trek naiknya. Tapi trek naik di sini lebih pendek, hanya 10 menit sudah sampai puncaknya. Kalau Wayag 2 bisa sekitar 25-30 menit.

 

Di setengah jalan sudah ada tempat terbuka untuk melihat pemandangan, tapi jangan berhenti di situ, karena the best view-nya bukan di situ, tapi di atas lagi dan ke arah berlawanan. Begitu sampai puncak terlihatlah hamparan pulau-pulau karang dan air laut yang bergradasi. Nggak ada platform kayu untuk berfoto, hanya ada bebatuan karst tajam yang untungnya masih bisa dan aman untuk dipijak buat berfoto.

 

Di sinilah spot foto utamanya

 

Selagi mengantre berfoto di spot sejuta umat itu, cobalah melipir sedikit ke bagian kiri di balik pepohonan. Dari situ juga angle-nya bagus.

 

Angle lain yang bagus di sebelah kiri

 

Sebenarnya ada satu bukit lagi yang juga disebut Sombori Hills tak jauh dari Puncak Kayangan yang pertama ini. Naiknya lebih susah dan butuh waktu lebih lama. Formasi pulau-pulau karangnya lebih menyebar, lebih mirip Piaynemo. Sayang, karena faktor waktu dan cuaca MyTrip nggak ke sana.

 

The best angle Sombori Hills, bukit yang berbeda dari foto-foto sebelumnya

 

Waktu terbaik: Oktober-Mei

Jasa pemandu: Akha dari Jelajah Sultra (no HP: 08114032602)

 

Teks: Mayawati NH Foto: Akha Jelajah Sultra, Jetty Mardona, Jolly Juliawati, Mayawati NH, raiyani Muharramah, Dok. Teddy Rizaldi, Yuriko Sonambela

0 COMMENTS


Please be the one to comment !


745

Back to Top