8 SPOT INSTAGENIK DI LABENGKI, NOMOR 1 JANGAN SAMPAI TERLEWAT

8 SPOT INSTAGENIK DI LABENGKI, NOMOR 1 JANGAN SAMPAI TERLEWAT

Tuesday, 12-09-2017 | 12:41

Berfoto-foto cantik di Laguna Mahumalalang

 

Mari melepaskan diri dari identitas Kepulauan Labengki sebagai miniatur Raja Ampat di Sulawesi. Karena kepulauan di Kabupaten Konawe Utara di Sulawesi Tenggara ini punya definisi tersendiri tentang keindahan. Kepulauan yang terdiri dari 5 pulau besar (Labengki Besar, Labengki Kecil, Alnamira, Tukoh Kulay dan Mauang) ini menawarkan keindahan pantai, kerjenihan laut, laguna hijau toska, gua, teluk, view from the hill dan keramahan suku Bajo yang menempati Labengki Kecil. Berikut 8 tempat yang sempat dikunjungi MyTrip awal September 2017 lalu.

 

1. LAGUNA MAHUMALALANG

Laguna yang dikelilingi barisan karang tajam berwarna hitam keabuan ini airnya berwarna hijau toska. Di bagian pinggirnya yang dangkal dan jernih terlihat dasar laguna berupa pasir. Sesekali terlihat ikan-ikan kecil lalu-lalang. Karang batu menjulang di beberapa tempat membuat laguna ini sangat Instagenik. Ada yang menyebutnya Blue Lagoon atau Green Lagoon.

 

 

Setelah speedboat merapat ke pantai berbatu di bagian luar laguna, kita masih harus memanjat karang-karang tajam untuk bisa melihat lagunanya. Tapi nggak tinggi kok, nggak pake capek, sekitar 2 menit aja kita sudah bisa melihat lagunanya. Tapi tetap harus hati-hati selama memanjat karena batu karangnya sungguh tajam. Jangan pula berebutan spot foto ya, karena tidak ada pijakan yang benar-benar rata di sini.

 

Harus memanjat bebatuan karang tajam untuk melihat lagunanya

 

2. PANTAI PASIR PANJANG

 

Sesuai namanya, pantainya panjang sekali. Pohon kelapa rapi berjejer di bibir pantai ini. Begitu turun dari speedboat, kita bisa berjalan ke arah kiri, menuju bongkahan batu besar –sudut yang cantik untuk berfoto. Bisa juga berjalan ke arah kanan, bukit kecilnya bisa dinaiki untuk melihat pemandangan dari ketinggian. Air lautnya tenang dan jernih, cocok buat berenang-renang cantik atau berfoto menggunakan floaties atau sofa air. Tak jauh dari bibir pantai juga ada spot snorkeling.

 

Pantainya panjang dan bening

 

3. GUA KOLAM RENANG

Nah ini yang unik. Ada kolam renang di dalam gua di tengah pulau! Kalau tinggal di rumah penduduk di Labengki Kecil, ke gua ini tinggal jalan kaki sekitar 5 menit ke arah mercusuar. Sebelum tiba di area mercusuar, di sebelah kanan sudah ada papan penanda “Goa Kolam Renang-Swimming Pool Cave”.

 

Dari pintu masuk turun lagi

 

Dari luar hanya tampak bukit batu dirimbuni pepohonan. Kita harus menaiki anak tangga batu setinggi sekitar 15 m, lalu turun lagi dengan menapaki tangga kayu yang telah disediakan. Saat menuruni tangga sudah terlihat kondisi gua yang berupa lorong, cukup lebar, tapi juga nggak luas. Saat kami datang airnya sedang surut, jadi kami tak perlu berenang untuk menyusuri guanya.

 

Bagian dalam gua, airnya sedang surut

 

Guanya yang bisa dimasuki terdiri dari dua ruang yang terhubung lorong sempit berisi air payau. Kalau air sedang tinggi, yang nggak bisa berenang kalau mau masuk ke ruang yang paling ujung harus pakai life jacket. O ya, masuk ke sini harus bersama pemandu atau izin kepada orang lokal karena kita harus minta lampu di dalam gua dinyalakan.

 

Ruang gua yang paling ujung

 

4. MERCUSUAR LABENGKI KECIL

Menuju mercusuar

 

Mercusuar di Pulau Labengki Kecil berada di belakang perkampungan, sisi garis pantai yang tidak berpenghuni. Ke sini bagusnya pas sunrise. Sayang, mercusuarnya nggak bisa dinaiki. Padahal kalau bisa, kebayang bagusnya Pulau Labengki Kecil dari ketinggian.

 

Pantai sepi di dekat mercusuar

 

5. DERMAGA LABENGKI KECIL

Beningnya air di Labengki Kecil

 

Kalau nggak menginap di resor-resor yang ada di Labengki Besar, pilihannya adalah menginap di rumah warga yang dijadikan homestay atau balai desa di Labengki Kecil. Anak-anak suku Bajo yang lincah akan menyambut kita begitu turun dari boat dan masuk kampung. Meskipun pantai di sekitar dermaga dipenuhi rumah-rumah warga, tapi airnya jernih. Terkadang kita juga bisa melihat segerombolan ikan berenang-renang. Berfoto-foto di sini saat cuaca bagus keren juga.

 

Segerombolan ikan dekat dermaga Labengki Kecil

 

6. PANTAI PASIR MERAH

Pantai ini berada di Labengki Besar. Garis pantainya panjang dan pasirnya berwarna merah kecokelatan. Ciri khas pantai ini selain warna pasirnya, juga adanya dua pohon kelapa yang posisinya bengkok seperti nyaris tumbang.

 

Pantai Pasir Merah dan ciri khas dua pohon kelapa

 

7. TELUK CINTA & KIMABOE HILLS

Teluk Cinta (difoto dengan drone)

 

Inilah ikon Labengki yang dinamakan “View Raja Empat”. Mendaki hingga ke puncak Kimaboe Hills cuma sebentar, paling 5 menit, dan sudah ada anak tangga batu. Tiba di puncak, ada dua view yang bisa kita lihat. Yang sebelah kanan Teluk Cinta. Dinamakan Teluk Cinta karena bentuk gradasi air lautnya menyerupai bentuk hati. Kalau dilihat dari puncak bukit sih nggak terlalu jelas bentuk hatinya. Tapi kalau difoto dengan drone, barulah lebih jelas terlihat.

 

Spot foto di Teluk Cinta

 

Yang sebelah kiri pemandangan ke arah teluk yang menghadap Pulau Mauang, dan terlihat juga atap-atap bungalow Kimaboe Lagoon Cottage & Villa. Inilah yang digadang-gadang sebagai view Raja Ampat.

 

Kimaboe Hills

 

8. LAGUNA POROS KAMPALI (DANAU KEMBAR)

Boat merapat di Danau Kembar

 

Sama seperti Laguna Mahumalalang, untuk melihat laguna ini kita juga perlu memanjat bebatuan karang tajam berwarna hitam keabuan. Sama, nggak tinggi juga, paling cuma 1-2 menit memanjat sudah terlihat laguna hijau toskanya. Kenapa disebut juga Danau Kembar? Karena kalau dilihat dari atas (dengan drone), laguna yang dipisahkan barisan karang dengan laut di sebelahnya ini seolah-olah seperti dua danau yang berdampingan alias kembar.

 

Difoto dengan drone, tampak kembarnya

 

Tempat-tempat lain: Teluk Tobelo, Bukit 3 Kembar

 

Cara ke Labengki:

Berada di Teluk Lasolo di Kecamatan Lasolo Kabupaten Konawe Utara, Labengki dapat dicapai dari Kota Kendari (ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara) dengan perpaduan jalan darat dan laut. Ada 4 alternatif, alternatif ke-4 yang dipilih MyTrip bersama Jelajah Sultra adalah yang tercepat.

  1. Dari Kendari: perjalanan laut 4-5 jam
  2. Dari Lasolo (Tinobu): perjalanan darat dari Kendari 2,5 jam, sambung perjalanan laut 1,5 jam
  3. Dari Sawa: perjalanan darat dari Kendari 1,5 jam, sambung perjalanan laut 1,5 jam
  4. Dari dermaga PLTU Desa Nii Tanasa, Soropia: perjalanan darat dari Kendari 30 menit, sambung perjalanan laut 2 jam

 

Menginap di:

Kimaboe

Yang mahal: Kimaboe Lagoon Cottage & Villa di Labengki Besar.

Yang ekonomis: homestay atau balai desa di Labengki Kecil.

Waktu terbaik: Oktober-Mei

Jasa pemandu: Akha dari Jelajah Sultra (no HP: 08114032602)

Teks: Mayawati NH Foto: Akha Jelajah Sultra, Jetty Mardona, Mayawati NH, Raiyani Muharramah, Yuriko Sonambela

0 COMMENTS


Please be the one to comment !


406

Back to Top