17 HIDDEN PARADISE IN INDONESIA (Bagian 1)

17 HIDDEN PARADISE IN INDONESIA (Bagian 1)

Monday, 20-03-2017 | 02:07

Tanjung Ringgit

 

Mencari ‘surga’ tak perlu jauh-jauh. Di Indonesia ada banyak, banyaaaak...  ‘Surga’ alias tempat-tempat indah menawan di Indonesia, dari ujung barat di Sumatera sampai ujung timur Papua, tentu tak terhitung jumlahnya. Daftarnya tak akan pernah tuntas disusun. MyTrip pilihkan tempat cantik sekaligus sulit dijangkau --at least butuh perjuangan, dan juga mungkin beberapa di antaranya jarang terdengar. Urutan bersifat random, bukan peringkat.

 

1. Tanjung Ringgit, Lombok, NTB

Tanjung ini terletak di ujung paling selatan pesisir timur Lombok. Tepatnya di Desa Pemongkong, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Jadi kebayang ya jauhnya, ditambah beberapa ruas jalan yang kondisinya masih buruk. Perjalanan darat sekitar 3-4 jam dari Senggigi atau 2-3 jam dari Bandara Lombok Praya terbayar lebih dari lunas begitu kita sampai di sana. Dari atas tanjung, di kejauhan kita melihat dua tonjolan tanjung yang mirip moncong buaya. Di bawahnya ombak berdebur-debur keras. Tanjung ini lebih cantik saat ditimpa matahari pagi yang membuatnya tampak bersinar keemasan.

 

2. Kali Biru, Raja Ampat, Papua Barat

Bukan, ini bukan Kalibiru di Kulon Progo Yogyakarta yang sudah jadi mainstream itu, tapi Kali Biru (Wemalao) di Desa Warsambin, Teluk Mayalibit, Raja Ampat. Kali atau sungainya benar-benar berair biru jernih. Berada di tengah hutan, tapi nggak jauh kok jalan kakinya, cuma 20 menit. Asyiknya, kita bisa berenang di sini. Airnya sejuk segar!

 

3. Pantai Tembeling, Nusa Penida, Bali

Dari sekian banyak tempat indah di Nusa Penida, dipilih Pantai Tembeling (ada juga yang menyebutnya Temeling). Berada di pesisir barat Nusa Penida, di Desa Batumadeg, untuk ke sini naik motor dari Toyapakeh sekitar 1 jam. Kalau naik mobil lebih lama dan harus sambung jalan kaki jauh lagi. Kalau naik motor jalan kakinya tinggal 10-15 menit melintasi hutan yang masih asri dan sepi. Spot yang bisa dinikmati antara lain kolam mata air khusus buat kaum pria, kolam buat wanita, pantai penuh batu karang dengan ombak keras, dan karang bolong besar seperti gua. Pokoknya banyak spot Instagenik deh!

 

4. Cunca Wulang, Labuan Bajo, Flores, NTT

Melihat ngarai dengan tebing batu bertekstur, air terjun dan kolam alami berwarna hijau toska, mata siapa yang tak terpuaskan? Benar-benar surga, yang harus ditempuh 1,5 jam berkendara dari Labuan Bajo, dan disambung jalan kaki 1 jam lebih untuk sampai ke lokasi di Desa Wersawe. Jalurnya mudah, tapi di beberapa ruas butuh kehati-hatian, terutama saat harus menyeberangi aliran air yang berbatu. Kita bisa berenang di kolamnya, cukup aman bagi yang bisa berenang, asal jangan mendekati air terjun yang arusnya sangat deras. Dan jika level air mencukupi, kita bisa juga terjun dari tebing ke kolam. MyTrip, ditemani pemandu, sempat mencoba berenang mendekati air terjun, setelah terlebih dulu terjun dari tebingnya. Sensasinya luar biasa!

 

5. Air Terjun Tiu Kelep, Lombok, NTB

Para pendaki Gunung Rinjani pasti kenal air terjun ini. Selain Sendang Gile, Tiu Kelep di Desa Senaru jadi tujuan favorit setelah pulang dari pendakian Rinjani. Jalurnya nggak terlalu sulit apalagi bagi yang sudah menaklukkan Rinjani. Tapi saat puncak musim hujan, air terjun ini ditutup karena cukup berbahaya. Ya, karena untuk mencapainya, kita harus melewati aliran sungai. Bagi yang bisa berenang jangan ragu untuk menceburkan diri di kolam di bawah air terjun. Sejuknya poll! Tapi jangan coba-coba memasang punggung di bawah air terjun. Air terjunnya tinggi banget, 50-an meter. Bagi yang nggak bisa berenang cukup memuaskan mata dan main-main di pinggir kolamnya aja ya, karena kolamnya sangat dalam.

 

6. Batu Solor/So'on, Bondowoso, Jawa Timur

Walaupun ‘cuma’ di Jawa Timur, tapi lokasi batu yang mirip Stonehenge di Inggris ini tak mudah ditemukan. Bahkan dengan bantuan Google Maps pun masih besar kemungkinan nyasar. Amannya, begitu mendekati lokasi di Desa Solor, Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso, tanya penduduk lokal. Dari Surabaya berkendara ke sini total sekitar 6 jam (tanpa berhenti). Lalu sambung naik ojek 15 menit lewat jalur turun naik. Worth the effort kah? Iya dong. Formasi 6 bongkah batu menjulang setinggi 10-an meter yang didekap rimbun pepohonan di tengah perbukitan ini bisa kita nikmati dari jauh saja, juga bisa didekati hingga ke dasarnya. Buruan ke sini selagi masih hidden dan belum mainstream deh!

 

(Bersambung)

 

Artikel ini pernah dimuat di www.qubicle.id

 

Teks: Mayawati NH Foto: Mayawati NH, Raiyani Muharramah, Shutterstock

0 COMMENTS


Please be the one to comment !


500

Back to Top