22 TRADISI NATAL DI BERBAGAI BELAHAN DUNIA (Bagian 1)

22 TRADISI NATAL DI BERBAGAI BELAHAN DUNIA (Bagian 1)

Saturday, 24-12-2016 | 14:56

 

Natal yang merupakan hari kelahiran Yesus Kristus yang jatuh pada tanggal 25 Desember dirayakan dengan berbagai cara oleh para umat Kristiani di seluruh dunia. Perayaan atau tradisi yang turun-temurun dilakukan itu banyak di antaranya yang unik dan menunjukkan ciri khas suatu kelompok masyarakat. Berikut ini berbagai cara unik dalam merayakan kemeriahan Natal di seluruh dunia yang kami kumpulkan dari berbagai sumber.

 

1. POHON PISANG ATAU MANGGA SEBAGAI POHON NATAL DI INDIA

Karena India termasuk alam tropis, sangat sulit mencari pohon cemara untuk dijadikan Pohon Natal, apalagi umat Kristiani di India bukanlah mayoritas. Jadi dulu itu ketersediaan perlengkapan Natal sangat minim. Seperti pepatah “Tiada rotan, akar pun jadi” maka sebagai pengganti pohon cemara digunakanlah pohon pisang atau mangga untuk membuat Pohon Natal.

 

2. DAUN KEMANGI MEMERIAHKAN NATAL DI YUNANI

Yunani juga merayakan Natal dengan cara yang berbeda. Bukanlah Pohon Natal dengan gemerlap lampu dan hiasan yang dipajang, melainkan sebuah mangkok berisi air dengan salib di tengahnya dan rangkaian daun kemangi di bibir mangkok menjuntai menyentuh air. Setiap hari sang empunya rumah akan memercikkan daun kemangi itu ke seluruh sudut rumah dengan maksud mengusir roh-roh jahat yang ada dan mempersiapkan rumah mereka untuk kedatangan Sang Juru Selamat.

 

3. NATAL DI CHINA SEPERTI TAHUN BARU IMLEK

Kemeriahan Natal di China tidak jauh berbeda dengan kemeriahan Tahun Baru Imlek. Rumah-rumah berhiaskan lentera dan kertas warna-warni. Ungkapan cinta kasih kepada anak-anak berupa baju baru, makanan mewah, mainan atau kembang api untuk bermain bersama-sama. Tak lupa para umat Kristiani memajang foto atau lukisan leluhur di ruang tamu. Ini dilakukan untuk mengingatkan generasi selanjutnya agar menghormati dan berbagi keceriaan dengan pendahulunya.

 

4. MELOMPAT DI ATAS ABU DI IRAK

Kaum Nasrani di Irak merayakan Natal dengan kebersamaan. Saat berkumpul di malam Natal akan diceritakan kisah tentang  kelahiran Yesus Kristus. Pada saat itulah semua yang hadir saling bergandengan tangan dan menyalakan lilin. Usai cerita, acara dilanjutkan dengan pembakaran duri dari ranting dan semak. Apabila seluruh semak terbakar habis menjadi abu, mereka meyakini bahwa keberuntungan akan menghampiri mereka di malam Tahun Baru. Setelah api padam, seluruh orang yang hadir akan melompat di atas abu sebanyak 3 kali sambil berdoa dengan harapan yang kuat agar doa mereka dikabulkan.

 

5. TANDA SILANG DI PINTU RUMAH WARGA BETLEHEM

Kota yang diyakini sebagai kota lahirnya Yesus Sang Juru Selamat ini mempunyai tradisi yang unik dan berbeda juga. Keceriaan dan kemewahan Natal sangat kental di Betlehem ini. Apalagi saat malam Natal tiba, hampir seluruh orang berkumpul di gereja yang menyuguhkan opera dan arak-arakan. Pada masa Natal ini seluruh rumah umat Kristiani akan diberikan tanda silang pada pintu rumah masing-masing.

 

6. SAPU DISEMBUNYIKAN DI NORWEGIA

Masyarakat Norwegia percaya bahwa di malam Natal semua roh jahat dan kekuatan sihir hitam akan keluar dan berkeliaran di pemukiman warga. Oleh karena itu setiap malam Natal seluruh warga akan menyembunyikan sapu agar tidak ditemukan oleh sang nenek sihir dan ia tidak dapat menggunakan sihirnya. Para pria pun berjaga dengan tidak tidur dan menembakkan senjata ke arah langit. Hal itu bertujuan agar kekuatan jahat yang berada di sekitar akan menyingkir jauh dan tidak bisa memasuki rumah warga.

 

7. MENJAGA TERANG LILIN HINGGA PAGI DI IRLANDIA

Menyalakan lilin di malam Natal merupakan tradisi orang Irlandia. Yang menjadikannya berbeda adalah lilin tersebut harus dinyalakan oleh anak kecil, kemudian diletakkan pada jendela besar. Lilin tersebut tidak boleh mati hingga pagi hari karena mereka percaya cahaya terang lilin tersebut menjadi petunjuk bagi mereka yang mencari tempat berteduh. Masyarakat Irlandia sangat meyakini bahwa mereka yang berteduh dekat dengan lilin adalah Bunda Maria dan Yusuf suaminya.

 

8. KRIKET DAN LOMBA DAYUNG MEMERIAHKAN NATAL DI AUSTRALIA

Biasanya hari Natal bertepatan dengan musim dingin, namun di Australia justru jatuh pada musim panas. Inilah sebabnya perayaan Natal masyarakat  Australia banyak diselenggarakan di ruang terbuka seperti  kolam renang dan pantai. Untuk menambah keceriaan Natal, diadakanlah 2 lomba yang sangat ‘sakral’ bagi warga Australia, yaitu kriket dan lomba Dayung di Sydney. Sering kali pesta keceriaan Natal ini digelar hingga lewat tengah malam.

  

9. “FIRST FOOTING” DI SKOTLANDIA

Skotlandia merayakan Natal sangat berbeda dari umumnya, itulah yang disebut Hogmanay. Tradisi ini justru kebalikan dari suasana khusyuk yang identik dengan malam Natal. Orang Skotlandia merayakannya dengan berteriak keras-keras dan menyalakan api seperti obor. Puncak acara Hogmanay disebut “First Footing” yang dilakukan pada pergantian tahun. Mereka percaya bahwa siapa yang melewati pintu rumah saat pergantian tahun akan mendapat keberuntungan dalam hidup mereka. Anehnya, keberuntungan tersebut tidak berlaku bagi anak laki-laki berambut hitam dan anak perempuan berambut pirang. Percaya atau tidak?

 

10. NENEK SIHIR BEFANA DI ITALIA

Sinterklas memang terkenal di seluruh dunia. Namun di Italia ini sosok Sinterklas yang gendut dan ramah tertawa ini diwakili oleh Nenek Sihir Befana yang membawa sapu terbangnya ke mana-mana. Bukan bermaksud untuk menakut-nakuti dan menggunakan sihir hitamnya, melainkan membagikan hadiah bagi anak-anak --pada dasarnya sama dengan Sinterklas yang datang melalui cerobong asap. Untuk membalas kebaikan Befana, masyarakat pun mempersiapkan hidangan kepadanya sebagai ucapan terima kasih atas kado yang diberikan.

 

11. ORANG KANADA MENYAMAR DI HARI NATAL

Di Kanada, tepatnya di bagian Newfoundland, ada tradisi khusus untuk merayakan Natal yaitu dengan Mummering. Tradisi menutup muka untuk berkunjung ke tetangga, rekan dan sahabat pun dilakukan dengan maksud silahturahmi. Penyamaran dilakukan bukan sekadar dari kostum saja, namun mengubah suara juga untuk mengecoh sang empunya rumah. Apabila identitas si penyamar yang berkunjung bisa ditebak dengan tepat, maka hadiahnya adalah traktiran makan dan minum sepuasnya.

 

(Bersambung)

Teks: Fransiskus Ipang K, dari berbagai sumber Foto: Istimewa, dari berbagai sumber

0 COMMENTS


Please be the one to comment !


272

Back to Top