BLUE MOSQUE YANG TIDAK TAMPAK BIRU DILIHAT DARI LUAR

BLUE MOSQUE YANG TIDAK TAMPAK BIRU DILIHAT DARI LUAR

Monday, 30-10-2017 | 21:30

Blue Mosque tampak luar, tak ada nuansa warna biru

 

Selain Hagia Sophia, Blue Mosque adalah bangunan yang wajib dikunjungi saat Anda berkunjung ke Istanbul, Turki. Masjid megah yang oleh orang Turki dikenal dengan nama Sultanahmet Camii atau Masjid Sultan Ahmed ini dibangun antara tahun 1609 sampai 1616 atas instruksi Sultan Ahmed I dari Kesultanan Ottoman. Sultan yang saat itu masih berusia 19 tahun ini berambisi membangun masjid yang lebih wah dari Hagia Sophia yang tadinya adalah gereja dari zaman Kekaisaran Bizantium. Jadi tak heran kalau desain Blue Mosque mencerminkan puncak kejayaan Kesultanan Ottoman dan Kekaisaran Bizantium.

 

 

Guna memenuhi ambisinya itu ditunjuklah seorang arsitek kesultanan bernama Sedefhar Mehmet Aga untuk merancangnya. Masjid ini belum sepenuhnya rampung hingga Sultan Ahmed I turun tahta dan digantikan Mustafa I. Dan sayangnya, setahun setelah selesai dibangun, Sultan Ahmed meninggal dunia, dan kemudian dimakamkan di luar masjid.

 

Meskipun dikenal dengan Blue Mosque, tapi nggak satu pun bagian luarnya berwarna biru. Terlihat malah nuansa kelabu. Jadi, diberi nama Blue Mosque karena apa dong? Begitu masuk, kita baru paham kenapa nama populernya Blue Mosque. Interior masjid menggunakan lebih dari 20.000 ubin biru handmade dari Kota Iznik. Kubah bagian dalamnya juga berwarna biru.

 

Kubah biru

 

Keunikan lainnya dari masjid ini adalah menara atau minaretnya ada enam. Sempat menjadi kontroversi di masa itu, karena Masjidil Haram di Mekkah yang dianggap paling suci juga memiliki 6 menara. Konon, Sultan Ahmed pun akhirnya mengirim arsiteknya ke Mekkah untuk membangun menara ketujuh di Masjidil Haram untuk menyelesaikan kontroversi ini.

 

Minaretnya ada enam

 

?Tips mengeksplor Blue Mosque:

- Karena lokasinya berdekatan dengan Hagia Sophia (berseberangan), di area Sultanahmet, dari Hagia Sophia Anda bisa berjalan kaki menyeberangi alun-alun utama.

- Meskipun menjadi objek wisata, masjib ini tetap dipakai untuk beribadah oleh penduduk setempat maupun turis Muslim, untuk itu membuka alas kaki adalah suatu keharusan jika hendak masuk ke dalam masjid. Di pintu masuk Anda akan diberikan kantung plastik untuk memasukkan alas kaki (tidak dikenakan biaya). Tenteng sendiri plastik berisi alas kaki Anda selama Anda mengeksplor bagian dalam masjid. Buang plastik tersebut di tempat sampah yang disediakan di pintu keluar.

- Seluruh lantai masjid ditutup karpet. Setengah bagian depan diberi pembatas, turis yang hanya melihat-lihat dan berfoto tidak boleh masuk ke situ kecuali jika hendak menunaikan ibadah sholat.

Area depan hanya untuk sholat

 

- Tidak ada biaya masuk. Tapi berdonasilah di kotak yang telah disediakan di pintu keluar untuk membantu pemeliharaan masjid.

- Hindari datang saat jam-jam sholat karena masjid akan ditutup bagi pengunjung yang tidak sholat selama 30-90 menit. Terutama masjid akan ditutup lebih lama saat sholat Jumat.

- Berpakaianlah yang sopan. Baik pria maupun wanita dilarang memakai celana pendek dan baju atasan tanpa lengan.

- Bagi wanita, Anda juga akan dipinjamkan kerudung untuk dipakai sebagai salah satu syarat masuk masjid. Kerudung harap dikembalikan ke petugas di pintu keluar.

- Jaga ketenangan di dalam masjid. Dilarang memotret menggunakan flash. Dan jangan memotret orang yang sedang sholat.

- Cara terbaik melihat dan menikmati keindahan Blue Mosque adalah mendekatinya dari  Hippodrome yang berada di sisi barat masjid. Dan memang pengunjung non-Muslim harus masuk masjid lewat sisi ini dan mengantre. Jangan khawatir jika antreannya panjang karena barisan tersebut akan bergerak cepat.

 

 

Baca juga “8 Alasan ke Turki

 


 

Teks: Mayawati NH Foto: bluemosque.co, Mayawati NH, wtg-global.net

0 COMMENTS


Please be the one to comment !


703

Back to Top