INILAH SHANGRILA, REPLIKA TIBET DI PROVINSI YUNNAN

INILAH SHANGRILA, REPLIKA TIBET DI PROVINSI YUNNAN

Friday, 26-05-2017 | 17:19

Songzanlin Monastery, mirip Tibet 'kan?

 

Shangrila memang tak sepopuler Lijiang dan Dali yang berada di provinsi yang sama, Yunnan di China, tapi ini justru menjadi berkah tersendiri bagi ekosistem alamnya yang jarang terjamah campur tangan manusia. Begitu memasuki wilayah Shangrila, panggilan alam terasa sangat menggoda. Jadi jangan berharap menemukan mal modern atau gedung pencakar langit ya di sini. Yang ada cuma padang rumput dan gunung menjulang, serta tentunya kuil-kuil bergaya Tibetan.

 

CARA KE SHANGRILA

Beda dengan Dali dan Lijiang, Shangrila nggak punya jalur kereta. Sehingga pilihan yang tersisa adalah bus umum atau pesawat, atau sewa kendaraan (terutama bagi yang ingin mampir ke Tiger Leaping Gorge dalam perjalanan antara Lijiang ke Shangrila).

 

Cara ke Lijiang dari ibu kota Yunnan yakni Kunming bisa dibaca di sini.

Cara ke Kunming dari Jakarta bisa dibaca di sini.

 

OBJEK-OBJEK WISATANYA

DUKEZONG

Beginilah Dukezong setelah kebakaran awal 2014

 

Kota tua Shangrila yang sempat terbakar awal tahun 2014 menyisakan pemandangan puing yang sebetulnya mengenaskan untuk dilihat. Namun masih ada 1/3 bagian kota yang masih berjalan normal. Sebuah tipikal kota tua yang mirip dengan Dali dan Lijiang atau Shuhe Old Town.

 

POTATSO NATIONAL PARK

Nggak banyak yang tahu bahwa Potatso (atau dalam dialek Tibetan disebut Pudacuo) National Park merupakan taman nasional pertama yang menggabungkan konsep perlindungan ekosistem dan lingkungan hidup, eco-tourism dan tanggung jawab sosial dalam satu kerangka pikir terintegrasi. Pamornya mungkin tidak setenar Jiuzhaigou atau taman nasional yang lain, namun dia berhasil mempertahankan diri dari banyak campur tangan manusia. Semua ekosistem punya kebebasan penuh menjalankan hidupnya sesuai panggilan alam. Kawanan yak asyik merumput, kuda-kuda minum air jernih di tepi danau, bahkan tupai pun bisa dengan jinaknya berlompatan ke sana ke mari tanpa merasa terancam dengan kehadiran manusia. Di sana kebetulan MyTrip bertemu dengan personel sektor kehutanan yang menjelaskan bahwa pepohonan di sini ditumbuhi oleh leak, yang mencerminkan kejernihan dan kesegaran lingkungan.

 

Kawanan yak asyik merumput

 

Berada di hamparan tanah seluas 300 km2, Trippers hanya boleh berkeliling di taman ini dengan menggunakan eco bus yang berhenti di titik-titik tertentu. Ada dua danau besar, yaitu Bita Lake dan Shudu Lake yang keduanya memiliki jalur pejalan kaki agar para pejalan tak mengganggu flora dan fauna di sana.

 

Shudu Lake

 

Ke sana: Kalau kita ingin langsung sampai ke pintu gerbang Potatso, harus sewa minivan. Harga sewa untuk seharian mulai RMB 200 (tergantung jumlah penumpang), dan bisa untuk 5-6 orang.

Tiket masuk: RMB 258 (termasuk tiket sightseeing bus)

Jam buka: pkl.08.00-17.30

Perkiraan durasi kunjungan: 4-6 jam

Aktivitas favorit: Setelah capek berjalan keliling danau, piknik di tepi danau (tentunya dengan tetap memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar ya!) sambil mengamati flora dan fauna tentunya kesempatan langka. Jadi jangan ragu membawa keranjang piknik, alas duduk dan pastinya penutup kepala untuk menghindari teriknya sinar matahari.

 

SONGZANLIN MONASTERY

Orang banyak menyebutnya sebagai miniatur Istana Potala di Lhasa, Tibet, mengingat kemiripan gaya tradisionalnya dan kearifan untuk menggabungkan dengan unsur budaya lokal. Kompleks biara terbesar di Yunnan ini terletak di kaki Gunung Foping dan memiliki banyak “harta karun” baik dari desain interiornya maupun patung dan karya seni lain yang ada di dalamnya. Beberapa ruangan menerapkan pembatasan penggunaan kamera yang sebaiknya kita patuhi.

 

Songzanlin Monastery, sangat mirip Istana Potala di Lhasa Tibet

 

Ke sana: Bus nomor 3 menghubungkan pusat kota Dukezong dengan Songzanlin.

Tiket masuk: RMB 115

Jam buka: pkl.08.00-17.00

Perkiraan durasi kunjungan: 2 jam

 

REKOMENDASI PENGINAPAN

- Tavern 47

 

Akomodasi bujet ini terletak di Dukezong dan termasuk yang selamat dari musibah kebakaran besar di awal tahun 2014. Tavern 47 menjadi primadona backpackers karena kemudahan pemesanan kamar melalui www.hostelworld.com atau www.hostels.com dan adanya dua jenis penginapan, yaitu dormitory mulai RMB 45/ranjang dan kamar privat mulai RMB 120. Semuanya dengan shared bathroom ya. Mau tahu alasan penting lainnya kenapa Anda harus banget dateng ke sini? It’s because of their famous juicy yak burger yang maknyoss abis! Dibandrol RMB 42, yak burger datang dalam ukuran besar lengkap dengan french fries dan minuman kaleng. Yumm

 

- Songtsam Lodge (www.songtsam.com)

Ruang makan dengan perapian di Songtsam Lodge

 

Butik hotel eksklusif yang mengusung prinsip lokalitas dalam standar internasional ini dijamin bikin kita nggak pengen pulang dari Shangrila! Selayaknya rumah, Songtsam memiliki dekorasi dan gaya interior yang mencerminkan selera seni pemiliknya yang seorang sutradara keturunan Tibet. Seluruh operasional hotel mulai dari penggunaan bahan makanan, kain, interior dan termasuk staf yang bekerja di sana, semuanya diadopsi dari hasil bumi Shangrila sendiri. Bukti komitmen terhadap pemberdayaan lokal. Jadi jangan heran bila Anda melihat senyum ramah khas pedesaan gunung yang masih asli, dengan kesegaran udara dan rasa makanan yang otentik.

 

Songtsam menyediakan local beer dengan label yang menarik untuk dikoleksi. Selain itu Anda juga harus coba tsampa, sarapan ala Tibet yang terbuat dari tepung barley yang diaduk dengan yak butter tea, keju dan sedikit garam. Hampir semua masakan di sini memiliki rasa yang unik dan menggigit, seperti mie goreng bercampur tomat pedas dan spicy pork ribs in Tibetan style yang nonjok banget!

 

Secret advantage: Salah satu keuntungan menginap di Songtsam Lodge adalah kita bisa mendapat potongan harga tiket masuk ke Songzanlin Monastery. Mungkin nilainya tak seberapa. Tapi kita punya kesempatan menjadi pengunjung pertama yang mengalami pagi di Songzanlin. Keheningan di sana kala matahari baru naik tentu sulit didapatkan kalau menginap di tengah kota. Selain itu, harga kamar di Songtsam sudah termasuk buffet breakfast dan high afternoon tea. Tapi bukan cuma itu saja. Di luar jam-jam tersebut, tamu yang hobi cemal-cemil bisa bersantai sambil menikmati kacang almond, aneka home-made cookies dan buah-buahan segar yang disediakan 24 jam di ruang baca. Plus pemandangan Songzanlin yang menemani dari kaca jendela. Ah!

 

 

Teks: Christina Wibisono Foto: Christina Wibisono, Shutterstock

0 COMMENTS


Please be the one to comment !


232

Back to Top