DAN SANG WAKTU PUN BERHENTI SEJENAK DI LUANG PRABANG... (Bagian 3-Tamat)

DAN SANG WAKTU PUN BERHENTI SEJENAK DI LUANG PRABANG... (Bagian 3-Tamat)

Thursday, 29-09-2016 | 16:39

 

Luang Prabang hanyalah kota kedua di Laos setelah ibu kotanya, Vientiane. Tapi kota di bagian tengah utara Laos yang berjarak 425 km dari Vientiane ini lebih favorit di kalangan turis mancanegara, terutama para backpackers. Apalagi kota ini juga ditetapkan sebagai Kota Warisan Dunia UNESCO yang sarat akan budaya. Ketenangan suasana dan keramahan penduduknya menjadi daya tarik kota eksotis ini. Dan ya, di kota ini waktu seakan-akan berjalan lebih lambat....

 

OBYEK-OBYEK WISATANYA:

NIGHT MARKET

 

Saat senja tiba jalanan utama di Luang Prabang yang membentang dari perempatan Th Sisavangvong dan Th Sisavang Vathana sampai morning market ditutup setiap hari. Saatnya memberi kesempatan bagi wisatawan memburu pedagang kaki lima yang menjual aneka suvenir berikut berbagai kerajinan tangan khas suku Hmong. Makanan lokal murah meriah juga banyak dijual di sini. Tapi hati-hati bagi yang Muslim ya, karena banyak yang tidak halal. Lokasi pasar persis di depan Bukit Pousy. Kalau kehabisan kip, kita bisa bertransaksi menggunakan Thai Baht maupun USD. Buka: pkl.17.30-22.00. 

 

TAK BAT (SEDEKAH PAGI /MORNING ALM)

 

Hal yang wajib dilakukan di Luang Prabang adalah menyaksikan prosesi dana makanan oleh penduduk (turis juga bisa ikutan) kepada ratusan bhiksu yang keliling kota tua setiap pagi. Kegiatan ini menjadi ciri khas Luang Prabang. Syahdu melihat penduduk lokal duduk bersimpuh di tepi jalan dengan memegang makanan, sementara barisan bhiksu lewat dengan membawa mangkuk. Pemandangan unik yang menjadi daya pikat dan membuat banyak orang rela bangun pagi. Dimulai pukul 05.30. Lamanya 1-2 jam.  Don’t: Jangan masukin uang ke dalam mangkuk bhiksu ya! Hanya makanan dan minuman yang boleh didanakan.

 

Lebih lengkap tentang ritual dana makan pagi bisa dibaca di sini.

 

NONG KHIAW

Desa sunyi yang dikelilingi pegunungan cantik ini dapat ditempuh 3 jam berkendara dari Luang Prabang. Berada di sisi barat Sungai Nam Ou. Tempat yang sempurna untuk menyepi jauh dari hiruk-pikuk perkotaan. Kalau mau ke sini bisa naik minivan dari Naluang Minibus Station (50.000 kip). Atau kalau nggak mau repot booking aja dari agen atau guesthouse yang biasanya dikenakan tambahan 25.000 kip untuk biaya transfer ke terminal. 
 

Info turis:

Untuk mencapai obyek-obyek wisata yang berlokasi di luar kota, ada berbagai pilihan yang bisa diambil. Pertama menyewa tuktuk. Kedua, membeli paket join tour di agen travel yang banyak bertebaran di sepanjang Jalan Sisavang Vong (jalan utama di kota tua Luang Prabang) atau yang ditawarkan oleh hotel tempat Anda menginap. Ada paket yang hanya transport saja, ada pula yang sudah termasuk tiket masuk dan makan siang. Pilihan lainnya: naik motor sewaan.

 

PENGINAPAN

 

Direkomendasikan untuk menginap di kawasan kota tua. Banyak sekali penginapan dengan bangunan kayu nan eksotis ditawarkan dengan harga sekitar Rp 200.000-an. Itu sudah dapat kamar full AC, dan kamar mandi di dalam dengan air panas.

 

KULINER
Seperti umumnya negara Indochina yang menjadi koloni Prancis, paling mudah menemukan baguette (roti panjang Prancis). Namun bukan berarti kuliner otentik Laos sulit didapat. Secara umum makanan Laos mirip dengan makanan Thai. Mereka umumnya makan nasi ketan atau khao niaw yang cara makannya dengan dikepal-kepal. Biasanya disantap bersama hidangan lain disertai jeow (saus cocolan yang biasanya pedas).
Beberapa menu yang jadi highlight:
- Tam Maak-hung (papaya salad) yang berisi potongan pepaya muda, kacang ditumbuk, bawang putih, saus ikan, tomat, lime, ditambah ebi. Super pedas tapi wajib coba.
- Ping Kai (grilled chicken). Salah satu favorit turis di Laos. Disajikan bersama lalapan, papaya salad dan cocolan jeow.
- Foe (rice noodle soup). Sangat populer untuk sarapan. Biasanya disajikan bersama sepiring lalapan berisi toge, daun kemangi, ketumbar, kacang panjang dan jeruk nipis.
- Sedangkan bagi penyuka minuman beralkohol, BeerLao wajib hukumnya.

 

Teks: Dammer Saragih, Mayawati NH Foto: Dammer Saragih, Mayawati NH, Shutterstock, tours-laos.com

0 COMMENTS


Please be the one to comment !


274

Back to Top