KALAU KE IRAN JANGAN LEWATKAN SHIRAZ (Bagian 3-tamat)

KALAU KE IRAN JANGAN LEWATKAN SHIRAZ (Bagian 3-tamat)

Tuesday, 30-08-2016 | 13:44

Gerbang di Persepolis

 

Menjelajah Iran mungkin belum ada di bayangan Anda sampai ada maskapai yang menawarkan tiket promo yang sangat murah ke sana. Tiba-tiba Iran menjadi destinasi populer baru. Selain Tehran sebagai ibu kota Iran, ada kota lain yang tak kalah menarik: Shiraz yang merupakan salah satu kota tertua di dunia dan tetap dihuni hingga kini. Ibu kota Provinsi Fars ini terkesan rileks dengan warganya yang ramah serta bangunan-bangunan yang mengingatkan kita pada masa lalu Persia.

 

(Bagian 2 bisa dibaca di sini)

 

OBYEK-OBYEK WISATANYA

DARVAZEH QURAN (GERBANG QURAN)

 

Terletak di  tepi jalan raya, ke arah keluar Shiraz. Gerbang Quran menjadi bagian dari taman kota. Di atasnya terdapat sebuah ruangan kecil tempat dua Quran yang ditulis tangan disimpan. Tahun 1937 kedua Quran tersebut dipindahkan ke Pars Museum di Shiraz. Ketika lampu dinyalakan gerbang tampak lebih indah dan pengunjung dapat melihat skyline kota Shiraz. Di tempat ini wisatawan maupun warga Shiraz berleha-leha di taman.

 

BAZAAR VAKIL

Kerajinan tembaga di Bazaar Vakil

 

Inilah khatam khas Shiraz

 

Ingin menikmati suasana berbelanja pada masa lalu di Timur Tengah? Datanglah ke sini. Bazaar ini memiliki koridor yang lebar dengan langit-langit tinggi. Di kanan kiri koridor terdapat toko-toko yang menjual segala macam keperluan. Di bagian luar cenderung menjual keperluan sehari-hari, di bagian dalam lebih pada barang kerajinan tradisional seperti piring hias enamel, kerajinan dari tembaga, karpet Persia, arloji, kilim, perhiasan, selendang, khatam khas Shiraz atau marquetry gaya Persia. Marquetry adalah seni menghias permukaan kayu dengan potongan miniatur kayu, tulang atau logam. Kerajinan marquetry layak dibeli. Harga kotak  kecil USD 10. 

Di pelataran Bazaar Vakil terdapat pemandian (bath houses). Bath house yang dibangun pada masa Dinasti Zand abad ke-18 ini dulunya tempat mandi umum. Arsitektur gaya Persianya indah dengan langit-langit tinggi dan bercorak.

Tiket masuk bath house: IRR 150.000

Jam buka bath house: 07.30-17.30, Sabtu-Kamis

Jam buka Bazaar Vakil: 08.00-magrib, Sabtu-Kamis

 

PERSEPOLIS

 

Siapa pun yang ingin mengetahui sejarah Kekaisaran Persia Kuno patut berkunjung ke Persepolis yang berarti Kota Persia dalam Bahasa Yunani. Persepolis adalah ibu kota Kekaisaran Achaemenid  yang dibangun Darius Yang Agung tahun 518 SM berdasarkan model dari Mesopotamia. Persepolis dilumatkan oleh Iskandar Yang Agung dari Kerajaan Yunani Kuno dari Macedonia pada 331-330 SM. Yang tersisa dan terlihat sekarang adalah teras batu setengah alami dan setengah buatan yang dibangun menghadap pegunungan. Tahun 1979 Persepolis dinobatkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

 

Info turis:

  • Jarak antara Persepolis dari Shiraz +/-50 km yang dapat ditempuh dengan berkendara 1 jam lebih.
  • Sewalah pemandu untuk mendapatkan informasi tentang Persepolis.
  • Harga tiket masuk IRR 150.000. Jam buka 08.00-19.00

 

PENGINAPAN

Tarif hotel di Shiraz EUR 40-100 termasuk sarapan. Baiknya menginap di kawasan pusat kota, seperti di sekitaran Karim Khan Zand Blvd.

 

KULINER

Tempat makan mudah didapat di pusat kota, dekat pasar, kawasan wisata atau penginapan. Makanan di Shiraz hampir sama dengan di tempat lain di Iran yaitu kebab. Kebab biasa dimakan dengan nasi basmati yang berbumbu juga.Cita rasa masakan Persia agak asam karena dicampur yogurt. Makanan khas Shiraz yang perlu dicicipi adalah faloodeh, semacam dessert dingin yang terbuat dari tepung, bentuknya seperti bihun, biasa dicampur dengan sirup dan air mawar dan ditambah perasan lemon. Faloodeh cocok dimakan siang hari atau sehabis makan. Bisa dibeli di Baba Bastani di Jame Jam Circle (di belakang Benteng Karim Khan). Harga semangkuknya IRR 50.000. 

 

Kebab

Teks: Wahyuni Kamah Foto: Wahyuni Kamah, Shutterstock

0 COMMENTS


Please be the one to comment !


238

Back to Top