INGIN MERASAKAN JADI ORANG LOKAL? INILAH HAL-HAL YANG HARUS ANDA LAKUKAN

INGIN MERASAKAN JADI ORANG LOKAL? INILAH HAL-HAL YANG HARUS ANDA LAKUKAN

Thursday, 30-06-2016 | 16:43

 

Saat berada di negeri orang, banyak dari kita yang ingin merasakan langsung kehidupan masyarakat lokal. Nggak harus tinggal bersama mereka sih, apalagi harus berdiam di tempat itu berbulan-bulan. Cukup lakukan atau tiru hal-hal sederhana yang dilakukan masyarakat lokal sehari-hari. Apa saja?

 

MENGELILINGI BARKHOR CIRCUIT DI LHASA, TIBET

Mengelilingi Barkhor Circuit yang berada di jantung Kota Lhasa berkali-kali, dijamin deh bakal selalu ada hal unik yang bisa dilihat. Yang utama tentu saja geliat kehidupan masyarakat lokal. Ada yang menggelosor di tengah jalan (salah satu ritual masyarakat Tibet –menyembah sampai seluruh tubuh menyentuh lantai), ada yang terus memutar roda doa di tangan sambi komat-kamit merapalkan doa, ada nenek yang menunggui cucunya buang air, dan banyak lagi.

 

Nenek menunggui cucunya buang air di Barkhor Circuit

 

Keramaian Barkhor Circuit

 

Banyak warga lokal melakukan ritual di Barkhor Circuit

(Fakta-fakta unik di Tibet baca di sini)

 

BERDANA MAKAN PAGI KEPADA PARA BHIKSU DI LUANG PRABANG, LAOS

Berdana makanan untuk ratusan bhiksu yang berjalan beriringan di pagi hari di kawasan kota tua adalah salah satu hal yang dicita-citakan turis mancanegara yang datang ke Luang Prabang. Rasakan suasana takzimnya yang sulit dilukiskan dengan kata-kata. Ingat ya, kalau mau ikutan berdana, pastikan makanannya berkualitas baik.

 

Luang Prabang

(Cerita lebih lengkap baca di sini)

 

BLUSUKAN DI HUTONG DI BEIJING, CHINA

Kalau mau lihat real life warga Beijing, masuki dan susuri hutong-hutong-nya. Anda akan menemukan suasana keseharian yang amat kental. Inilah salah satu potret asli Beijing. Jadi jangan lupa blusukan ya!

 

 

MENCICIPI AMOK FISH & MAIN AYUNAN DI SIEM REAP, KAMBOJA

Mencicipi amok fish, menu khas Khmer yang disajikan di batok kelapa yang rasanya gurih, sayang kalau dilewatkan selama kunjungan Anda ke Siem Reap. Selain itu ada hal lain yang bisa juga Anda coba, leyeh-leyeh di ayunan. Bukan karena belakangan ini lagi ngetren, tapi leyeh-leyeh di ayunan siang-siang memang kegemaran orang Kamboja. Lihat aja di  Chong Kneas Floating Village, banyak ayunan di pasang di depan rumah.

 

Amok fish

 

Chong Kneas

 

MINUM JUICE SAWO DAN NYICIP JANGKRIK GORENG DI PHNOM PENH, KAMBOJA

Masih di Kamboja, tapi di ibu kotanya, Phnom Penh. Kalau berkesempatan blusukan ke pasar tradisional atau menyusuri trotoar di kota, coba cari penjual juice sawo deh! Ada cukup banyak penjualnya, yang pake gerobak seperti di sini lah. Pilih yang mana pun, rasanya sama aja: enak! Ada satu lagi yang wajib dicicip asal Anda berani: jangkrik goreng! Penduduk lokal biasa membelinya di penjaja pinggir jalan. Krauk krauk...

 

Phnom Penh Crickets

 

MENGOLESKAN TANAKA DI MYANMAR

Tanaka adalah semacam bedak dingin yang terbuat dari bubur kayu. Khasiatnya untuk melindungi wajah dari sinar matahari, memutihkan, juga menjadi kosmetik. Di Myanmar kita lazim melihat nggak hanya kaum wanita, tapi juga pria dan anak-anak make tanaka. Tradisi ini umurnya udah ribuan tahun lho! So, coba minta penduduk lokal membuatkan tanaka untuk Anda. Oleskan di wajah, dan pelesiranlah dengan wajah beroles tanaka.

 

Gadis Myanmar dengan tanaka di pipi

 

MENGENAKAN LONGYI DI MYANMAR

Mayoritas warga Myanmar, pria maupun wanita, anak-anak maupun dewasa, hingga kini masih mengenakan longyi (kain sarung) sebagai busana sehari-hari. Longyi untuk pria nggak banyak motif, selain polos, bergaris dan kotak-kotak. Tapi longyi untuk wanita beragam, dan cantik-cantik pula motifnya. Beli satu deh di pasar, murah, harganya cuma 5.000 kyat (sekitar Rp 50.000). Selain bisa langsung dipakai di sana –misalnya pas kunjungan ke pagoda, bisa juga buat oleh-oleh.

 

Longyi wanita

 

Longyi pria

 

MAKAN DAL BHAT DI NEPAL

Orang Nepal makan dal bhat --atau turis mengenalnya dengan sebutan Nepali set-- sehari dua kali. Isinya nasi, lentil soup (dal), sayur kari, sayur hijau tumis atau rebus, kari ayam (atau kambing), chutney (sejenis saus atau sambal dengan aroma khusus), ketimun atau wortel mentah, plus papad (opaknya Nepal). Semua lauk (kecuali ayam dan daging lainnya) boleh nambah sepuas perut. Jadi, kalau jalan-jalan ke Nepal, kudu nih nyobain dal bhat ya. Jangan takut bosen, karena beda tempat, cita rasa dan kadang variasi lauknya beda-beda. Yang pasti ada ya lentil soup alias si dal itu.

 

Dal bhat

(Fakta unik di Nepal baca di sini)

 

Tentunya masih banyak lagi kebiasaan atau budaya masyarakat lokal yang bisa ikut kita lakukan atau rasakan saat kita berkunjung ke sana. Mungkin Anda mau berbagi pengalaman? Silakan ceritakan di ruang komen di bawah ini.

Teks: Mayawati NH Foto: Mayawati NH, Istimewa

4 COMMENTS


Sarah Jun 30, 2016 Reply

Info unik. Nice! Nanti saya coba


Hemawati Jun 30, 2016 Reply

Saya sudah mencoba pakai tanaka di wajah jg memakai longyi wkt saya jalan2 ke Myanmar..seru dan jadi terlihat membaur dgn penduduk lokal


Indahsari Jun 30, 2016 Reply

Mengingatkan saya pada Kamboja. Waktu ke sana saya juga makan amok fish. Enak gurih


Sarbendi Jul 01, 2016 Reply

Informatif dan semua ada fotonya lengkap, jadi kebayang


460

Back to Top