FAKTA UNIK TIBET: MITOS WANITA MENIKAH & CELEMEK (Bagian 2)

FAKTA UNIK TIBET: MITOS WANITA MENIKAH & CELEMEK (Bagian 2)

Sunday, 15-05-2016 | 10:37

 

Tibet identik dengan Himalaya, Istana Potala, bhiksu berjubah merah, bendera doa, dan juga yeti! Yang penah membaca komik Tintin pasti tahu tentang yeti. Tapi mungkin banyak yang belum tahu sejuta keunikan Tibet, negeri tempat titik tertinggi di muka bumi ini berada, Puncak Everest.

 

HINDARI BULAN MARET

Waktu terbaik ke Tibet kalau mau melihat Puncak Everest dengan jelas adalah saat musim dingin. Tapi siap-siap dengan dingin yang ekstrem dan tutupnya beberapa akses jalan karena salju. Temperatur rata-rata di bulan Januari -2 derajat C. Pada kenyataannya, turis terbanyak datang ke Tibet saat musim gugur, antara September-Oktober. Sebaiknya hindari datang pada bulan Maret meskipun cuaca bagus, karena Maret bulan yang sensitif secara politik di Tibet, berkaitan dengan 10 Maret sebagai hari peringatan mengungsinya Dalai Lama ke India tahun 1959.

 

CUACA FLUKTUATIF

Temperatur rata-rata 28 derajat C di musim panas dan -15 derajat C di musim dingin. Dan siap-siap aja dengan perubahan dadakan ya, karena hampir semua tempat di Tibet bertemperatur fluktuatif sepanjang hari. Siang bisa sangat terik, sinar matahari menusuk kulit, namun angin dingin. Dan malam berubah amat dingin. Ekstrem banget deh!

 

WANITA MENIKAH & CELEMEK

Wanita Tibet yang telah menikah, jika keluar rumah dengan mengenakan chuba (baju tradisional Tibet seperti jubah panjang berwarna gelap), harus memasang semacam apron atau celemek di pinggangnya (biasanya bergaris warna-warni) untuk menutupi chuba bagian depan. Karena kalau nggak, suaminya nggak akan berumur panjang. Believe it or not!

 

SKY BURIAL

Ini upacara pemakaman yang hanya dikenal di Tibet. Unik dan hiiiyy.... seram!  Jasad dibawa ke puncak bukit. Lalu jasad telanjang itu ditelungkupkan di platform batu, dimantrai, siap “disajikan” bagi burung-burung hering (burung bangkai). Secuil demi secuil daging jasad akan dimakan burung yang dianggap suci itu, sampai akhirnya tinggal tulang. Dalam salah satu rangkaian foto yang bisa didapat via pengulikan Google, terlihat bahkan tengkorak itu pun akan dicacah-cacah lagi dengan palu untuk kemudian disajikan kembali bagi burung-burung itu. Orang asing dilarang menyaksikan upacara ini, kecuali diundang langsung oleh yang punya “hajat”. Itu pun kalau ketahuan pemerintah China bisa didenda lho! Dan biasanya dilarang bawa kamera atau video. Tapi ada aja yang lolos, terbukti dengan adanya beberapa foto dan video yang nangkring di beberapa situs terkemuka, siap untuk kita tonton.

 

ADA DANAU DI TIBET?

Ya ada dooong... Tibet memang nggak punya laut, tapi kalau danau sih banyak! Yang wajib kunjung Nam Tso Lake. Tso sendiri artinya danau. Nam Tso Lake berada di Distrik Damshung, di ketinggian 4.718 mdpl. Danau ini satu dari empat danau suci bagi penduduk Tibet (tiga lainnya Yamdrok, Manasarovar dan Lhamo La Tso Lake), dan juga merupakan danau air asin terbesar dan tertinggi di Tibet. Luasnya 1.940 km2. Karena danau suci, orang Tibet nggak berani berenang di sini.

Nam Tso Lake

 

Jarak Lhasa ke Nam Tso 250 km ke barat laut, kurang lebih 4 jam berkendara. Jalan menuju ke sana kadang menyusuri samping bukit. Makin jauh, makin tinggi. Kita harus mulai bersiap-siap dengan tipisnya udara. Siapkan juga kamera karena bisa tiba-tiba muncul pemandangan spektakuler di tikungan berikut. Padang rumput maha luas di Naqu. Sungai deras di kiri jalan. Qinghai-Tibet Railway di kanan jalan. Jika cuaca cerah kita bisa melihat deretan gunung salju Nyenchen Thanglha setelah melintasi Nagela Pass. Sesekali kita bisa melihat tenda kaum nomaden di tengah hamparan rumput berlatarkan pegunungan salju. Inilah tempat terbaik untuk melihat dari dekat kehidupan asli masyarakat Tibet. Dan inilah salah satu pemandangan terindah di dunia! Asli!

Danau kedua yang biasanya disinggahi para pelancong adalah Yamdrok Lake. Terletak di bagian selatan, antara Kota Lhasa dan Gyantse. Jalan menuju Yamdrok mendaki dan berkelok-kelok tajam. Pemandangannya? Wuiiiiih…. Ciamik! Gunung dan lembah bersusulan. Pokoknya: kamera jangan jauh-jauh dari jangkauan.

Perjalanan 110 km ke Yamdrok yang ditempuh 2,5 jam dari Lhasa berakhir dengan pemandangan bak lukisan di depan mata. Berada di ketinggian 4.450 mdpl, Yamdrok dapat kita pandang dari ketinggian 4.794 mdpl di Kambala Pass. Yamdrok salah satu danau tersuci dan terindah di Tibet. Gunung Nojin Kangtsang (7.191 mdpl) terlihat di belakang danau maha luas yang bentuknya seperti kalajengking ini. Di Yamdrok juga ada banyak pemilik yak yang menawarkan foto bersama.

Yamdrok Lake

 

(Bersambung)

Teks: Mayawati NH Foto: Mayawati NH, Istimewa

0 COMMENTS


Please be the one to comment !


893

Back to Top