BEGINILAH SENSASI MELIHAT PUCUK HIMALAYA DARI BALIK PESAWAT MENUJU BHUTAN

BEGINILAH SENSASI MELIHAT PUCUK HIMALAYA DARI BALIK PESAWAT MENUJU BHUTAN

Sunday, 14-04-2019 | 22:23

 

Sekitar 30 menit menjelang mendarat di Paro International Airport Bhutan, Anda yang duduk di sisi kiri pesawat longoklah keluar melalui jendela. Anda akan dibuat tak berkedip dengan apa yang Anda lihat. Ya, pegunungan bersalju dipeluk gumpalan awan terlihat berjejer rapi, seolah mengajak Anda untuk menggapainya.

 

 

Dan pilot pun akan memberitahu dari kokpit, itulah rangkaian Pegunungan Himalaya dengan beberapa puncaknya yang menjulang. Napas pun seolah berhenti, menikmati keagungan yang berlangsung beberapa menit itu.

 

 

Memang pucuk-pucuk Himalaya yang terlihat tidak sedekat kalau kita naik Buddha Air, Everest Flight yang khusus menawarkan pemandangan Everest dari Nepal. Tapi kita tak perlu membayar khusus atau membuking scenic flight untuk bisa melihat pemandangan spektakuler ini. Penerbangan komersial terjadwal maskapai Druk Air maupun Bhutan Airlines menuju Paro Bhutan yang kita tumpangi kalau kita ikut trip ke Bhutan pasti akan melewati rute Himalaya ini. Otomatis dapat pemandangan yang memanjakan mata dan hati ini.

 

 

 

Pasti dapat? Bagaimana kalau cuaca nggak cerah? Dari pengalaman saya dua kali datang ke Bhutan sih, datang dan pulang, total 4 kali, selalu cerah dan selalu dapat pemandangannya. Karena kalau nggak cerah, pesawat akan susah mendarat ataupun lepas landas di Bandara Paro.

 

 

 

Selain Bandara Lukla di Nepal yang terkenal sebagai bandara paling berbahaya di dunia karena berada di ketinggian di antara pegunungan dan landasan pacunya yang pendek, Bandara Paro juga disebut sebagai salah satu bandara yang berbahaya di dunia. Hanya pilot-pilot tertentu yang jumlahnya nggak banyak yang punya kapabilitas mendarati dan menerbangkan pesawat di sini.

 

Bandara Paro

 

Bayangkan, Bandara Paro berada di lembah dalam yang dikelilingi puncak-puncak pegunungan setinggi 5.500 mdpl. Lokasi bandara ini sendiri berada di ketinggian 2.235 mdpl. Landas pacunya tunggal, sepanjang 1.964 m.

 

 

Setelah kita dibuat tersihir dengan pemandangan deretan pegunungan bersalju, lantas kita dibuat sedikit tegang dengan manuver pesawat. Terasa sekali pesawat miring ke kiri, ke kanan, sedikit meliuk-liuk untuk mendekati runway. Sayap pesawat rasanya nyaris menyenggol pinggang gunung di kiri kanannya. Jadi beneran deh pilotnya kudu jago dan sudah terbiasa mendarat di sini guna mendarat dengan mulus.

 

Baca juga: "Trekker dari Indonesia Jadi Favorit Lho di Bhutan"

 

Sensasi melihat pegunungan bersalju dari atas pesawat dan merasakan manuver saat pesawat hendak mendarat merupakan bonus bagi siapa pun yang melakukan perjalanan ke Bhutan. Bonus yang akan selalu dikenang dan dirindukan....

 

Baca juga: "3 Tempat Ini Menawarkan Scenic Flight yang Sayang Dilewatkan"

 

Tips: Minta kursi kiri saat terbang ke Paro dan kursi kanan saat kembali dari Paro.

Teks: Mayawati NH Foto: Mayawati NH, Yves Samson Li

0 COMMENTS


Please be the one to comment !


447

Back to Top