VIVO GANDENG ACT SALURKAN BANTUAN UNTUK PALU DAN DONGGALA

VIVO GANDENG ACT SALURKAN BANTUAN UNTUK PALU DAN DONGGALA

Friday, 05-10-2018 | 17:36

 

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 telah menimpa kawasan Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Bencana yang disertai gelombang tsunami ini terjadi pada hari Jumat (28/9) pukul 17.02 WIB dan menyisakan duka mendalam bagi para korban serta seluruh Bangsa Indonesia, tak terkecuali bagi Vivo Indonesia. Untuk meringankan beban para korban gempa dan tsunami, Vivo Indonesia memberikan bantuan sebesar Rp4 miliar yang disalurkan melalui tim Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Edy Kusuma selaku General Manager for Brand and Activation PT. Vivo Mobile Indonesia menyampaikan bahwa donasi ini memang tidak bisa menggantikan kerusakan dan kehilangan yang terjadi, namun Vivo Indonesia merasa sangat perlu memberikan dukungan program penanganan bencana untuk membantu kelangsungan hidup korban yang selamat. Vivo berharap upaya yang dilakukan ini dapat membantu meringankan beban ribuan para korban di Palu, Donggala dan area terdampak lain.

 


Bantuan tersebut akan dikonversikan dalam bentuk logistik yang dibutuhkan para korban bencana. Vivo Mobile Indonesia mengapresiasi penuh penanganan bencana Palu dan Donggala yang dikerjakan secara tanggap, cepat dan terkoordinasi dari berbagai pihak, baik dari instansi pemerintah, swasta maupun negara lain. Beberapa rekan kerja, tim sales dan rekan bisnis dari Vivo Mobile Indonesia yang berada di Palu dan Donggala pun turut menjadi korban, sekaligus beberapa saudara dari karyawan yang bekerja di Vivo Mobile Indonesia.

Bantuan kemanusiaan secara simbolis diserahkan langsung oleh Fachryansyah Farandy, General Manager for Digital and Partnership PT. Vivo Mobile Indonesia kepada Rini Maryani, Vice President Aksi Cepat Tanggap. Vivo mempercayakan kepada ACT yang dinilai telah sigap dan profesional menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak bencana, termasuk untuk bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah sejak awal.

Menerima langsung amanah donasi kemanusiaan dari Vivo untuk Palu dan Donggala, Rini memberikan apresiasi penuh atas kepercayaan yang telah diberikan. Kepedulian dari Bangsa Indonesia termasuk dari Vivo akan menjadi energi penggerak untuk segera memulihkan Palu dan Donggala, seperti tagar yang diinisiasi oleh ACT bertajuk #IndonesiaBersamaPaluDonggala.

Pasca gempa besar dan tsunami, tim Disaster Emergency Response (DERM) ACT langsung merencanakan pemberangkatan personil menuju Donggala dan Palu, berkoordinasi dengan Tim ACT Sulawesi Selatan dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Sulawesi Selatan. Pada Sabtu dini hari (29/9), Tim Disaster Emergency Response (DERM) ACT berangkat menuju Donggala dan Palu melalui jalur udara ke Gorontalo, lalu dilanjutkan dengan perjalanan darat.

Sebanyak 24 relawan ACT Sulawesi Selatan, MRI Sulawesi Selatan dan tim ACT berangkat dari Makassar menuju Bandara Mutiara SIS Al Jufri di Palu pada hari Minggu (30/9). Evakuasi korban yang terjebak di reruntuhan bangunan dan terjangan tsunami di pantai Palu terus dilakukan, sembari mencari titik-titik untuk membuka posko kemanusiaan. Tambahan tim ACT berikutnya dialihkan ke Bandara Mamuju karena kepadatan Bandara Palu. Dalam waktu yang bersamaan, MRI Kalimantan Timur sebanyak 13 orang relawan berangkat menuju Palu dan Donggala melalui Pelabuhan Semayang, Balikpapan.

Pada hari kedua pasca bencana, ACT telah menurunkan tim yang terbagi di beberapa titik, tim Emergency Response-ACT yang menuju Donggala dari Gorontalo, tim MRI-ACT dari Mamuju yang berada di Donggala sebelah barat teluk, tim MRI-ACT dari Sulawesi Selatan di Kota Palu dan tim MRI-Kalimantan Timur yang menuju Palu dari Balikpapan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis jumlah terbaru korban yang meninggal dunia di Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Sigi. Hingga hari Selasa (2/10) petang, tercatat sebanyak 1.374 korban jiwa. Tim ACT telah menyiapkan Posko Kemanusiaan ACT di Jalan H. Hayun, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu. Posko ini letaknya tidak jauh dari Gerai Vivo yang telah ditutup untuk sementara waktu untuk menghindari adanya gempa susulan.

Vivo Indonesia turut prihatin atas bencana yang terjadi di Palu dan Donggala, semoga upaya pencarian dan penyelamatan korban dapat berjalan lancar dan tuntas. Bersama rakyat Indonesia lainnya, Vivo selalu berdoa bagi keluarga korban selamat agar diberi kekuatan menghadapi hal ini.


 

0 COMMENTS


Please be the one to comment !


414

Back to Top