MAINNYA PAKAI TULANG, INILAH GAME TERUNIK DARI MONGOLIA

MAINNYA PAKAI TULANG, INILAH GAME TERUNIK DARI MONGOLIA

Monday, 09-04-2018 | 21:07

 

Ketika berkesempatan datang ke Mongolian Culture Center (MCC) di Tanjung Lesung Banten beberapa waktu lalu, satu hal yang sangat ingin saya lakukan adalah bermain game khas negeri itu. Membacanya di brosur yang saya dapat sebelum ke sana, “ankle bones game”, saya beneran penasaran. Permainan apaan sih ini? Kok pakai tulang?

 

Mongolian Culture Center di Tanjung Lesung

 

Dan ya benar, permainannya sungguh menarik, unik, nggak akan kita temukan di sini. Jadi kalau Trippers berkunjung ke MCC, kudu nyoba permainan ini.

 

GIMANA CARA MAINNYA?

Permainan ini bisa dimainkan oleh hanya dua orang, dan tentunya tambah seru kalau yang main banyak --nggak ada batasnya. Mungkin ideal berempat lah, supaya nggak terlalu lama juga nunggu giliran. Kita butuh ngedeprok di lantai beralaskan karpet sebagai area permainannya. Meja juga bisa sih, tapi butuh yang lebaaaar.

 

Mainnya sambil ngedeprok di lantai

 

Ankle bone atau tulang engkelnya atau istilah dalam bahasa Mongolnya shagai buat apa? Itu buat semacam dadunya. Tulang engkel yang dipakai adalah tulang domba dan kambing, jadi nggak terlalu besar, kurang lebih sebesar biji karet (bobo) lah. Iiih, amis dan kotor dong main pakai tulang? Nggak lah, ini tulangnya sudah dibersihkan dan kering, sudah nggak berbau kok. Malah ada yang sudah diwarnai.

 

Pertama kita harus mengenali dulu, ternyata tulang engkel itu kalau dibolak-balik, dia punya 4 sisi dengan bentuk yang beda-beda. Nah masing-masing sisi yang beda bentuk itu dalam permainan ini dianggap mewakili 4 jenis hewan: kuda, onta, kambing, domba. Bentuknya beda-beda tipis, awal-awal agak susah menghapalnya, mana kuda, mana onta, mana kambing, mana domba. Tapi nggak usah pusing, nggak usah diapalin!

 

Dari yang coklat searah jarum jam: kambing, onta, kuda, domba

 

Lanjut aja ke cara main ya.... Tiap pemain ambil shagai sejumlah yang disepakati, biasanya 10 buah. Atau cukup 5 saja kalau pemainnya 4 orang atau lebih banyak dari itu. Semua shagai dikumpulkan jadi satu dan dikocok di kedua tangan pemain pertama, lalu disebar ke karpet. Ingat, hasil sebaran menentukan apakah kita akan panjang mainnya atau cepet mati. Sebaran nggak boleh terlalu jauh, juga jangan dempet-dempet.

 

Semua shagai dikocok di tangan lalu disebar

 

Karena apa? Karena kita harus menyentil satu shagai ke shagai lainnya yang posisinya sama-sama kuda, atau sama-sama “bentuk hewan” lainnya. Sentilan harus kena. Kalau luput karena jaraknya kejauhan berarti mati, ganti ke pemain berikut. Sentilan juga harus cuma mengenai satu shagai sasaran; kalau kena shagai lainnya karena terlalu dempet, dianggap mati juga. Shagai yang berhasil kena disentil boleh diambil (“dimakan”). Etapi boleh juga kita ambil shagai yang buat nyentil. Bebas di antara dua itu. Baiknya kita ambil yang posisinya lebih jauh dari shagai-shagai lainnya supaya memudahkan sentilan berikutnya. O ya, ngambil shagai juga nggak boleh dengan tangan yang dipakai nyentil. Nyentil pakai tangan kanan, ambil shagai pakai tangan kiri, dan sebaliknya.

 

Menyentil shagai yang posisi atasnya sama

 

Apakah pemenangnya adalah yang bisa mendapatkan shagai terbanyak? Ternyata nggak? Selama shagai lawan belum habis, permainan belum selesai. Jadi misalnya saya dapat 15 shagai, lawan saya 5 shagai, permainan lanjut lagi. Saya dan lawan sama-sama menyerahkan 5 shagai untuk dimainkan lagi. Oya, karena jumlah shagai makin sedikit, ada kemungkinan begitu disebar, yang nongol di sisi atas semua sama bentuknya. Nah harus cepet-cepet direbut deh itu semua shagai dari karpet biar cepet menang.

 

Baca juga: “Ada Mongolia di Tanjung Lesung?

 

PERMAINAN LAINNYA

Ada satu permainan lagi yang memakai tulang engkel juga, namanya “horse racing”, balap kuda. Kudanya tentu si shagai-shagai ini. Permainan ini juga seru dan bisa dimainkan oleh berapa orang pun. Caranya bagaimana, aah.. datang saja kau langsung ke Mongolian Culture Center di Tanjung Lesung. Cuma 4 jam dari Jakarta kok!

 

Horse racing

 

Kalau nggak mau main memakai tulang, tersedia juga IQ Game dengan aneka macam bentuk  puzzles & magic cubes (kubus). Ada banyak macamnya. Susah-susah lho, bener-bener asah otak. Di Mongolia sana ada museum yang isinya puzzles-puzzles begini lho....

 

Ada beragam kubus puzzles

 

Jadi kepengen ke Mongolia kaaan....

Teks: Mayawati NH Foto: Mayawati NH, Raiyani Muharramah

0 COMMENTS


Please be the one to comment !


386

Back to Top