KE LOMBOK BELI OLEH-OLEH APA? INI DAFTARNYA!

KE LOMBOK BELI OLEH-OLEH APA? INI DAFTARNYA!

Monday, 16-04-2018 | 13:40

Dodol rumput laut dan aneka dodol lainnya yang bisa dicoba dulu

 

Kebiasaan orang kita kalau jalan-jalan pulangnya kudu bawa oleh-oleh buat keluarga, kerabat, teman, tetangga, teman kantor. Pokoknya banyak deh yang mesti dioleh-olehin. Oleh-oleh bisa berupa makanan khas, camilan, kaos, kerajinan khas, bisa juga sesederhana gantungan kunci dan magnet kulkas. Nah, kalau oleh-oleh khas Lombok apa sih dan belinya di mana? Berikut ini daftarnya yang dapat membantu Anda gerak cepat membeli oleh-oleh di sela jadwal perjalanan yang padat.

 

Baca juga: “Itinerary Lombok Timur & Selatan 4 Hari

 

CAMILAN KHAS:

LESTARI OLEH-OLEH

Jl. Adi Sucipto, Tinggar, Ampenan, Mataram

Jam buka: 08.00-22.00 (setiap hari)

 

Toko yang dimiliki orang Lombok asli ini sudah ada sejak tahun 2010. Tokonya cukup luas dan nyaman buat berlama-lama memilih yang mau dibeli. Supir-supir di Lombok pasti tahu lokasinya. Mau beli aneka camilan/snack khas Lombok apa aja ada di sini. Enaknya, mereka menyediakan tester untuk dicicip –hanya ada beberapa jenis aja yang nggak ada testernya.

 

Oleh-oleh wajib Lombok yakni dodol rumput laut sudah pasti dijual di sini. Dan jangan bingung, ada juga dodol/manisan tomat, dodol labu siam, dan banyak lagi. Produk lainnya: keripik ares dari kedebong pisang, keripik jengkol pedas, peyek kangkung rumput laut, kacang mete, aneka abon, berbagai macam madu (terutama madu Sumbawa), susu kuda liar, kopi dari rumput laut, telur asin, termasuk juga suvenir walaupun nggak banyak.

 

Keripik jengkol pedas yang tak terlalu jengkol

 

Yang menarik dari beberapa penganan khas itu adalah kue lekong (baca dengan “e pepet”). Terbuat dari sagu, dalamnya diisi selai nanas. Makanya ada yang menyebutnya nastar Lombok. Biasanya menjadi salah satu kue hantaran pengantin.

 

Ini dia kue lekong

 

UD AMELIA

Ruko Graha Kebon Talo Bintaro, Jl. Saleh Sungkar, Ampenan

 

UD singkatan dari Unit Desa. Lokasinya gampang dimampiri kalau dari bandara ke Senggigi, supir-supir di Lombok juga pasti tahu. Juga menjual camilan atau makanan khas yang bisa menjadi oleh-oleh dari Lombok. UD Amelia juga menerima pemesanan online lewat websitenya.

 

PHOENIX FOOD

Jl. Pejanggik No. 48C, Mataram

Jl. Adi Sucipto, Mataram

Jl. AA Gde Ngurah, Cakranegara, Mataram

 

Phoenix Food memproduksi sendiri makanan yang dijualnya dengan merek “Phoenix Food”. Perusahaan ini merupakan pelopor makanan ringan khas Lombok. Selain punya tiga show room, Phoenix juga punya toko online.

 

SUPERMARKET OLEH-OLEH:

SASAKU

Jl. Raya Senggigi

Jl. TGH Lopan, Cakranegara, Mataram

Jam buka: 07.00-22.00 (setiap hari)

 

Disebut supermarket oleh-oleh karena di tokonya yang sangat luas ini kita dapat menemukan dari produk fashion sampai makanan: kaus, pakaian wanita-pria-anak-anak, kain tenun ikat maupun songket Sasak, aneka tas dan dompet, aksesoris, produk toiletries dan perawatan tubuh, aneka perhiasan mutiara Lombok, dan tentunya ada pojok camilan khas. Juga ada pojok kafe buat sekadar minum-minum menunggu yang belanja. Mirip Toko Krisna, Erlangga dan Hawaii di Bali, di mana pas turun dari mobil kita ditempeli stiker oleh mbak-mbak penyambut di parkirannya yang sangat luas itu.

 

Yang menariknya, Sasaku mendesain dan memproduksi sendiri kaos-kasonya, dan diberi label “Sasaku” lengkap dengan logonya yang mulai cukup dikenali para pelancong yang pernah ke Lombok. Desainnya juga bagus, begitu pula bahan kausnya. Untuk kualitas bagus, harga memang lumayan, untuk polo shirt wanita misalnya dihargai Rp 125.000 –harga sesuai kualitas. Tapi Sasaku juga menjual kaus sejuta umat seharga Rp 20.000 –cocok buat Anda yang perlu beli banyak buat oleh-oleh orang se-RT, haha.

 

Dua toko lainnya:

GANDRUNG

Jl. Raya Meninting No. 10 Batu Layar, Senggigi 

 

LOMBOK EXOTIC

Jl. Raya Senggigi No. 88A, Senteluk, Batu Layar, Senggigi

 

KERAJINAN GERABAH:

UD. BERKAT SABAR ART SHOP

Desa Banyumulek, Kec. Kediri, Lombok Barat

 

 

Memang ada tempat lainnya untuk membeli kerajinan gerabah khas Lombok di Desa Banyumulek, tapi UD Berkat ini paling sering jadi pilihan supir-supir wisata di Lombok karena paling besar, dan ada tempat untuk melihat cara pembuatannya, lengkap dengan beberapa pengrajin yang standby.

 

Gerabah dijual dalam beragam bentuk, mulai dari yang paling kecil dan gampang dibawa pulang misalnya tempat pena berbentuk kura-kura atau juga tatakan gelas, sampai bentuk guci yang besar-besar. Dan jangan lupa, kalau ke sini minta petugas show room mempertontonkan keunikan kendi maling. Kendi ini cara mengisi airnya dari bolongan di bagian bawah, tapi karena desain ruang dalam kendi dibuat sedemikian rupa, sehingga setelah dibalik, air tadi tak akan tumpah. Kalau punya bujet dan mau sedikit repot menentengnya masuk pesawat, bolehlah beli kendi maling buat pajangan di rumah.

 

KAIN TENUN IKAT & SONGKET SASAK:

INDUSTRI KERAJINAN PATUH

Desa Sukarara, Lombok Tengah

 

 

Belum ke Lombok kalau belum mampir ke Desa Sukarara untuk melihat langsung proses pembuatan kain tenun ikat Sasak ataupun songket Sasak. Iya, memang kerajinan menenun juga dikenal di banyak daerah lainnya di Indonesia, tapi tetap saja, tiap daerah punya keunikan motif dan filosofi yang melatarinya.

 

Industri Kerajinan Patuh salah satu sentra tenun ikat terbesar di Lombok yang sering jadi pilihan wisatawan. Di bagian depan sebelum masuk ke dalam toko kita bisa melihat dan mendengarkan penjelasan tentang proses menenun. Kalau mau, kita juga bisa mencoba belajar menenun secara singkat (asal nyoba aja). Masuk ke tokonya, silakan lihat-lihat mana yang cocok –ada yang berupa baju, maupun dalam bentuk kain. Harga juga sangat variatif tergantung kualitas, bahan, dan proses pembuatan. Ada yang dibuatnya hampir setahun lho!

 

Melihat proses menenun

 

Kalau nggak mau belanja nggak apa-apa. Di bagian samping toko ada beberapa contoh rumah adat, Anda bisa berfoto-foto. Mau lebih oke fotonya? Pinjam saja baju adatnya untuk berfoto dengan latar rumah adat maupun jembrengan tenun-tenun cantik warna-warni. Bayarnya sukarela. Paling minim Rp20.000 lah ya... Apalagi kalau Anda sudah belanja banyak, pasti ditawari pakai baju adat gratis.

 

Foto pakai baju adat

 

MUTIARA:

Lombok terkenal dengan budidaya mutiara, jadi nggak heran kalau mutiara ‘dinobatkan’ jadi salah satu oleh-oleh wajib dari Lombok. Sentra kerajinan mutiara dan emas ada di Desa Sekarbela (sepanjang Jalan Sultan Kaharudin), Ampenan, sekitar 4 km dari pusat kota Mataram. Jadi kalau mau cari mutiara bisa ke sana, banyak toko penjualnya. Tokonya sudah modern, transaksi bisa pakai kartu kredit. Tapi kalau nggak mau ke Sekarbela, di supermaket oleh-oleh seperti Sasaku atau di beberapa toko di sekitaran jalan menuju Senggigi juga dijual.

 

Soal kualitas, pasti ada harga ada barang. Mutiara air laut asli tentu lebih mahal dari mutiara air tawar, dan lagi, tergantung diikatnya dengan emas, perak, atau hanya stainless. Kalau mau nggak tertipu, harus beli di toko khusus (gallery) mutiara yang mengeluarkan sertifikat untuk tiap barangnya. Tapi kalau mau sekadar mutiara-mutiaraan (mungkin terbuat dari plastik??), banyak sekali penjual asongan beredar di beberapa lokasi wisata di Lombok. Kalung ‘mutiara’ seharga Rp25.000 juga bisa Anda dapatkan, bahkan ada juga yang lebih murah dari itu.

 

Siap ke Lombok? Baca juga: “Panduan Cerdas Eksplor Lombok

 

Teks & Foto: Mayawati NH

1 COMMENTS


Hemawati halim Apr 16, 2018 Reply

Lombok,salah satu tempat wisata yg bikin sy kangen dan ingin selalu balik lg


178

Back to Top