SUMBA DALAM JANGKAUAN PARIWISATA

SUMBA DALAM JANGKAUAN PARIWISATA

Friday, 13-04-2018 | 14:31

Pengembangan daerah pariwisata bisa dalam keadaan tertentu, memicu ekonomi secara umum dan pertumbuhan dengan menciptakan dinamika baru. Hal ini juga dapat berkontribusi untuk perencanaan lahan yang lebih baik untuk menarik populasi ke daerah baru di mana pariwisata berkembang, tetapi beberapa panduan untuk pembangunan harus ditetapkan dalam rangka melestarikan sumber daya, menjamin saling melengkapi antara daerah dan sektor pariwisata.

Paradigma baru manajemen pembangunan pariwisata tersebut antara lain dicirikan dengan : (1) Pelaksanaan pembangunan dituntut lebih demokratis, transparansi, desentralisasi, good governance, dan partisipasi masyarakat, (2) Sesuai dengan tuntutan partisipatif, pelaksanaan pembangunan diarahkan kepada peningkatan sebesar-besarnya peran serta masyarakat dan pemerintah hanya berperan sebagai regulator, fasilitator, dan dinamisator.
Guna mencapai kesuksesan pelaksanaan pembangunan sektor kepariwasatan di Kabupaten Sumba Timur maka disusunlah suatu perencanaan strategik sebagai langkah awal aktualisasi akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.
Perencanaan strategik merupakan suatu proses yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu tertentu (1-5 tahun) dengan memperhitungkan potensi, peluang, dan kendala yang ada atau yang akan mungkin timbul. Rencana strategik tersebut mengandung visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, dan kebijakan, program, dan kegiatan yang realistis dengan mengantisipasi perkembangan masa depan.

Dalam perumusan kerangka prioritas pembangunan kepariwisataan Sumba tersebut perlu ditetapkan sasaran-sasaran pokok yang akan dicapai dalam setiap tahapan pembangunan yang ada, baik dalam jangka pendek, menengah maupun jangka panjang. Sasaran pokok inilah yang akan menjadi pijakan bagi penetapan program-program yang akan mendukung terwujudnya sasaran yang ingin dicapai/ditetapkan. Dengan demikian ada arahan pencapaian yang jelas untuk setiap tahapan pembangunannya.

Penentuan sasaran pengembangan kepariwisataan Sumba didasarkan atas pertimbangan mengenai hubungan antara aspek produk dan pasar wisatawan, serta implikasi penanganan yang diperlukan untuk mengembangkan kepariwisataan suatu daerah tujuan wisata.
Dalam kaitan dengan sasaran tersebut, berikut dirumuskan sasaran pembangunan kepariwisataan Sumba untuk jangka pendek, menengah dan panjang pada kurun waktu sampai dengan 20 tahun ke depan.
Salah satu tahapan yang sangat penting dalam perencanaan pengembangan kepariwisataan Sumba dalam tahap implementasi kegiatan. Pada tahap ini, program-program strategis yang telah dirumuskan akan dilaksanakan sesuai dengan arahan strategi yang ada maupun dalam kerangka prioritas pertahapannya, sehingga tahap-tahap dan arah pengembangan yang diharapkan akan dapat dicapai sesuai yang diharapkan. Arahan rencana implementasi kegiatan di bawah ini selanjutnya akan dapat menjadi dasar atau panduan bagi Pemerintah Kabupaten se-Sumba, instansi terkait, swasta, LSM, masyarakat dan pemerintah desa setempat, untuk mengembangkan potensi obyek wisata yang ada sesuai tingkat prioritas yang diberikan.
Strategi dan rencana pengembangan pariwisata Sumba tidak akan lepas dari pentahapan rencana realisasi perencanaan yang telah ditentukan. Rencana pengembangan fisik spasial didasarkan pada potensi dan keunggulan tiap-tiap obyek / daya tarik wisata dari segi lokasi / aksesbilitas, potensi wisata, budaya dan ekonomi obyek yang bersangkutan.


Pengembangan kegiatan kepariwisataan yang tidak tertata seringkali membawa konotasi negatif bagi perkembangan adat serta budaya setempat. Salah satu antisipasi dari hal tersebut dapat dilakukan dengan meletakan dasar yang kokoh terhadap adat serta budaya setempat. Hal tersebut dapat dilakukan melalui pembinaan sejak dini nilai-nilai tradisi, budaya serta adat setempat melalui pendidikan formal, misalnya melalui kurikulum pendidikan. Sehingga pada masa yang akan datang nilai-nilai budaya tersebut tetap mengakar pada masyarakat dan dapat menjadi potensi budaya bagi pengembangan kegiatan kepariwisataan.

Mr Nice Man

0 COMMENTS


Please be the one to comment !


567

Back to Top