KABAR GEMBIRA! SIAPA PUN BISA MEMANJAT TEBING GUNUNG PARANG

KABAR GEMBIRA! SIAPA PUN BISA MEMANJAT TEBING GUNUNG PARANG

Wednesday, 12-04-2017 | 15:35

 

Kalau maskapai penerbangan ada yang memakai taglineNow everyone can fly” maka kini tagline itu bisa diubah menjadi “Now everyone can climb”. Semua orang kini bisa memanjat tebing tanpa perlu latihan sampai mempunyai skill khusus. Berkat adanya via ferrata.

 

Kini siapa pun bisa memandang alam dari atas tebing

 

APA ITU VIA FERRATA?

Via ferrata berasal dari bahasa Italia karena teknik ini diperkenalkan pertama kali di Italia. Via artinya “jalan” dan ferrata artinya “besi”. Jadi via ferrrata adalah lintasan jalan atau tangga besi sepanjang jalur pemanjatan tebing yang dilengkapi kabel baja di sepanjang sisinya. Kabel baja ini dipantek ke dinding tebing tiap maksimal 10 meter. Dengan tangga besi dan kabel pengaman yang dihubungkan ke harness di tubuh para pemanjat, pemanjatan jadi mudah dilakukan dan aman.

 

Tangga-tangga besi memudahkan pemanjatan bagi siapa saja

 

Dulu teknik via ferrata dipakai pertama kali pada abad ke-19, pada Perang Dunia I, di mana banyak dibangun tangga-tangga besi di Dolomite Mountain di Italia untuk membantu pergerakan logistik pasukan. Pada akhirnya via ferrata banyak dibangun untuk tujuan wisata, terutama di Pegunungan Alpen, yang menduduki Italia dan Austria. Terus berkembang hingga ke negara-negara Eropa lainnya.

 

VIA FERRATA PERTAMA DI INDONESIA DI GUNUNG PARANG

Berbahagialah kita karena sejak kurang lebih 2 tahun lalu (Februari 2015) via ferrata pertama diresmikan dan dibuka untuk umum di Indonesia, sehingga kita nggak perlu jauh-jauh ke Eropa untuk menjajalnya. Tepatnya di Gunung Parang, Dusun Cirangkong, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Tegalwaru, Purwakarta, Jawa Barat.

 

 

Adalah Skywalker Via Ferrata, operator pertama yang menggagas via ferrata di Gunung Parang, dengan pemiliknya yang juga seorang pemanjat tebing, M. Rubini Kertapati, atau yang biasa dipanggil Bibin. Bibin menjelaskan jalur sepanjang 150 meter dengan kemiringan tebing yang rendah dapat dipanjat siapa saja dengan via ferrata. Anak umur 5 sampai 70 tahun, asal bugar bisa mengikuti kegiatan ini. Yang berbobot tubuh plus-plus pun bisa.

 

BENARKAH SEMUA ORANG BISA MELAKUKANNYA?

Iya benar, bisa banget! Tak perlu skill khusus atau persiapan khusus untuk melakukan kegiatan ini. Yang penting badan bugar, tidak ada masalah dengan kaki terutama lutut, tidak punya penyakit jantung. Intinya kita cuma butuh tenaga untuk menaiki tangga demi tangga yang jaraknya pas seukuran langkah kaki (25-30 cm). Sementara kaki menaiki tangga, tangan harus memindahkan karabiner satu demi satu setiap ada perhentian di lintasan kabel baja yang jaraknya 2-3 meter. Lepas-pasang karabinernya juga mudah. Yang perlu diingat, melepas dan memindahkan karabiner harus satu demi satu. Setelah satu karabiner sudah dipindahkan dan terpasang kembali di kabel baja, baru karabiner lain boleh dipindahkan. Ini aturan dasar yang tak boleh dilanggar demi keselamatan.

 

Tampak di kejauhan Waduk Jatiluhur

 

Yang sedikit sulit adalah ketika lintasan tangga besinya agak menikung, karena pegangan menjadi makin jauh, atau saat ketemu tebing yang miring keluar membentuk hang over yang membuat gerakan memanjat menjadi lebih berat. Tubuh kita menjadi condong ke belakang, dipaksa oleh kemiringan tebing, sedangkan kita harus terus memanjat. Tangan yang mencengkeram tangga besi harus kuat mengangkat badan sehingga kaki bisa memijak tangga besi selanjutnya.

 

Ada rasa takut tangga besinya copot? Tenang saja, tangga besi itu ditanam di tebing batu sedalam 15 cm dengan lem kimia khusus. Sementara karabiner juga otomatis terkunci begitu kita pasang di tangga besi atau di kabel baja. Jadi aman. Percayakan keamanan Anda pada peralatan.

 

Percayakan keselamatan kita pada peralatan

 

Rasa takut akan tertutupi dengan keindahan pemandangan ke arah persawahan di bawah dan Waduk Jatiluhur di kejauhan. Sepanjang pemanjatan kita juga masih bisa berswafoto, atau bergaya dengan melepas pegangan tangan dan difoto oleh guide di spot-spot menarik. Perlu diingat, saat hendak melepas pegangan tangan baik untuk berpose maupun untuk beristirahat di tengah pemanjatan, salah satu atau kedua karabiner harus dipasang di tangga atau ring besi, bukan di kabelnya.

 

Pemandangan yang terlihat membuat rasa takut hilang

 

Setelah mencapai ketinggian 150 m, kita berhenti memanjat di sini (untuk paket pertama), lalu menunggu giliran untuk merayapi dinding tebing ke samping, tentu masih dengan tangga-tangga besi. Jangan lupa berpose lepas tangan di sini. Di sisi tebing setelah kita berjalan menyamping ini telah menanti 3 ceruk, tempat kita bisa duduk santai memandang alam sambil menanti giliran turun. Berfotolah dengan tongsis dan kamera berlensa lebar di sini, maka garis luar ceruk akan terlihat, membuat kita serasa berada di sky cave. Kalau diminta, guide juga akan memasang hammock di depan ceruk. Jadi kita bisa berpose di atas hammock dengan tetap memasang alat pengaman.

 

Di ketinggian 150 m ada tempat istirahat, bisa buka bekal makanan dan berpose-pose di sini

 

Berpose dengan melepas pegangan

 

Sky cave

 

Berpose di atas hammock

 

“PR”-nya juga adalah saat turun dari tebing. Cara turun dengan lowering system, di mana dengan posisi digantung dengan tali yang dikontrol secara manual oleh instruktur (instruktur melakukan belaying), kita harus memasrahkan atau menjatuhkan badan ke belakang hingga sekitar 45 derajat atau lebih, dengan tetap menumpukan kaki ke dinding tebing, dan melangkah mundur. Lebarkan posisi kedua kaki, jangan rapat, demi menjaga keseimbangan. Lowering ini juga nggak butuh skill khusus. Semua pasti bisa dan ‘kepaksa’ bisa, hehe. Jalur turun dengan lowering ini ada dua etape yang masing-masing panjangnya 70-75 m. Setelah satu etape, kita transit dulu, ganti tali (yang mengganti tentu guide-nya). Lumayan pegal sih tangan menahan tali di depan kita agar tubuh tetap stabil dan kaki tetap menempel pada dinding tebing. Sial-sialnya ya kaki kepleset dan posisi kita akan menggantung dengan kaki menjauh dari tebing. Tapi kita nggak akan terjatuh karena telah diamankan oleh peralatan.

 

Ada yang sedang turun, dan ada yang mengantre turun

 

Turun dengan lowering system

 

PAKET-PAKET PEMANJATAN

1. Sky Cave, One Day Trip, 750 mdpl

Total lintasan jalur: 150 meter.

Harga: Rp 350.000 per pax.

Termasuk: safety equipment, guide dan instruktur, dokumentasi, makan siang 1x, transportasi PP dari Plasa Semanggi Jakarta, dan dokumentasi di portaledge.

 

Sky cave

 

2. Sky Cave, One Day Trip, 900 mdpl

Total lintasan jalur: 300 meter. 

Harga: Rp 450.000 per pax.

Termasuk: safety equipment, guide dan instruktur, dokumentasi, makan siang 1x, transportasi PP  dari Plasa Semanggi Jakarta, dan dokumentasi di portaledge.

 

 

3. Sky Camp, 2D1N, 950 mdpl

Total lintasan jalur: 300 meter.

Harga: Rp 650.000 per pax.

Termasuk: safety equipment, guide dan instruktur, dokumentasi, makan 3x, transportasi PP dari Plasa Semanggi Jakarta, sleeping bag, matras dan tenda dome.

 

Hubungi MyTrip di 0811821006 atau mytrip@media.femalindo.com untuk ikut via ferrata tiap Sabtu.

 

Teks: Mayawati NH Foto: Dok. Skywalker Via Ferrata, Dok. Raiyani Muharramah, Mayawati NH, Shinta Djojonegoro, Susy Yang, Travel Addict Team

0 COMMENTS


Please be the one to comment !


599

Back to Top