MARI MENGENAL TAMAN NASIONAL DI INDONESIA YANG MASIH JARANG TERDENGAR (Bagian 3-Tamat)

MARI MENGENAL TAMAN NASIONAL DI INDONESIA YANG MASIH JARANG TERDENGAR (Bagian 3-Tamat)

Thursday, 02-02-2017 | 17:15

Migrasi burung di TN Sembilang

 

Beberapa waktu lalu beredar di media sosial daftar 53 taman nasional di Indonesia. Banyak di antara kita yang merasa asing dan belum pernah mendengar nama beberapa taman nasional tersebut. Takjub juga ya, ternyata Indonesia punya banyak banget taman nasional. Dan penasaran juga, itu taman nasional letaknya di mana dan ada apa aja sih di sana. Nah supaya nggak penasaran lagi, MyTrip coba kumpulkan data dari berbagai sumber dan rangkumkan buat Trippers.

 

LAIWANGI WANGGAMETI

 

Taman nasional yang satu ini wajar kalau masih terdengar sangat asing. Pertama, karena belum terlalu lama ditetapkan sebagai taman nasional, fasilitas untuk pengunjung masih terbatas. Kedua, letaknya di Pulau Sumba, NTT, yang juga masih jarang didatangi wisatawan. Apalagi jaraknya +/-100 km dari Kota Waingapu (ibu kota Kabupaten Sumba Timur).

Sangat layak kawasan seluas 47.014 ha ini ditetapkan sebagai taman nasional karena mewakili semua tipe hutan di Pulau Sumba. Apalagi ada nilai tambah lain yakni keberadaan kuburan kuno khas Sumba yang diukir dengan beberapa motif seperti kuda, kerbau, orang lelaki dan wanita.

Tanaman yang tumbuh di sini antara lain jambu hutan, pulai, beringin, kenari, kayu manis, honggi, suren, taduk, kesambi, hangkang dan masih banyak lagi. Sedangkan satwa liarnya antara lain kera ekor panjang, babi hutan, biawak, ular sanca timor, ayam hutan, burung walik rawamanu, burung punai sumba, gemak sumba, kakatua cempaka, 3 jenis kupu-kupu endemik Nusa Tenggara dan masih banyak lainnya.

Musim kunjungan terbaik: Maret-Juni dan Oktober-Desember. Untuk ke sana terbang dulu ke Waingapu dari Denpasar atau Kupang. Kemudian dari Waingapu ke Watumbaka-Maujawa-Melolo-Kanagar melalui jalan darat +/-2 jam, yang dilanjutkan ke lokasi taman nasional (Desa Wanggameti, Desa Tana Rara dan Desa Tabundung).

 

MANUPEU TANAH DARU

 

Taman nasional yang memiliki luas 87.894 ha ini juga berada di Pulau Sumba, menduduki 3 kabupaten yaitu Sumba Timur, Sumba Tengah dan Sumba Barat.

Memiliki keanekaragaman tumbuhan seperti suren, taduk, kesambi, pulai, asam, kemiri, jambu hutan, cemara gunung, dan lantana. Sedangkan untuk faunanya: 6 jenis burung endemik Pulau Sumba yaitu kakatua cempaka, julang sumba, punai sumba, sikatan sumba, kepodang-sungu sumba, dan burung madu Sumba, juga 7 kupu-kupu endemik Pulau Sumba.

Karena topografiya yang berupa tebing-tebing, maka terbentuklah beberapa air terjun di sini. Yang besar dan tersohor sebagai obyek wisata adalah Air Terjun Matayangu dan Lapopu. Di taman nasional ini kita juga bisa memancing, berenang, kemping, trekking dan bird watching.

Musim kunjungan terbaik adalah Maret-Juni dan Oktober-Desember. Untuk mencapainya juag dari Waingapu. Lanjut ke Lewa dan Waikabubak melalui jalan darat +/-2  jam, yang dilanjutkan ke lokasi taman nasional (Desa Langgaliru, Desa Katiku Loku dan Desa Watumbelar).

 

RAWA AOPA WATUMOHAI

 

Taman nasional ini terletak di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Dengan luas 100.000 ha, kawasan ini memiliki beragam vegetasi, seperti hutan mangrove. Hewan yang hidup berkeliaran di sini di antaranya babi rusa, anoa, kera hitam, buaya rawa, maleo, 37 spesies burung endemik. Yang paling identik dengan taman nasional ini adalah rusa, yang menurut kabar, sayangnya, sudah tambah sedikit. 

Akses menuju ke sini:

1. Dari Kota Kendari menuju Tinanggea lalu ke Lanowulu dengan mobil, 120 km, 2,5 jam.

2. Dari Kota Kendari ke Motaha lalu Tinanggea sampai Lanowulu, 130 km, 3 jam.

3.  Dari Kota Kendari ke Lambuya lalu lanjut ke Aopa dan terakhir Lanowulu, 145 km, 4 jam.

 

Balai Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai

Jl. Poros Bombana No. 157 Lanowulu, Kec. Tinanggea, Kab. Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara

 

SEMBILANG

 

Yang paling istimewa dari taman nasional di Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan ini adalah adanya pawai 100-an ribu burung migran tiap Oktober hingga Desember. Burung-burung itu bermigarsi dari Siberia ke Australia dan singgah di kawasan TN Sembilang demi menghindari musim dingin. Kondisi taman nasional seluas 202.896,31 ha yang berupa hutan mangrove dan perairan yang didominasi dataran berlumpur menawarkan banyak bahan makanan bagi burung-burung tersebut. Jenis burung yang singgah di antaranya trinil, gegajaha, kedidi. Makanya taman nasional ini sering dijadikan lokasi penelitian burung.

Dari pusat Kota Palembang harus ke Pelabuhan Tanjung Api-Api terlebih dahulu naik mobil selama 2-2,5 jam, lalu sambung naik speedboat 2-3 jam sampai Semenanjung Banyuasin sebagai tempat persinggahan sebelum masuk ke zona inti kawasan.

 

 

 

TESSO NILO

 

Taman nasional yang namanya diambil dari dua sungai utama di Riau yakni Sungai Tesso dan Sungai Nila ini terletak di Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Diresmikan pada 19 Juli 2004 dan kini menjadi salah satu primadona wisata Riau selain Gelombang Bono di Sungai Kampar.  

Kawasan seluas 38.576 ha ini menjadi habitat bagi sekawanan gajah dan harimau sumatera. Jadi taman nasional ini menjadi kawasan konservasi gajah dan tempat pelestarian harimau sumatera. Tanaman yang tumbuh di sini beberapa tergolong langka, seperti kayu batu, kempas, jelutung, kulim, tembesu, gaharu, rami, keranji, meranti. Ditemukan juga puluhan jenis tanaman obat, yaitu jenis pagago dan patalo bumi.

Dari Pekanbaru ke Tesso Nilo menuju Lubuk Kembang Bunga diperkirakan 4,5 jam melewati Ukui (Kabupaten Pelalawan).

 

Taman Nasional Tesso Nilo

Jl. Raya Langgam Km.4 Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau

Telp: (0761) 494728

 

ZAMRUD

 

Taman nasional yang ditetapkan baru pada 22 Juli 2016 lalu ini terletak di Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Didominasi oleh lahan gambut dengan total seluas 31.480 ha. Di dalam kawasan ada dua danau yakni Danau Pulau Besar yang memiliki empat pulau yaitu Pulau Besar, Pulau Tengah, Pulau Bungsu, serta Pulau Beruk; dan Danau Bawah.

Satwa langka yang bisa ditemukan di sini antara lain ikan arwana emas, ikan belida, harimau sumatera, beruang merah, burung serindit yang menjadi ikon Provinsi Riau. Juga ada bangau putih, enggang palung, enggang benguk, enggang dua warna, dan enggang ekor hitam.

Dari Pekanbaru jaraknya +/-180 km, dapat ditempuh 3 jam perjalanan darat.

Teks: Maulana Alam, Mayawati NH, berbagai sumber Foto: Istimewa

0 COMMENTS


Please be the one to comment !


514

Back to Top