MARI MENGENAL TAMAN NASIONAL DI INDONESIA YANG MASIH JARANG TERDENGAR (Bagian 1)

MARI MENGENAL TAMAN NASIONAL DI INDONESIA YANG MASIH JARANG TERDENGAR (Bagian 1)

Tuesday, 31-01-2017 | 15:03

Taman Nasional Bogani Nani Wartabone

 

Beberapa waktu lalu beredar di media sosial daftar 53 taman nasional di Indonesia. Banyak di antara kita yang merasa asing dan belum pernah mendengar nama beberapa taman nasional tersebut. Takjub juga ya, ternyata Indonesia punya banyak banget taman nasional. Dan penasaran juga, itu taman nasional letaknya di mana dan ada apa aja sih di sana. Nah supaya nggak penasaran lagi, MyTrip coba kumpulkan data dari berbagai sumber dan rangkumkan buat Trippers.

 

AKETAJAWE LOLOBATA

Aketajawe-burung bidadari. Burung bidadari

 

Bener, asing banget ‘kan namanya? Ternyata ada di Kabupaten Halmahera Tengah, Kota Tidore Kepulauan dan Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara. Tadinya meruapakan kawasan hutan lindung dan akhirnya pada 18 Oktober 2004 ditetapkan sebagai taman nasional. Luas aea total 167.300 ha, terdiri dari 2 blok, yaitu Aketajawe 77.100 ha, Lolobata 90.200 ha.

Kalau mau ke sana kita harus naik pesawat dulu ke Ternate. Dari bandara di Ternate arahkan mobil ke Pelabuhan Speed Boat Kota Baru untuk kemudian naik speedboat ke Sofifi selama 2 jam. Dari Sofifi baru naik mobil lagi untuk menuju kawasan taman nasional. Kita harus menyewa pemandu untuk mengeksplorasinya.

Yang menarik dari taman nasional ini adalah banyaknya spesies burung, 25 spesies di antaranya burung endemik. Ada burung paling langka, namanya mandar gendang atau Habroptila wallacii yang suaranya seperti tabuhan gendang, juga ada burung bidadari (sejenis cendrawasih) yang bersayap indah dan warna-warni. Tentu saja butuh keberuntungan untuk bisa melihatnya langsung di alam bebas. Hewan mamalia sepertri kuskus maluku, bajing terbang, musang, rusa dan masih banyak lagi juga berkeliaran di taman nasional ini.

 

Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Jalan Empat Puluh, Sofifi, Provinsi Maluku Utara
Telp: 0852-55564444
Email: info@aketajawelolobata.org
Booking: cust.care@aketajawelolobata.org

 

BERBAK

 

Taman Nasional Berbak ditetapkan sebagai taman nasional tahun 1992. Kawasan yang luasnya 162.700  ha ini.terletak di 2 kabupaten yakni Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, tepatnya di sekitar bagian kanan Sungai Batanghari. Merupakan hutan rawa terluas di Asia Tenggara yang belum terjamah. Ya, Berbak ini uniknya karena merupakan gabungan antara hutan rawa gambut dan hutan rawa air tawar yang terbentang luas di pesisir timur Sumatera.

Untuk menuju lokasi kita dapat melalui dua jalur, yaitu darat (dari Kota Jambi +/- 250 km) dan air (menyusuri sungai Batanghari).

Taman Nasional Berbak terkenal memiliki paling banyak jenis palem tanaman hias di Indonesia.

Palem tanaman hias yang tergolong langka antara lain jenis daun payung (Johanesteijmannia altifrons) serta jenis yang baru ditemukan yaitu Lepidonia kingii (Lorantaceae) yang berbunga besar dengan warna merah/ungu.

Sedangkan untuk faunanya ada harimau sumatera, tapir, dan beruang madu yang masuk kategori langka. Bukan hanya itu saja, ada juga beruk, kera ekor panjang, siamang, surili, buaya muara, buaya sinyulong, tuntong, kura-kura gading, labi-labi, phyton, serta masih banyak lagi. Ratusan bahkan ribuan burung migran juga dapat dilihat di taman nasional ini.

 

Tapir


Kantor Balai Taman Nasional Berbak

Jl. Yos Sudarso KM. 4 PO. BOX 122 Sejinjang, Kota Jambi, Provinsi Jambi

Telp: 0741-31257

 

BETUNG KERIHUN

Taman Nasional Betung Kerihun (sebelumnya dikenal dengan Gunung Bentuang) terletak di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Didirikan tahun 1992, memiliki wilayah seluas 8.000 km2.

Topografinya mayoritas berupa perbukitan dari bentangan Pegunungan Muller yang menghubungkan Gunung Betung dan Gunung Kerihun, di perbatasan dengan Serawak, Malaysia. Di kaki Pegunungan Muller banyak terdapat sungai-sungai kecil dan untuk menuju kawasan taman nasional harus melalui sungai-sungai tersebut.

 

 

Hewan yang bisa dilihat di sini di antaranya orangutan (Pongo satyrus), rusa sambar (Cervus unicolor brookei), tangkasi (Tarsius bancanus borneanus), owa Kalimantan (Hylobates muelleri), klasi (Presbytis rubicunda rubicunda), beruang madu (Helarctos malayanus euryspilus), lutra (Lutra sumatrana), dan kancil (Tragulus napu borneanus). Jangan ditanya soal aneka tumbuhannya, salah satunya yang mencolok jenis palem kalimantan, dan ditemukan beberapa temuan baru seperti jenis Amyxa pluricormis (kerabat kayu gaharu), dan pisang jenis Musa lawitiensis.

Di kawasan ini juga kita bisa mengikuti wisata budaya dengan mengunjungi kediaman suku Dayak Iban di Sungai Utik dan Sungai Sedik. Di Sungai Utik terdapat satu rumah panjang tertua dengan umur sekitar 30 tahunan, dan dihuni oleh sekitar 33 kepala keluarga. Menarik ya...

Untuk ke taman nasional ini tentu harus terbang ke Pontianak dulu. Lanjut ke Putussibau (ibu kota Kabupaten Kapuas Hulu) kalau dengan mobil +/-18 jam, jadi direkomen naik pesawat saja. Ada pesawat connecting dari Garuda kok, Jakarta-Putussibau. Selanjutnya dari Putussibau menyelusuri beberapa sungai salah satunya Sungai Kapuas dengan semi longboat atau speedboat berjam-jam. Perjalanan yang penuh tantangan pastinya.

 

BOGANI NANI WARTABONE

 

Taman nasional seluas 287.115 ha ini berada pada dua kabupaten dan dua provinsi yaitu Kabupaten Bolaang Mongondow (Sulawesi Utara) dan Kabupaten Bone Bolango (Gorontalo). Dulunya bernama Dumoga Bone, memiliki keunikan ekologi karena merupakan kawasan peralihan geografi daerah Indomalayan di sebelah barat dan Papua-Australia di sebelah Timur (Wallaceae Area). Topografinya bergelombang, berbukit dan berlembah dengan Gunung Sinombayuga sebagai puncak tertingginya (1.970 mdpl).

Beberapa flora yang dapat ditemui di sini antara lain: nantu (Palaqium obtusifolium), kayu hitam (Diospyros spp), kayu besi (Metrosiderus vera), kayu inggris (Eucalyptus deglupta), cempaka (Elmerrillia ovalis) dan metayangan (Pholydacarpus ihur), paku-pakuan, palem, rotan, hanjuang hijau dan bunga bangkai.

Hewan endemik Sulawesi juga ada di sini seperti monyet hitam/yaki (Macaca nigra nigra), monyet dumoga bone (M. nigrescens), tangkasi (Tarsius spectrum spectrum), musang sulawesi (Macrogalidia musschenbroekii musschenbroekii), anoa besar (Bubalus depressicornis), anoa kecil (B. quarlesi), babirusa (Babyrousa babirussa celebensis), dan berbagai jenis burung, salah satunya yang menjadi maskot adalah maleo (Macrocephalon maleo) dan kelelewar bone (Bonea bidens).

Nggak cuma melihat flora dan fauna endemik, kita juga bisa menikmati beragam obyek wisata: Air Terjun Mengkang, Air Terjun Sungai Tumpah, Air Terjun & Pemandian Air Panas Lombongo, Gua Batu Berkapur, Puncak Bukit Linggua, Sungai Boliohuto.

Pintu masuk menuju taman nasional ini dari arah Manado dengan rute Manado-Kotamobagu-Doloduo-Toraut (260 km, 3-4 jam berkendara). Sedangkan dari arah Gorontalo dengan rute Gorontalo-Lombongo.
 

Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone

Jl. AKD Mongkonai Barat, Kotamobagu, Sulawesi Utara

Telp: 0434-22547/8

Email: info@boganinaniwartabone.com

 

(Bersambung)

Teks: Maulana Alam, Mayawati NH, berbagai sumber Foto: Istimewa

0 COMMENTS


Please be the one to comment !


931

Back to Top