PANDUAN CERDAS EKSPLOR FLORES

PANDUAN CERDAS EKSPLOR FLORES

Monday, 30-01-2017 | 14:54

Wae Rebo

 

Rasanya semua orang sepakat, Pulau Flores, Tanah Tanjung Bunga ini selalu membuat siapa pun ingin kembali. Keindahannya bukan hanya terletak pada obyek wisatanya, tapi bahkan pada setiap jengkal dan tikungan jalannya. Jangan ditanya lagi obyek wisatanya. Dari keindahan dasar laut TN Komodo sampai puncak-puncak gunung apinya serta danau fenomenal yang warnanya selalu berubah, Kelimutu. Plus sederet pulau-pulau di ujung timur, dari Solor sampai Adonara yang menyimpan aneka pesona.

 

Jangan tidur sepanjang perjalanan

 

DATA GEOGRAFI

Pulau Flores memiliki luas sekitar 14.300 km2, melintang dari barat sampai timur sepanjang 450 km. Terbagi menjadi 8 kabupaten: Manggarai Barat (ibu kotanya Labuan Bajo), Manggarai (Ruteng), Manggarai Timur (Borong), Ngada (Bajawa), Nagekeo (Mbay), Ende (Ende), Sikka (Maumere), Flores Timur (Larantuka). Kota terbesar dan terpadatnya Maumere, tapi dunia luar lebih mengenal Labuan Bajo, karena inilah gerbang masuk ke TN Komodo.

Bersama Pulau Timor (di tenggara Flores), Pulau Sumba (di barat daya Flores), dan Kepulauan Alor di ujung timur, Pulau Flores masuk dalam Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan ibu kota Kupang (di Pulau Timor). Di bagian utara ada Laut Flores, sedangkan di selatan Laut Sawu.

 

APA BAHASA DAERAH DI FLORES?

Flores memiliki keunikan dan keragaman bahasa, sehingga secara umum tidak ada bahasa daerah Flores, yang ada bahasa daerah setempat. Artinya, setiap kabupaten memiliki bahasa daerah sendiri, bahkan ada kabupaten seperti Ende yang memiliki 3 bahasa daerah dan satu sama lain tidak saling paham. Sehingga walau sama-sama orang Flores tapi  bila berbeda asal pasti menggunakan Bahasa Indonesia.

 

 

BAGAIMANA KE FLORES?

Kota gerbang masuk ke Flores ada 4:

1. Labuan Bajo

Biasanya wisatawan domestik dari luar Flores maupun wisman masuk ke Flores dari Labuan Bajo, kota di ujung barat Pulau Flores.

Udara: Garuda, Lion, Nam Air melayani rute Jakarta-Labuan Bajo.

Laut: Ada kapal PELNI yang melayani rute Tanjung Benoa (Bali) ke Labuan Bajo (+/-36 jam). Kapal dari Sape (di Pulau Sumbawa) ke Labuan Bajo juga ada, sekitar 6 jam.

Info: Dalam penerbangan Jakarta-Labuan Bajo atau sebaliknya pilihlah kursi window karena kita akan disuguhi hamparan pulau-pulau TN Komodo. Kiri atau kanan sama aja.

 

2. Ende

Ende dipilih wisatawan yang ke Flores untuk melihat Danau Kelimutu.

Udara: Garuda, Sriwijaya, Nam Air, Lion, Batik Air melayani rute Jakarta-Ende.

Laut: Ada kapal PELNI yang melayani rute Tanjung Benoa (Bali) ke Ende (+/- 2 hari 3 jam).

 

3. Maumere

Maumere juga bisa dipilih sebagai gerbang masuk ke Danau Kelimutu. Atau untuk yang akan eksplor Flores Timur.

Udara: Garuda, Sriwijaya, Nam Air, Lion, Batik Air melayani rute Jakarta-Maumere.

Laut: Ada kapal PELNI yang melayani rute Tanjung Benoa (Bali) ke Maumere (+/- 2 hari 5 jam).

 

4. Kupang

Meskipun bukan rute favorit, tapi masuk ke Flores lewat Kupang dimungkinkan.

Udara: Garuda, Sriwijaya, Batik, Lion, Citilink melayani rute Jakarta-Kupang. Rute lanjutannya ke Flores, bisa ke Labuan Bajo (dengan Garuda, Wings Air), ke Ende (dengan Garuda, Nam Air, Wings Air), ke Maumere (dengan Garuda, Wings Air, Nam Air)

Laut: Jadwal kapal PELNI terhitung sangat jarang, ada yang cuma sebulan sekali, ada yang 3X dalam sebulan.

 

NAMA BANDARA

Labuan Bajo: Bandara Komodo

Ruteng: Bandara Frans Sales Lega

Bajawa: Bandara Turelelo-Soa

Ende: Bandara H. Hasan Aroeboesman

Maumere: Bandara Frans Seda (dulunya Waioti)

Larantuka: Bandara Gewayantana

Kupang: Bandara El Tari

 

WAKTU KUNJUNGAN TERBAIK

Flores bisa dikunjungi kapan pun karena masing-masing musim menawarkan pemandangan berbeda. Tapi lebih dianjurkan datang saat musim kering, pertengahan April sampai akhir Oktober. Terutama kalau tujuan utamanya trekking. Selain itu, ada beberapa jalan ke pedalaman yang mungkin nggak bisa dilewati saat hujan deras.

 

 

TRANSPORTASI DARAT

Antar kota:

Hanya ada satu jalan raya yang menghubungkan Flores dari barat sampai timur. Trans Flores ini berawal di Labuan Bajo dan berakhir di Larantuka, sepanjang 700 km. Kondisi jalan mayoritas baik, tapi ada beberapa ruas yang kadang menyempit karena terhalang longsoran tebing. Jalan berkelok-kelok tajam seperti Kelok 44 di sekitar Danau Maninjau di Sumatera Barat bisa ditemui juga di sini. Usahakan jangan tidur sepanjang jalan karena banyak pemandangan sedap, dari air terjun, gugusan pulau, tebing gagah, hamparan sawah, sungai, lembah, gunung angkuh di kejauhan, padang gersang, desa tradisional.

 

Kondisi jalan mayoritas baik

 

Moda transportasi:

  • Bus umum sebesar metro mini. Nggak ada jam pasti keberangkatan. Nunggu penuh, baru jalan deh.
  • Mobil travel (sejenis Avanza atau APV). Kalau nggak sewa mobil, ini sangat bisa diandalkan. Hampir semua penginapan bisa membantu kita mencarikan mobil travel dengan jam keberangkatan yang cukup fleksibel (paling akhir berangkat jam 5 sore).
  • Sewa mobil. Sejauh ini nggak ada sistem lepas kunci di Flores. Sewa mobil harus dengan supir. Harganya +/-Rp 750.000/hari termasuk supir dan bensin. Kalau cuma di dalam kota bisa ditawar.
  • Sewa motor, bisa bawa sendiri ataupun dengan pengendaranya. Yup, benar, ngojek antarkota bisa dilakukan di Flores, asal tahan banting ya.

Waktu tempuh antarkota (dengan mobil):

  • Labuan Bajo-Ruteng: 4 jam.
  • Ruteng-Borong: 1,5 jam.
  • Borong-Bajawa: 2,5 jam.
  • Bajawa-Mbay: 3 jam.
  • Bajawa-Ende: 4,5 jam.
  • Ende-Moni: 1,5 jam.
  • Ende-Mbay: 2,5 jam.
  • Moni-Maumere: 3 jam.
  • Maumere-Larantuka: 3 jam.

 

Dalam kota:

Tiap kota kabupaten punya angkot. Lazim disebut bemo. Ojek juga bisa jadi pilihan. Bemo rata-rata beroperasi paling malam hingga pkl.21.00.

 

BERAPA HARI SEBAIKNYA DI FLORES?

Overland dari TN Komodo sampai Larantuka minimal 12 hari. Kalau hanya eksplor TN Komodo sampai puas 4 hari cukup (direkomen untuk LOB –tinggal di kapal).

 

BAGAIMANA PENGINAPAN DI FLORES?

Sebagai pulau yang banyak memiliki destinasi wisata, hampir di setiap kabupaten terdapat penginapan. Memang bukan penginapan mewah tapi cukup memadai. Di Labuan Bajo paling lengkap dan banyak pilihan, termasuk ada hotel *5 dan resort mewah. Urutan kedua Maumere, juga ada hotel *4 dan resort bagus. Desa Moni (gerbang masuk Danau Kelimutu) juga menawarkan penginapan yang variatif, ada resort bagus juga. Ende dan Larantuka juga punya hotel *3. Sementara kota-kota lain hanya menyediakan penginapan sederhana, tapi semua relatif bersih.

 

Salah satu penginapan di Labuan Bajo

 

BAGAIMANA SOAL MAKAN?

Banyak restoran atau rumah makan sederhana di Flores, termasuk ada banyak rumah makan masakan Jawa. Untuk makanan khas Flores malah nggak banyak. Salah satunya RM Kalila yang tidak jauh dari Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende. Menu tradisional yang disediakan seperti sayur rumpu rampe (campuran berbagai sayuran), ikan kuah santan atau kuah asam, nasi kacang merah atau jagung mbose (seperti bubur jagung dicampur kacang dan sebagainya). Labuan Bajo menawarkan pilihan yang paling beragam, termasuk western food.

 

OLEH-OLEH

- Tenun ikat dalam bentuk kain, selendang/syal, taplak meja. Bisa dibeli di pasar tradisional, toko suvenir dan di desa adat. Banyak juga yang menawarkan tenun ikat di depan restoran, di depan mini market, di pinggir jalan.

- Kopi bubuk. Kopi Flores terkenal nikmat. Tiap daerah punya kopinya masing-masing. Tergantung selera Anda, suka kopi yang mana.

 

OBYEK-OBYEK WISATANYA

MANGGARAI BARAT: TN Komodo (lebih lengkap baca di sini dan di sini), Gua Batu Cermin, Cunca Wulang, Cunca Rami, Gunung Mbeliling, Danau Sano Nggoang.

 

Pink Beach di Pulau Komodo

 

MANGGARAI: Wae Rebo, Air terjun Tengkulese (Cunca Lega), Sawah Laba-Laba Cancar, Situs Liang Bua, Golo Curu, Gunung Ranaka.

MANGGARAI TIMUR: Danau Ranamese, Pantai Mbalata.

NGADA: Kampung Adat Bena, Kampung Adat Tololela, Kampung Adat Gurusina, Kampung Adat  Belaraghi, Riung 17 Island (Pulau Kalong, Pulau Tiga, Pulau Rutong), Mangeruda Hot Spring, Gunung Inerie, Gunung Wawomuda, sentra Kopi Bajawa, Malanage Hot Spring.

 

Kawah Gunung Wawomuda

 

NAGEKEO: Kampung Adat Tutubhada, Gunung Ebulobo, Pulau Rii Taa.

ENDE: Danau Kelimutu (lebih lengkap baca di sini), Museum Soekarno & Monumen (Taman Renungan)  Soekarno, Pantai Batu Biru/Blue Stone Beach (Pantai Penggajawa), Danau Tiwu Sora, Gunung Iya, Gunung Meja, Pantai Tangga Alam.

 

Danau Kelimutu

 

SIKKA: Air terjun kembar Murusobe, Pantai Koka, Gunung Egon, underwater Teluk Maumere, Pantai Kajuwulu, Desa Sikka, Bukit Nilo, Pulau Pangabatang, Blidit Hot Spring.

FLORES TIMUR: Katedral Reinha Rosari, Kapel Mgr. Gabriel Manek, Desa Kawaliwu (Sinar Hading), Dusun Ile Padung, Pulau Waibalun, Pulau Solor, Pulau Adonara (Pantai Watotena, Pulau Watan Peni, Gunung Ile Boleng, Kapela Senhor).

 

Pantai Watotena di Pulau Adonara

Teks: Adi Pamungkas & Mayawati NH Foto: Mayawati NH, Priyo Tri Handoyo, Raiyani Muharramah

0 COMMENTS


Please be the one to comment !


577

Back to Top