HAI WARGA JAKARTA, ANDA SIAP MERAMAIKAN DANAU LOVE DI JAYAPURA INI?

HAI WARGA JAKARTA, ANDA SIAP MERAMAIKAN DANAU LOVE DI JAYAPURA INI?

Tuesday, 06-12-2016 | 17:59

 

Kata orang Jayapura, danau yang ngetop dengan sebutan Danau Love atau Telaga Cinta yang terletak di Sentani Timur Kabupaten Jayapura Papua ini lebih banyak dikunjungi orang Jakarta daripada orang Jayapura sendiri.

Awalnya danau bernama asli Danau Imfote ini ditemukan tak sengaja oleh orang lokal, lalu mulai diperkenalkan lewat Facebook, hingga akhirnya tertangkap “radar” netizen ibu kota. Jadilah mulai berdatangan orang Jakarta ke sini pada akhir 2014. MyTrip sendiri baru berkesempatan ke sana September 2016.

 

APAKAH IMFOTE SATU-SATUNYA DANAU BERBENTUK HATI DI INDONESIA?

Ternyata danau yang ngehits karena bentuknya unik ini bukanlah satu-satunya danau berbentuk hati di Indonesia. Ada Danau Hati juga di Pulau Makalehi, Kepulauan Sangir Talaud, Sulawesi Utara. Juga ada Danau Anggi yang juga berbentuk hati di Pegunungan Arfak, Manokwari, Papua Barat. Cuma memang sejauh ini paling ngetop ya Danau Imfote.

 

DI MANA LETAK DANAU IMFOTE?

 

 

Danau ini ada yang menyebut berada di Kampung Puai, Distrik Yokini, Kabupaten Jayapura yang masuk kawasan Sentani Timur; banyak pula yang menyebut lokasinya antara Kampung Putali dan Kampung Abar. Pun ada yang bilang danau ini masuk Kampung Yokiwa; dan ada yang menyebut Desa Waesamba. Ada yang bilang Distrik Sentani Timur, ada juga Distrik Ebungfau. Entahlah mana yang benar. Yang jelas masuk dalam Kabupaten Jayapura, berbatasan dengan Kota Jayapura dan Kabupaten Keerom.

 

BAGAIMANA KE SANA?

Dari Kota Jayapura ada dua jalur berbeda yang bisa diambil. Yang lebih dekat lewat jalur Yoka, hanya ditempuh sekitar 1,5 jam berkendara. Tapi supir yang disewa MyTrip bilang, jalur ini kurang aman karena kadang ada konflik antarkampung. Jalur lainnya yang relatif lebih aman yaitu jalur Keerom, hanya saja lebih jauh, sekitar 2 jam perjalanan.

 

Perjalanan ke danau, sepi

 

Yang jelas, untuk ke sana sebaiknya pakai jasa pemandu atau paling tidak sewa mobil berikut supir yang tahu jalan. Karena di sepanjang jalan nggak ada petunjuk. Mau nanya-nanya pun, nggak di setiap ruas jalan kita bertemu penduduk lokal.

Yang jelas juga, jangan tidur sepanjang perjalanan karena banyak view cakep. Gimana nggak cakep, wong kita menyusuri tepi Danau Sentani yang memang sangat luas itu. MyTrip dan kawan-kawan menyempatkan mampir di salah satu spot di tepi Danau Sentani yang agak tinggi.

 

Berhenti sejenak di tepi Danau Sentani

 

Danau Sentani dilalui dalam perjalanan ke Danau Love

 

Kami juga sempat berhenti di jembatan yang berdiri di atas sungai kecil buangan air Danau Sentani. Di tepi sungai ini ada saung-saung pemancingan yang cocok buat kita membuka bekal makan siang.

 

Tempat yang cocok untuk membuka bekal makan siang

 

ADA TIKET MASUK?

Tiket masuk resmi belum ada karena belum dikelola oleh Pemda. Tapi di satu ruas jalan mendekati kawasan danau ada sekolompok pemuda lokal yang akan menghentikan kendaraan kita dan meminta kita membayar. Mereka pasang tarif Rp 20.000/orang tapi kalau kita pergi dengan pemandu dari Papua bisa dinego. Rombongan kami terdiri dari 8 orang tapi hanya membayar total Rp 100.000 karena kami ditemani dua pemandu, Edison Meliala dan Charles Toto.

 

Dua pemandu kami, Edison Meliala dan Charles Toto.

 

DAN INILAH DANAU LOVE!

Mendekati area danau pemandangan makin cantik dengan barisan perbukitan yang ditumbuhi rumput. Sekilas mengingatkan pada Bukit Wairinding di Sumba Timur, NTT. Dan tiba di area pertama di mana danau sudah kelihatan –ternyata kecil aja danaunya, bolehlah berhenti dulu untuk memotret. Tapi dari area bawah sini bentuk hatinya belum jelas kelihatan. Jadi sebaiknya naik mobil lagi untuk terus ke area yang tinggi.

 

Belum terlalu kelihatan bentuk hatinya

 

Di area yang lebih tinggi itulah kita bisa memarkir mobil. Belum ada parkir resmi tapi sangat luas untuk parkir beberapa mobil. Dari situ Danau Imfote terlihat cantik dengan bentuk hati yang sempurna. Sekitar danau ditumbuhi rumput dan alang-alang, ada sedikit bunga-bunga kuning.

 

Bentuk hati yang sempurna

 

Kami beruntung tiba saat cuaca cerah padahal beberapa saat sebelumnya sempat turun hujan. Dengan cuaca cerah warna langit dan awan pun kontras biru-putih, menjadi latar danau yang sempurna. Tapi cuaca cerah juga berarti sinar matahari yang menyorot, sementara hanya ada satu gazebo semi permanen di situ untuk berteduh. Tapi siapa yang betah bertahan di gazebo kalau pemandangan di depan mata begitu memukau. Tak henti-hentinya kami memotret danau dan berpose di depannya. Tak puas hanya di spot utama itu, kami pun terus berjalan menyisiri tepi danau hingga ke ujung. Tapi angle terbaik memang dari spot utama yang paling tinggi itu.

 

Berpose-pose terus

 

Kami nggak berjalan mendekati danau untuk merasai airnya karena takut terjebak tanah lumpur. Dan lagipula, katanya di danau ada buayanya, makanya nggak ada yang berani berenang. Entahlah benar atau tidak. Yang jelas spot paling bagus untuk menikmati pemandangan danau ya dari kejauhan, bukan langsung dari tepi danaunya.

Di area danau nggak ada fasilitas apa pun, termasuk warung makan. Jadi harus bawa bekal makan siang dan air minum yang cukup ya kalau ke mari.

Anda orang Jakarta? Sudah siap mencoblos, eh, meramaikan Danau Love ini?

Teks: Mayawati NH Foto: Mayawati NH, Priyo Tri Handoyo

0 COMMENTS


Please be the one to comment !


465

Back to Top