PULAU SERAM TAK HANYA PUNYA PANTAI ORA

PULAU SERAM TAK HANYA PUNYA PANTAI ORA

Thursday, 16-06-2016 | 11:02

Jembatan menuju Pulau Osi

 

Pantai Ora di Pulau Seram Provinsi Maluku sempat happening beberapa waktu lalu dan hingga kini pun masih jadi favorit. Tapi masih jarang yang tahu kalau Pulau Seram juga punya area wisata andalan lainnya. Tepatnya di Kabupaten Seram Bagian Barat, namanya Pulau Osi. Waktu tempuhnya lebih singkat dibandingkan ke Ora. Sudah ada resort nyaman di sana yang berdiri di atas laut. Dan di dekat Pulau Osi juga ada Pulau Marsegu yang keindahan bawah lautnya bikin seorang penyelam yang hanya snorkeling di sana pun terkagum-kagum.

 

CARA KE SINI

  • Tentunya harus terbang ke Kota Ambon dulu. Ada beberapa pilihan maskapai dengan durasi terbang 3,5-4 jam. Jadwal favorit adalah berangkat tengah malam dari Jakarta dan tiba di Ambon pagi hari.
  • Dari Bandara Pattimura Ambon sewa mobil untuk ke Pelabuhan Penyeberangan Hunimua di Jl. Pantai Akipai Liang (sering juga disebut Pelabuhan Liang). Lama perjalanan +/-1 jam. Harga sewa mobil Rp 300.000.
  • Di Pelabuhan Hunimua beli tiket kapal ferry menuju Waipirit di Pulau Seram seharga Rp 16.500/orang. Kalau mau duduk di kelas VVIP yang ber-AC (kadang AC-nya nggak dingin juga) pas sudah di atas kapal langsung masuk saja ke ruang VVIP di bagain depan kapal dan bayar di tempat dengan petugas Rp 20.000/orang. O ya, frekuensi keberangkatan kapal ferry menuju Waipirit cukup sering (6-8 kali sehari tapi nggak pasti jamnya --paling pagi pkl.05.30, paling akhir pkl.20.00). Jadi sering-seringlah bertanya pada petugas atau orang lokal di pelabuhan, mana kapal menuju Waipirit. Jangan sampai salah naik ke Saparua atau tujuan lain ya!
  • Perjalanan laut ditempuh 1,5-2 jam.
  • Tiba di Pelabuhan Waipirit di Desa Waipirit, Kec. Kairatu, Kab. Seram Bagian Barat banyak tawaran jasa transportasi. Harga normal sewa mobil sekelas Avanza dari Pelabuhan Waipirit ke arah Piru, tepatnya Desa Pelita Jaya (desa terakhir sebelum menyeberang ke Pulau Osi) Rp 350.000-400.000. Total perjalanan 1,5-2 jam.
  • Turun dari mobil sudah terlihat gerbang bertuliskan “Welcome To P. Osi” dan jembatan kayu panjang yang menghubungkan Seram Bagian Barat dengan Pulau Osi. Dari situ kita harus sambung naik ojek selama +/-10 menit dengan ongkos Rp 15.000 melewati jembatan kayu yang menembus hutan mangrove.

 

 

  • Kalau tujuan kita My Moon Daud Resort, kita akan diturunkan di depan gerbangnya. Dari situ tinggal jalan kaki melewati jembatan kayu karena resort ini berada di atas air. Sebelum sampai di My Moon Daud Resort, ada resort lain yaitu Indago Resort & Restaurant yang juga berada di atas air. Sedangkan kalau menginap di Pulau Osi-nya, ojek yang kita tumpangi akan lanjut melewati jembatan kayu lagi (paling hanya 5 menit) hingga tiba di pulau yang hanya seluas 9 hektar dan dihuni +/-300 KK.

 

 

Info:

  • Dalam perjalanan dari Pelabuhan Waipirit ke arah Piru (ibu kota Kabupaten Seram Bagian Barat), setelah berkendara +/-15-20 menit kita akan melewati daerah yang bernama Waisarisa. Kalau memang pas jam makan, berhentilah di sini, ada Rumah Makan Kita yang menyediakan aneka masakan salah satunya ikan. Harganya cukup murah. Makan kenyang dan puas per orang nggak sampai Rp 50.000. Kalau sebelum berangkat mau makan dulu di pelabuhan juga cukup banyak pilihan warung makan.
  • Dalam perjalanan rute ini juga, kita akan melewati gerbang megah bertuliskan “Selamat Datang di Kota Piru” dengan patung burung garuda bertengger di atasnya. Di bagian bawahnya ada tulisan “Saka Mese Nusa”. Berhentilah di sini untuk foto-foto. Keren pemandangannya. Di sepanjang jalan juga kita disuguhi pemandangan sabana, bukit, laut, jalan berkelok-kelok yang cakep deh!

 

 

 

APA SAJA DAYA TARIKNYA?

Perjalanan yang cukup jauh untuk mencapainya tentu menimbulkan pertanyaan, sebagus apakah di sana? Pulau Osi dan beberapa pulau lainnya termasuk Taman Wisata Alam Pulau Marsegu. Di sekitaran Pulau Osi sih memang kita hanya bisa menyaksikan sunset dan sunrise serta berenang cantik di air laut hijau kebiruan. Tapi kalau mau snorkeling kita harus naik speedboat di antaranya ke Pulau Latunai dan Pulau Marsegu. Dari Osi ke Latunai agak jauh, 1 jam lebih. Tapi ke Marsegu hanya 15-20 menit.

 

Sunrise di Pulau Osi

 

Kedua pulau tak berpenghuni ini pantainya berpasir putih dan bersih. Air lautnya gradasi hijau kebiruan. Meneduhkan mata lah pokoknya. Dan yang juara adalah bawah laut Pulau Marsegu yang cukup dinikmati dengan snorkeling aja dari bibir pantai. Terumbu karangnya warna-warni dan rapat! Ikan-ikan karangnya juga banyak. Bahkan MyTrip melihat gurita yang cukup besar bersembuyi di balik karang. Snorkeling di Marsegu bisa nggak selesai-selesai deh, pingin lagi dan lagi.

 

Snorkeling di Pulau Marsegu

 

Di pantainya juga ada bagian teduh di bawah pohon, tempat kita bisa membuka perbekalan atau sekadar leyeh-leyeh. Sayang belum ada tempat bilas ataupun toilet waktu MyTrip ke sana Desember 2015. Ada memang bekas bangunan tak terurus yang katanya dulu dimaksudkan sebagai penginapan yang dibangun pemda. Jadi langsung saja pakai kostum berenang kalau ke sana ya. Baliknya nggak perlu ganti baju, toh dekat aja dari Pulau Osi. O ya, alat snorkeling sebaiknya bawa sendiri ya.

Selain pantai berpasir putih halus dan air laut bergradasi yang sedap dipandang, serta aneka terumbu karang dan ikan warna-warni yang bisa dinikmati dengan snorkeling, daya tarik lainnya pulau-pulau ini adalah: masih sepi! Ya, kita serasa memiliki pulau pribadi. Saat MyTrip ke Latunai, kami tak bertemu siapa pun. Di Marsegu ketemu beberapa orang pemuda lokal yang sedang kemping. Hanya itu. Padahal saat itu libur Natal dan akhir tahun. Jadi buruan lah ke sini sebelum menjadi terlalu rame seperti Pantai Ora.

 

Keindahan Pulau Marsegu

 

MENGINAP DI MANA?

  • My Moon Daud Resort

 

Water cottage di My Moon Daud Resort

 

Suasana di dalam cottage

 

Ini resort yang pertama ada di Pulau Osi. Ada 5 water cottage yang masing-masing bisa diisi 2 orang, tapi dengan extrabed bisa sampai 4 orang. Semua cottage punya kamar mandi di dalam dan dilengkapi kipas angin. Teras depan menghadap laut dengan dilengkapi tangga supaya memudahkan jika kita ingin langsung nyemplung ke laut. Dari teras ini kita bisa melihat sunrise. Harga cottage-nya Rp 400.000-450.000/malam termasuk sarapan dan 2 botol air mineral per hari. Extrabed Rp 100.000/malam. Restoran atau ruang makannya sangat luas dan ada fasilitas karaoke berbayar. Kira-kira sesudah Lebaran akan ada tambahan 10 kamar lagi dengan harga yang lebih murah, Rp 250.000.

 

  • Indago Resort & Restaurant

 

Water cottage di Indago Resort

 

Resort ini lebih baru dari My Moon. Ada 6 water cottage dengan kamar mandi dalam dan kipas angin. Tarif kurang lebih sama dengan My Moon.

 

  • Homestay Pak Idrus

Letaknya di dalam kampung, berupa water cottage juga tapi tentu lebih sederhana. Harga +/-Rp 200.000/malam/kamar. Kamar mandi di luar, sharing.

 

BAGAIMANA SOAL ISI PERUT?

Baik My Moon Daud Resort maupun Indago Resort memiliki restoran. Lauk utamanya ya ikan, dengan dimasak beragam gaya dari goreng, bakar, kuah kuning sampai bumbu pedas. Nasi + ikan dihargai Rp 50.000/porsi, plus kalau mau sayur tambah Rp 25.000 yang bisa cukup untuk 3-4 orang.

 

Makanan di My Moon Daud Resort

 

DURASI IDEAL

Minimal 2 malam. Tapi kalau mau puas, nggak terburu-terburu, dan cukup waktu buat leyeh-leyeh ya 3 malam.

 

INFO:

Sewa perahu kayu bermotor berkapasitas 20 orang:

  • Dari Osi ke Latunai dan Tebing Valentine (lebih jauh lagi letaknya): Rp 3.000.000.
  • Dari Osi ke Marsegu: Rp 700.000.

Kalau perahu kecil tentu harga sewanya lebih murah.

 

Perahu kayu bermotor bersandar di Pulau Marsegu

 

 

Ingin menikmati keindahan Pulau Osi dan Pulau Marsegu? Hubungi MyTrip di mytrip@media.femalindo.com. Kami akan mengaturkannya untuk Anda dan keluarga atau teman-teman.

Teks & Foto: Mayawati NH

8 COMMENTS


Please be the one to comment !


776

Back to Top